Arti Dibalik Istilah Musim Liburan Low, High, dan Peak Season yang Perlu untuk Lo Ketahui!

Pasti lo sudah asing lagi dengan istilah musim liburan seperti low, high, dan peak season bukan? Namun apakah lo sudah tahu arti sebenarnya? Simak saja artikel ini untuk menemukan jawabannya!

Arti Dibalik Istilah Musim Liburan Low, High, dan Peak Season yang Perlu untuk Lo Ketahui!

Sebagai seorang traveler tentunya merencanakan liburan dari jauh-jauh hari merupakan salah satu cara paling efektif untuk bisa merealisasikan kegiatan yang mampu membuang jauh-jauh rasa penat lo. Tak hanya itu saja, lo juga harus tahu kapan waktu terbaik untuk melakukannya. Karena dengan waktu tepat, tentunya liburan lo sendiri akan semakin berkesan. Nah, ada loh beberapa istilah liburan yang penting untuk lo ketahui.

 

Tentunya lo pernah mendengar kalau memesan tiket lebih murah ketika low season. Nah, sebenarnya istilah liburan hanya itu saja? Masih ada kok istilah lainnya, seperti high season dan peak season. Untuk itu di dalam artikel ini akan membahas sebenarnya apa sih arti di balik ketiga istilah tersebut dan seberapa besar sih pengaruhnya terhadap liburan lo kelak.

 

 

Dibilang penting memang iyaa, karena lo jadi bisa lebih efisien dalam berlibur. Daripada lo semakin penasaran mengenari istilah-istilah tersebut, langsung saja simak beberapa informasinya di bawah ini. Semoga bisa berguna dan bermanfaat yaa, akan sangat disayangkan apabila momen liburan lo akan terbuang secara sia-sia.

 

Istilah Musim Libur – Low Season

Arti Dibalik Istilah Musim Liburan Low, High, dan Peak Season yang Perlu untuk Lo Ketahui!

Arti Dibalik Istilah Musim Liburan Low, High, dan Peak Season yang Perlu untuk Lo Ketahui! Credit: .hotelcabanastulum.com

 

Sudah tidak asing lagi dengan istilah ini bukan? Namun apakah lo sudah benar-benar tahu arti serta maknanya? Karena bukan hanya sekedar lo akan mendapatkan harga yang lebih murah loh ketimbang musim liburan lainnya.

 

Low season sendiri paling mudah ditandai dengan momen-momen di luar masa libur nasional maupun internasional. Tak heran apabila musim liburan ini akan lebih sepi ketimbang musim libur lainnya. Alasannya pun cukup sederhana, karena pada masa tersebut orang-orang sedang sibuk beraktivitas bukan berlibur. Tentunya beberapa keuntungan bisa lo dapatkan.

 

Keuntungannya saat lo memutuskan untuk berlibur ketika low season ialah dengan harga yang jauh lebih murah. Dengan kata lain lo bisa memangkas cukup banyak budget liburan. Pasalnya mulai dari harga transportasi seperti pesawat, hotel dan tiket tempat wiata akan cenderung lebih murah.

 

Selain itu juga banyak promo-promo akan bermunculan, suasana liburan low season juga akan jauh lebih sepi, sehingga lo akan lebih mudah atau leluasan untuk mengeksplor banyak hal. Lo juga tidak perlu terlalu khawatir untuk memesan hotel, sebab banyak kamar yang masih tersedia di musim liburan ini.

 

Kemudian lo juga bisa menghemat banyak waktu untuk liburan tanpa harus menghabiskan waktu untuk mengantri di tempat wisata. Secara umum, low season di Indonesia dimulai dari bulan September hingga awal Desember atau pertengahan Januari hingga April.

 

Istilah Musim Liburan – High Season

Arti Dibalik Istilah Musim Liburan Low, High, dan Peak Season yang Perlu untuk Lo Ketahui!

Arti Dibalik Istilah Musim Liburan Low, High, dan Peak Season yang Perlu untuk Lo Ketahui! Credit: globalkomunika.com

 

Berbeda dengan low season, musim liburan sangat bertolak belakang loh. Perbedaan yang cukup mencolok ialah musim libur ini akan jauh lebih ramai serta juga bertepatan dengan momen liburan nasional. High season juga merupakan momen yang paling sering digunakan oleh para wisatawan dan bertepatan di akhir tahun.

 

Ambil contoh saja, banyak dari wisatawan dengan kondisi negara yang dingin akan lebih memilih untuk berlibur atau melancong ke negara tropis. Selain itu, masa-masa liburan seperti long weekend dan imlek juga masuk loh ke dalam high season.

 

Jumlah orang yang cukup banyak untuk berlibur pada musim liburan ini juga menyebabkan harga tiket pesawat, hotel dan tempat wisata akan melonjak naik karena permintaan meningkat. Apalagi kalau lo memilih destinasi wisata yang populer. Kenaikan harganya bisa mencapai 30% hingga 50 % dari harga normal.

 

Walaupun begitu, high season masih sering menjadi pilihan favorit bagi para wisatwan, pasti hotel serta tiket pesawat akan fully booked. Oleh karena itu, lo benar-benar harus mempersiapkan budget lebih bila dibandingkan musim liburan lainnya.

 

Tak hanya itu saja, ketika high season lo juga harus bersiap untuk mengatri panjang untuk bisa masuk ke tempat wisata atau untuk membeli tiket masuk. Jalanan menuju tempat wisata pun akan cederung macet. Sehingga jangan heran atau kaget yaa.

 

Selain itu, ketika high season akan lebih banyak objek wisata yang buka. Bahkan lebih panjang disertai dengan banyaknya event yang diadakan. Sehingga liburan lo pun akan lebih ramai serta berwarna, kalau lo seorang ekstrovert, musim liburan ini sangat cocok sekali.

 

Istilah Musim Liburan – Peak Season

Arti Dibalik Istilah Musim Liburan Low, High, dan Peak Season yang Perlu untuk Lo Ketahui!

Arti Dibalik Istilah Musim Liburan Low, High, dan Peak Season yang Perlu untuk Lo Ketahui! Credit: /thetravelhack.com/

 

Bisa dikatakan juga kalau musim liburan ini tidak memiliki banyak perbedaan dengan high season, perbedaannya peak season akan jauh lebih ramai lagi. Sehingga lo akan dengan mudahnya untuk menemukan tempat wisata dipenuhi banyak orang hingga membludak. Berdesak-desakan di tempat wisata dan berebut tiket tempat wisata atau kamar hotel menjadi hal yang akan lo hadapi.

 

Kalau misalkan lo harus memilih mengambil liburan di peak season, lo harus bersiap-siap untuk mengeluarkan uang yang cukup banyak. Hal tersebut dikarenakan harga transportasi maupun tempat penginapan akan jauh lebih tinggi.

 

Beberapa tujuan wisata internasional sendiri biasanya akan mengalami kenaikan harga yang bertambah hingga 250% dari harga normal. Yaap, memang sangat gila sih. Biasanya peak season sendiri mulai dari tanggal 20 Desember hingga 10 Januari. Kalau memang lo enggak mau terjebak peak season, sangat disarankan untuk menghindari liburan nasional, natal dan tahun baru. Jangan pernah direct booking yaa ketika musim liburan ini, coba untuk membeli tiket dari jauh-jauh hari!

 

**

 

 

Jadi bagaimana dengan istilah musim liburan di atas? Kira-kira lo termasuk orang yang suka berlibur pada saat low season, high season, atau peak season? Bagikan jawaban atau opini lo di kolom komentar yaa! Teruslah bersemangat dan jangan berhenti mengeksplorasi beragam keindahan di dunia ini!

 

Source: bobobox.co.id

 

 

 

Featured Image: ticketmachupicchu.com

 

                             

Trending Beginner solo traveling

7 COMMENTS

SHARE
Hilman rusdiyanto
Info bagus
Kristian Mustafa
Nice Info.
Firgiawan
Peak season terjadi Biasa Di Musim Libur panjang Seperti Hari Raya Idul Fitri
Yuniarto ( Tato )
Baru tau nih
Agung Sutrisno
Merencanakan liburan dari jauh-jauh hari merupakan salah satu cara paling efektif
Iksan
info menarik nih
Cecep Jajang
Info yang sangat penting untuk menjadi tau