3 Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Berjalan dan Bisa Lo Lihat Hingga Hari Ini!

Ternyata selain terkenal akan tempat atau spot wisatanya, Kota Semarang juga memiliki beberapa adat istiadat yang masih bisa lo lihat hingga hari ini loh. Enggak percaya? Simak saja beberapa informasinya di bawah ini!

3 Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Berjalan dan Bisa Lo Lihat Hingga Hari Ini!

Kota Semarang merupakan daerah di Indonesia di mana lo bisa melihat beragam budaya dan kota ini juga sangat terkenal dengan pilihan kulinernya yang nikmat. Namun Semarang tidak hanya terkenal akan hal-hal itu saja, namun ada adat istiadat yang masih dijalankan sejak zaman dahulu. Tak heran apabila pada saat momen-momen tertentu jalanan di kota ini bisa tiba-tiba dipenuhi oleh banyak orang.

 

Kembali berbicara mengenai adat istiadat dari kota ini memang cukup unik, kemungkinan besar tidak bisa lo temukan lagi di tempat lain. Berbagai usaha pelestarian pun dilakukan, salah satunya dengan rutin menyelenggarakan tradisi khasnya. Selain mempertahankan adat istiadat atau tradisinya pun juga diperkenalkan kepada generasi muda.

 

 

Nah, apa saja ritual adat isadat atau tradisi apa yang memang populer di Kota Semarang dan masih dilakukan hingga hari ini? Daripada lo semakin penasaran, langsung saja simak beberapa informasinya di bawah ini. Semoga bisa berguna dan bermafaat, serta kalau lo memiliki waktu, langsung bisa melihat adat atau tradisi yang dimaksud secara langsung. Hal ini juga menjadi bukti kalau Indonesia memang memiliki keberagaman budaya yang sangat luas.

 

Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Dilakukan Hari Ini – Dugderan

3 Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Berjalan dan Bisa Lo Lihat Hingga Hari Ini!

3 Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Berjalan dan Bisa Lo Lihat Hingga Hari Ini! Credit: seputarsemarang.com

 

Pilihan pertama mengenai adat istiadat dari kota yang berada di Jawa Tengah ini ialah Dugderan. Percaya atau tidak ternyata tradisi ini pun sudah dilakukan sejak tahun 1881, sejak masa penjajahan kolonial. Dan biasanya dilakukan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

 

Dugderan bisanya juga dimeriahkan dengan banyaknya pilihan kuliner, pakaian, mainan, termasuk kerjain tradisional selama seminggu sebelum bulan Ramadhan dimulai. Nah, biasanya tepat sehari sebelum puasa, sebuah karnaval akan diadakan.

 

Karnaval biasanya dimeriahkan dengan kirab, arak-arakan pasukan berpakaian tradisional, drumband, dan kesenian tradisional lainnya. Biasanya juga ada arak-arakan Warak Ngendok yang merepresentasikan keberagaman suku, budaya, dan agama di Semarang. Warak Ngendok sendiri merupakan perwujudan tiga unsur binatang, yaitu kepala naga, badan unta dan kaki kambing.

 

Acara Dugeran selalu dimulai dengan tanda pemukulan beduk oleh pejabat setempat dan dilanjutkan dengan penyalaan meriam. Suara beduk dug dug dug dan diakhiri dentuman meriam der der der, karena bunyi-bunyani tersebutlah yang mendasari penamaan tradisi tahunan Semarang ini.

 

Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Dilakukan Hari Ini -  Popokan

3 Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Berjalan dan Bisa Lo Lihat Hingga Hari Ini!

3 Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Berjalan dan Bisa Lo Lihat Hingga Hari Ini! Credit: suara.com

 

Popokan merupakan tradisi unik yang masih dijalankan oleh masyarakat Kota Semarang, namun memang akan jarang sekali menemukannya di pusat kota. Lo harus jalan-jalan ke daerah Sendang, Bringin, Semarang baru bisa menemukan tradisi unik ini.

 

Tradisi ini juga diadakan pada hari Jumat Kliwon di bulan Agustus setiap tahunnya. Dipercaya kalau tradisi ini berguna sebagai penolak bala dan kejahatan. Popokan juga diselenggarakan sebagai wujud syukur atas berkah panen yang melimpah.

 

Dalam tradisi popokan, warga laki-laki mulai dari anak-anak hingga orang dewasa akan saling melempar lumpur di jalan utama desa. Lumpur tersebut berasal dari sawah setempat, tubuh kotor karena terkena lumpur bukan masalah. Tidak ada emosi, hanya ada sukacita semata selama popokan. Warga justru percaya kalau terkena lumpur berarti menandakan mereka mendapatkan berkah.

 

Biasanya sebelum acara lempar lumpur, masyarakat akan membersihkan sendang, berdoa bersama, dan mengadakan berbagai kesenian serta hiburan. Lalu hasil bumi dan sesaji akan diarak dan selanjutnya diperebutkan oleh warga. Ada juga arak-arakan dekorasi berwujud macam-macam yang menjadi mascot tradisi popokan.

 

Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Dilakukan Hari Ini – Nyadran

3 Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Berjalan dan Bisa Lo Lihat Hingga Hari Ini!

3 Adat Istiadat di Kota Semarang yang Masih Berjalan dan Bisa Lo Lihat Hingga Hari Ini! Credit: elsaonline.com

 

Tradisi di Kota Semarang berikutnya yang sudah dilakukan dari zaman dahulu ialah Nyadran, memang untuk masyarakat di Pulau Jawa sendiri ini bukan merupakan ritual yang asing. Nyadran biasanya dilakukan sebelum ibadah puasa dimulau, yaitu bulan Ruwah.

 

Biasanya mereka akan berziarah ke makam keluarga atau leluhur lalu membersihkan kuburan. Selanjutnya mereka akan memanjatkan doa bagi sanak saudara yang telah meninggal, sekaligus meminta kepada Tuhan agar ibadah puasa bisa berjalan dengan baik.

 

Umumnya, Nyadran dilakukan secara pribadi atau bersama keluarga besar. Namun, beberapa daerah masih menggelar tradisi ini bersama dengan seluruh warga satu dusun atau desa. Nah, setelah ziarah ke kuburan, masyarakat akan mengadakan akan bersama. Momen kebersamaan memang merupakan salah satu tujuan dari ritual ini.

 

Nyadran sendiri juga merupakan salah satu ritual di Semarang yang masih bertahan dan juga dilestarikan oleh masyarakat setempat. Tentunya ritual ini sendiri juga menjadi simbol yang cukup ikonik dan mampu mempresentasikan masyarakat Semarang itu sendiri. Sehingga sudah menjadi tugas bagi generasi penerus untuk tetap mempertahankan kebudayaan yang sudah turun dari leluhur.

 

Beberapa ritual tersebut meerupakan sebagian tradisi terkenal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Semarang. Namun memang masih ada tradisi-tradisi lainnya seperti Mantenan, Aqiqah, Padusan, Siraman dan juga Mangengan yang masih bisa lo temukan hari ini.

 

 

**

 

Jadi bagaimana bro dengan informasi seputar adat istiadat di Kota Semarang yang masih dilakukan hingga hari ini? Semoga bisa menjadi salah satu panduan serta acuan lo yaa. Tentu kebudayaan sudah menjadi darah dan daging di Indonesia.

 

Tak heran apabila setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Kembali lagi sudah menjadi tugas bagi generasi penerus untuk selalu menjaga serta melestarikan kebudayaan atau tradisi ini, karena akan sangat disayangkan sekali apabila berhenti di generasi lo bro. Semangat selalu dan tunjukkan selalu kepedulian lo terhadap ragam budaya di Indonesia!

 

Source: suara.com

 

 

 
Featured Image: ragamtempatwisata.com
Trending Beginner solo traveling

18 COMMENTS

SHARE
Indonesia kaya akan Budaya.
nice gan
Tugas generasi muda utk melestarikan beragam budaya,dan tentunya mempelajarinya
Nice info
Nice info
Mantaapoo
semarang ku datang
lestarikan terus wahai pemudaaaa
Sangat istimewa
BUDAYA KOTA SEMARANG