Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang

Banyak milenial mencoba traveling secara spontan tanpa menyiapkan rencana dari jauh-jauh hari? Apa yang membuat mereka sering melakukan hal ini? Cek jawabannya di bawah ya bro!      

Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang

Kata “traveling” dan “milenial” belakangan ini menjadi dua kata yang sulit dipisahkan. Keduanya sering dibahas dalam berbagai artikel berita. Banyak sumber mengatakan milenial sebagai kelompok usia yang paling aktif melakukan traveling dibanding kelompok lainnya. Mengapa demikian?

 

Dilansir dari viva.co.id, Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui pernah melampirkan Indonesia Millennial Report 2019 tentang kelompok usia produktif di Indonesia. Mengacu pada data tersebut, 24 persen dari kelompok tersebut berasal dari kalangan milenial dengan kisaran umur 20 hingga 35 tahun. Hal inilah yang membuat banyak pengelola layanan pariwisata menjadikan milenial sebagai target pasar mereka.

 

Gemar Traveling = Pengeluaran Banyak?

Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang

Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang. Photo Credit: wanderlustcrew.com 

Jumlah wisatawan milenial di Indonesia saat ini memang terbilang banyak. Meski begitu, tingginya angka wisatawan milenial masih belum sejalan dengan jumlah uang yang mereka keluarkan saat liburan. Wakil Ketua Umum Promosi dan Pemasaran PHRI Budi Tirtawisata menilai fenomena ini disebabkan oleh banyaknya milenial yang belum punya penghasilan besar.

 

Spending milenial daripada jumlah volumenya besar, tapi kemampuan spending-nya rendah, spending-nya saya tidak tahu persisnya, tapi usia 18 sampai 32 usia mereka baru mulai kerja mulai mandiri,” tutu Budi, dikutip dari viva.co.id, Kamis (16/01/2020) lalu.

 

Budi berpendapat bahwa milenial cenderung traveling dengan biaya lebih efisien. Itulah yang membuat milenial tertarik memilih liburan homestay. Menurut Budi, seseorang baru akan menaikkkan spending power ketika dirinya menginjak usia lebih matang atau memiliki karier yang lebih baik.

 

 

Pertumbuhan Tren Traveling dan Cara Pandang Milenial terhadap Hal Tersebut

Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang

Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang. Photo Credit: sunsetcovelittlecayman.com

Gaya traveling milenial saat ini juga dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Di era teknologi seperti sekarang, milenial dapat mudah bepergian ke banyak tempat berkat kehadiran perangkat digital. Ketua Eksekutif (CEO) Torch-Travelling Gear Ben Wirawan Sudarmadji menganggap pelayanan digital sebagai salah satu pemantik tumbuhnya tren traveling pada kalangan milenial.

 

“Sistem pemesanan (booking) dan model transportasi yang mudah, itu membuat traveling dan industri kreatif berbasis teknologi mungkin tumbuh bersama,” ujar Ben, seperti yang tertulis di tempo.co, (27/11/2019).

 

Teknologi bukanlah satu-satunya faktor yang membuat jumlah wisatawan milenial semakin bertambah. Cara pandang milenial yang begitu berbeda terhadap traveling juga dianggap memengaruhi pertumbuhan ini. Banyak generasi milenial dan Y menganggap traveling sebagai sebuah investasi. Hal ini jauh berbeda dengan generasi X yang memprioritaskan pembelian untuk kepemilikan.

 

Menurut pengamatan Ben, banyak milenial saat ini melakukan traveling seperti menaruh kepercayaan atas investasi pribadi. Mereka tidak menunjukkan hal tersebut terkait urusan kepemilikan. Ben menilai milenial lebih mementingkan urusan berbagi.

 

“Sekarang semua sharing (berbagi), contohnya penggunaan transportasi online. Itu (transportasi online) bukan punya (dimiliki pribadi), tapi sharing (berbagi),” sambung Ben.

 

Traveling Spontan Ala “Late Millennial”

Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang

Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang. Photo Credit: contentcareer.com

Berbeda dengan generasi lainnya, milenial punya kebiasaan tersendiri ketika menyiapkan perjalanan wisata atau traveling ke luar kota. Dilansir dari liputan6.com, Lilik Purwandi selaku Peneliti Alvara Research Center mengatakan kebanyakan milenial punya perencanaan keuangan dalam jangka pendek. Hal tersebut membuat mereka gemar melakukan traveling secara spontan.

 

Menurut Lilik, kebiasaan traveling secara spontan pada milenial juga didukung kemudahan akses di era digital.  Saat ini hampir setiap hal bisa diakses secara online. Tak heran mereka mampu mulai bepergian kapan dan di mana saja.

 

Akan tetapi, tidak semua milenial gemar melakukan traveling spontan. Kebiasaan ini biasanya hanya dilakukan late millennial. Milenial yang sudah berkeluarga umumnya lebih sering merencanakan liburan secara matang. Early millennial dikatakan terbiasa mempersiapkan rencana liburan dari beberapa bulan silam.

 

”Bakal ada perubahan konsumsi nantinya semisal (milenial) sudah berkeluarga,” ucap Lilik, dikutip dari liputan6.com, Jumat (1/11/2019).

 

Lilik juga berpendapat bahwa perubahan pola konsumsi akan terjadi seiring pergantian tahun. Milenial bakal mengalami pergeseran faktor pemilihan berbagai aspek perjalanan. Salah satu contohnya seperti urusan akomodasi.

 

 

Tempat Liburan yang Biasa Dikunjungi Milenial

Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang

Menilik Kebiasaan Milenial yang Gemar Traveling Spontan Tanpa Pikir Panjang. Photo Credit: travelmynation.in

Alvara Research diketahui pernah merilis data terkait destinasi kesukaan kaum milenial. Sebagian besar tempat yang disebutkan dalam data tersebut kabarnya hampir sama dengan destinasi halal yang pernah dicanangkan pemerintah. Hal ini disampaikan Lilik saat dirinya diwawancarai Liputan6 Oktober tahun lalu.

 

“Yang jelas ada di data itu Yogyakarta, Bandung, Malang, Lombok, dan Bali,” ungkap Lilik, dikutip dari liputan6.com.

 

Menurut Lilik, biaya menjadi salah satu alasan terbesar mengapa tempat-tempat tersebut ramai dikunjungi wisatawan milenial hingga sampai saat ini. Laporan destinasi favorit milenial ini juga disebut-sebut menjadi bukti bahwa pariwisata lokal masih lebih disukai masyarakat luas.

 

Meski begitu, wisatawan yang pergi liburan ke luar negeri umumnya mendatangi negara-negara Asia Tenggara. Alasannya karena jarak yang relatif dekat dan ongkos liburan yang terbilang murah. Masyarakat juga dikatakan lebih tertarik menyambangi negara tetangga karena tidak ada kewajiban untuk membuat visa.

 

Demikian informasi seputar kebiasaan traveling secara spontan ala milenial. Semoga penjelasan di atas bisa menambah wawasan dan pengetahuan lo seputar dunia traveling.  Wisatawan milenial tentu bebas menentukan gaya yang dipilih ketika traveling, baik itu secara spontan maupun perencanaan matang. Siapapun berhak memilih gaya yang disuka bergantung pada selera dan kondisi yang ada. Selamat liburan ya bro!

 

Feature Image -  noobie.com

In Depth Beginner solo traveling

8 COMMENTS

SHARE
Kristian Mustafa
Hidup itu perlu Hiburan,kurang piknik bahaya loh bro.
ditra nugraha
wah tanpa mikir resiko atau kurang duit nih
Yudha Pratama
Wihh mantap
dephy
ga semua traveler berani traveling spontan sesuai keinginan mereka langsung
Cecep Jajang
Pengen liburan kuy
AMBO SOLLE
Mantap kali ya
Yuniarto ( Tato )
Jogja kyanya lebih Murah dari yg Lain...Kulinernya juga g terlalu mahal
arief
Nice iNFO Gan