3 Tren Traveling Baru yang Diprediksi Akan Booming dan Hype di 2020 Ini!

Walau mungkin tidak terlalu ramai di Indonesia - tapi tiga tren traveling ini cukup ramai di luar sana, lho. Sila simak selengkapnya di bahasan kali ini ya!

3 Tren Traveling Baru yang Diprediksi Akan Booming dan Hype di 2020 Ini!

 

Sebagai catatan nih bro. Yang namanya tren traveling itu bisa saja tidak selalu sama di setiap negara. Kalau di Amerika dan Eropa tengah tren space tourism – di Asia belum tentu, terlebih di Indonesia. Jadi, cukup berwarna-warni tren traveling yang terjadi dalam satu tahunnya.

 

Seperti yang sedang terjadi di Eropa sekarang ini – setidaknya ada tiga tren traveling yang baru muncul dan diprediksi akan jadi hype serta viral karena dinilai cukup mumpuni untuk anak muda di sana. Namun, jika dilihat dari tiap trennya – ini sudah ada juga di Indonesia.

 

Kalau bicara tren traveling ya bro – itu tidak selalu dan tidak mesti sebuah hal baru. Bisa jadi, hal tersebut adalah hal yang konvensional – namun bungkusnya saja yang diperbaharui. Pembaharuan tersebut biasanya tidak lepas dari kemajuan serta perkembangan teknologi yang ada.

 

Seperti tiga tren traveling yang dinilai akan hype di Eropa dan sekitarnya. Tiga tren traveling tersebut sepertinya sudah biasa terjadi di Indonesia – namun, mungkin dengan kebiasaan yang berbeda, hal tersebut menjadi hal baru buat mereka.

 

 

Tiga tren traveling yang ada di sana kemarin, jika ditelisik lebih dalam, ternyata dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya adalah short-term accommodation. Hal tersebut adalah hal yang mendukung tiga tren traveling yang ada.

 

Eits, jadi penasaran ya – apa saja sih tren traveling yang dimaksud? Daripada makin penasaran – sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

***

 

Kebangkitan Dari Microlidays

3 Tren Traveling Baru yang Diprediksi Akan Booming dan Hype di 2020 Ini!

3 Tren Traveling Baru yang Diprediksi Akan Booming dan Hype di 2020 Ini! credit: shorttermrentalz.com

Namanya unik ya? Sekilas mungkin istilah tersebut berasal dari gabungan dua kata yaitu micro dan holidays. Percaya atau tidak – ada beberapa orang yang sibuk, tapi tetap berusaha untuk mendapatkan short escape.

 

Dari perjalanan dinas atau bisnisnya – mereka sebisa mungkin mengatur waktu 1-3 hari untuk tetap bisa berlibur dan traveling di antara kesibukan yang ada. Nah, kebetulannya – peluang ini akhirnya juga dimanfaatkan oleh berbagai pengelola akomodasi penginapan.

 

Biasanya – mereka yang mengelola homestay atau penginapan sejenisnya – meluangkan 1-3 hari juga untuk membiarkan rumahnya disewa untuk tempat menginap traveler sementara. Ini jadi win-win solution sih. Buat para traveler – mereka bisa dapat pengalaman traveling yang lebih, dan buat pengelola akomodasinya – tentu mereka cuan.

 

Percaya atau tidak – hal seperti ini cukup berkembang pesat di awal tahun 2020 ini. Namun, tidak mengatakan juga tren traveling yang satu ini akan bertahan. Karena banyak sekali tren traveling lainnya yang berkemungkinan juga berkembang dengan baik.

 

Well, kalau dilihat dari namanya juga – microlidays – jika diartikan secara harfiah, memang bisa jadi berarti liburan yang singkat. Oleh karena itu, waktu satu sampai tiga hari – menurut mereka cukup untuk menambah pengalaman travelingnya.

 

Buat Para Penjunjung Tinggi Idealisme: Slow Travel

3 Tren Traveling Baru yang Diprediksi Akan Booming dan Hype di 2020 Ini!

3 Tren Traveling Baru yang Diprediksi Akan Booming dan Hype di 2020 Ini! credit: standart.co.uk

Sudah pernah dibahas sebelumnya – Slow Travel adalah salah satu tren traveling yang digandrungi oleh traveler millennials. Hal ini disebabkan oleh tren traveling ini menjunjung tinggi idealisme, sama seperti kebanyakan anak muda sekarang ini.

 

Menurut mereka – traveling itu tidak bisa dilakukan hanya sebentar, satu atau dua hari saja – mesti lebih. Mereka tentu ingin bereksplorasi lebih jauh. Banyak dari mereka ingin mendapatkan ‘konektivitas yang lebih dalam’ di tempat mereka berada.

 

Slow Travel sendiri adalah tren traveling yang sangat berbanding terbalik dengan suka dilakukan oleh ‘turis-turis awam’. Mereka yang menganut slow travel – tentu berusaha untuk menguak dan mengetahui semua keindahan alam serta berbagai kearifan lokal yang ada di destinasi wisata tersebut.

 

Nah, Slow Travel ini juga ikut mendukung warga lokal untuk membuka pintu mereka agar banyak traveler yang bisa menginap di rumah-rumah mereka. Tidak jauh dari microlidays – para pengelola homestays senang dengan tren traveling seperti ini.

 

Bagaimana tidak – selain memang cuan dan terkenal – traveler millennials punya idealisme tersendiri jika sedang berpetualang. “live like locals” atau hidup seperti warga lokal di tempat-tempat yang lo kunjungi. Menarik sih ini bro! Apakah lo sudah pernah coba tren traveling yang satu ini?

 

Untuk Mereka yang Eksklusif: Luxury Treats

3 Tren Traveling Baru yang Diprediksi Akan Booming dan Hype di 2020 Ini!

3 Tren Traveling Baru yang Diprediksi Akan Booming dan Hype di 2020 Ini! credit: kiplinger.com

Tren traveling yang satu ini cukup berbeda dari dua tren di atas nih. Pasalnya – kalau dua tren traveling di atas menjunjung tinggi bagaimana mencoba hidup sederhana layaknya warga lokal – kalau yang satu ini adalah untuk mereka yang menjunjung tinggi eksklusifitas!

 

Pasalnya, traveler yang satu ini akan rela untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk mencoba menginap di tempat-tempat penginapan yang eksklusif. Baik bentuknya hotel atau pun homestay – idealisme mereka adalah membayar dengan harga apapun yang penting dapat pengalaman traveling yang baik.

 

 

Tiga tren traveling di atas juga dinilai adalah salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi mikro yang ada di masyarakat lokal.

 

Wah bagaimana nih bro? Dari tiga tren traveling yang di atas – apakah sudah ada yang lo lakukan?

 

Source – shorttermrentalz.com

Feature Image – cntraveler.com

Trending Beginner solo traveling solo backpacker

12 COMMENTS

SHARE
Agung Sutrisno
Kayaknya cocok deh mencoba hidup sederhana layaknya warga lokal
Hari Tristiyanto
.akasih infonya.. baru tau ttg slow travel
Kristian Mustafa
Keren bro.
ditra nugraha
msakin banyak aja istilah liburan
dephy
traveling sesuai kantong yang kita miliki,,beradaptasi sesuia jaman sekarang tapi jangan sampai menghilangkan jati diri di era milenial sekarang ini
Yuniarto ( Tato )
Slow Travel,perlu di coba tu....
Cecep Jajang
Wiih mantap bener nih tempat
Arip Munandar
kalo menurut gue sih, yang biasa traveling microliday untuk ke arah luxury treat, tapi yang bosan luxury bisa mencoba ke live like local. hee
Solech.21
Lokalan di desa gak kalah juga
SRI YAYA ASTUTI
Traveling dengan cara berbeda dengan biasanay akan menjadi lebih menarik karena kita akan mendapat pengalaman baru serta tantangan baru pula