Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa?

Sebuah perjalanan tentu akan menghasilkan cerita yang menarik untuk dibaca dan didengarkan. Seperti Dendy @baratdaya_ yang mempunyai cerita menarik dari petualangannya. Penasaran seperti apa? Sila simak bahasan kali ini ya!

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa?

 

Jika mendengar kata padang pasir, pasti yang pertama kali terbayang dalam benak kita adalah Negara seperti Arab Saudi, Jordania, atau bahkan Mesir. Tapi bagaimana jika gue bilang ada padang pasir di Indonesia?

 

Pasti bro-sis semua nggak percaya, bagaimana mungkin ada padang pasir di Negara tropis seperti Indonesia? Jawabannya; ada! Bahkan ada dua tempat di Indonesia yang mirip seperti padang pasir.

 

Tempat pertama ada di Gumuk Pasir Parangkusumo di Yogyakarta, dan tempat kedua adala di Pantai Oetune di Kupang, NTT. Tapi yang akan kita bahas kali ini adalah Oetune yang benar-benar seperti padang pasir sungguhan.

 

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa?

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa? credit: Dokumen Pribadi @baratdaya_

Perjalanan menuju Pantai Oetune merupakan salah satu perjalanan yang nggak akan pernah gue lupakan. Selain karena proses perjalanannya yang memang tidak mudah, kawan se-perjalanan juga turut andil dalam perjalanan hebat ini.

 

Berangkat dari Jakarta menuju Kupang dengan perjalanan udara kurang lebih tiga jam, lalu melanjutkan perjalanan darat sekitar tiga jam dari Kota Kupang dengan jalur yang bisa dibilang cukup menantang.

 

Cuaca panas khas pulau Timor sudah menyambut gue sesaat setelah keluar dari Bandara. Jajaran pohon lontar yang menjulang tinggi yang tumbuh di tengah keringnya daratan Pulau Timor mengiringi perjalanan gue dan beberapa orang kawan dari Kupang menuju ke Pantai Oetune.

 

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa?

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa? credit: Dokumen Pribadi @baratdaya_

Perjalanan memang bukan semata-mata soal tujuan akhir, tapi juga pada proses yang selayaknya dinikmati. Proses panjang perjalanan menuju ke sebuah tujuan, untuk melihat keindahan belahan lain Indonesia, membuat gue belajar  tentang arti sebuah kesabaran.

 

Ribuan kilo meter sudah gue meninggalkan rumah, demi sebuah misi perjalanan kehidupan, sebuah misi keliling Indonesia. Dan Pulau Timor menjadi guru selanjutnya bagi kisah perjalanan gue.

 

Jalanan berlubang, debu-debu jalan beterbangan, pohon-pohon kering, juga hawa panas Pulau Timor menjadi saksi perjalanan gue ke Oetune. Dan akhirnya setelah tiga jam, sampailah gue di sini, sebuah sisi lain keindahan Nusantara, Pantai Padang Pasir Oetune, Desa Oebelo, Amanuban Selatan, Kabupaten  Timor Tengah Selatan, NTT.

 

“Kaka, kaka mau kelapa muda?”

 

Sapa sekelompok anak kecil yang menghampiri gue dengan membawa parang. Bukan, ini bukan pemalakan, ini adalah sebuah tawaran yang sangat tepat. Anak-anak ini adalah warga lokal sekitar pantai Oetune yang memang sehari-hari menjual kelapa muda kepada para pengujung. Kelapa muda yang mereka jual sangat segar karena langsung mereka petik ketika dipesan.

 

“Ambilkan kelapa mudanya dua buah ya.”

 

Sahut gue sembari menahan haus, mereka langsung berlarian menuju pohon kelapa . Tak sampai 10 menit, dua buah kelapa muda segar langsung datang. Gue bilang, “bukakan satu, satunya untuk kalian saja.”

 

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa?

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa? credit: Dokumen Pribadi @baratdaya_

Oh iya harga untuk kelapa muda segar ini hanya 10 ribu rupiah saja. Tak hanya menawarkan kelapa muda, mereka juga bisa menjadi guide lokal di pantai Oetune ini dan mengantarkan travelers menuju spot terbaik di Pantai Oetune.

 

Dari tempat parkir kendaraan, kami berjalan kaki sekitar 10 menit menuju spot padang pasir. Sesampainya di spot padang pasir Pantai Oetune, gue langsung terkagum-kagum melihat keindahan alamnya, benar-benar seperti padang pasir sungguhan!

 

Hamparan pasir berbukit bahkan lengkap dengan gradasi warna yang terbentuk oleh sinar matahari. Gue sampai tak menyangka, padang pasir!. Hamparan pasirnya cukup luas luas dan berada di pinggir laut. Bentuk bukit-bukit yang terbentuk oleh pasirnya pun persis sama dengan padang pasir di timur tengah sana.

 

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa?

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa? credit: Dokumen Pribadi @baratdaya_

Kata orang-orang sekitar, angin di kawasan pantai Oetune ini memang cukup kencang, makanya pasir-pasir dari bibir pantai bisa terbawa ke tempat ini.

 

Ini aset! Ini potensi alam yang luar biasa. Jangan sampai salah kelola. Dan juga anak-anak ‘penjual kelapa’ ini, aset yang besar juga! Mereka anak-anak yang baik, berbahagia dengan cara mereka sendiri, padang pasir pantai Oetune adalah halaman belakang rumah mereka, pohon kelapa adalah teman akrab mereka. Angin laut, ombak, matahari, mereka bermain bersama semua itu.

 

Kisah demi kisah yang gue ukir dalam perjalananku memberikan banyak hal bermakna dalam kehidupan, bertemu banyak orang, menyaksikan berbagai kisah, melihat berbagai keajaiban alam, dan Oetune merupakan salah satu keindahan alam yang luar biasa dan aku saksikan dengan mata kepala sendiri.

 

Untuk gue yang pertama kali mengunjungi pantai ini dan sering melihat padang pasir sungguhan meskipun hanya lewat foto dan video, pantai ini memang terlihat sama persis dengan gurun pasir, bahkan dengan pohon-pohon lontar yang menyerupai pohon kurma. Sungguh negeri kita serba kaya, serba ada.

 

Jadi, selamat berkelana untuk kawan-kawan semua! Ingat, jangan tinggalkan apapun kecuali kisah! Salam pejalan, salam pengelana!

 

Dendy @baratdaya_: Oetune, Padang Pasir di Negara Tropis, Bagaimana Bisa?

Site: www.dibaratdaya.com

Instagram: @baratdaya_

Biography:

Dendy Selmaeza, atau lebih dikenal sebagai Baratdaya, seorang pejalan muda dari sebuah desa kecil di Minangkabau. Memulai perjalanan mengelilingi Indonesia sejak enam tahun silam, dari gunung ke gunung, pulau ke pulau, dan sekarang sudah berhasil mengelilingi hampir seluruh provinsi di Indonesia.Di setiap perjalanannya, ada makna berharga yang selalu ia petik, karena menurutnya, hidup akan terasa kurang berarti  jika tidak menorehkan sebuah kisah perjalanan.

 

Expert Corner Beginner pantai solo traveling solo backpacker

17 COMMENTS

SHARE
keren gan
Nice Info
sungguh indah ciptaan Tuhan
Keren banget buat foto2
Indonesia memang TOP
Mantaaap mas brooo
nice info gan
Okey Juga
Mantap betul
Nice info baru