Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini?

Sebagian besar pelancong masih sering menghabiskan waktu liburan dengan cara backpacking, terutama milenial. Apa yang membuat backpacking masih digemari banyak orang hingga kini? Cek jawabannya di bawah bro!

Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini?

Dewasa ini, milenial dikatakan menjadi generasi sering melakukan traveling. Banyak pelancong berusia muda tertarik menjelajahi berbagai tempat indah di dalam maupun luar negeri untuk mendapat pengalaman berkesan. Berhubung penghasilan rata-rata kaum milenial belum begitu besar, sebagian besar dari mereka menjajal aktivitas jalan-jalan dengan cara backpacking.

 

Sensasi petualangan yang ditawarkan aktivitas backpacking dianggap serasi dengan sifat milenial. Traveler muda umumnya mencoba traveling untuk melepas jenuh atau stres yang menumpuk dalam kepala. Mereka membutuhkan hal ini untuk mengalihkan pikiran dari rutinitas harian yang monoton atau tekanan pekerjaan yang berat.

 

Jumlah milenial yang traveling dengan backpacking ternyata relatif banyak. Berdasarkan penelitian kolaborasi Airy Rooms dan YouGov Research yang dimuat dalam laman kumparan.com, sebanyak 30 persen milenial masih gemar berlibur secara backpacking. Data ini terlampir dalam laporan berjudul “Airy Budget Travel Insight 2020”.

 

Backpacker Milenial dan Hotel Bujet

Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini?

Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini? Photo Credit: roughguides.com

Berbicara tentang backpacking, milenial biasanya memilih hotel bujet sebagai tempat penginapan. Laporan Airy Rooms dan YouGov Research tadi juga menunjukkan bahwa keputusan ini dipengaruhi oleh biaya menginap hotel bujet yang murah. Mereka pun bisa menghemat pengeluaran selama liburan.

 

Selain itu, pelancong muda juga senang bermalam di hotel bujet karena lokasinya cukup strategis. Terlebih jika hotel tersebut memberlakukan potongan harga atau promosi kepada setiap pengunjungnya. Menurut VP Marketing Airy Ika Paramita, pelancong Indonesia cukup bijak dalam menentukan tempat penginapan.

 

Dilansir dari kumparan.com, Ika mengatakan traveler Indonesia tidak hanya menjadikan harga murah sebagai pertimbangan dalam memilih akomodasi penginapan. Menurutnya, banyak traveler lokal yang tetap memilih hotel berdasarkan faktor kenyamanan, lokasi, dan kebersihan. Sekitar 39 persen orang masih memprioritaskan kebersihan. Sementara itu, jumlah orang yang mengutamakan kenyamanan dalam akomodasi  dikatakan mencapai 36 persen.  

 

 

Kota-kota di Asia dengan Biaya Hidup Murah

Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini?

Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini? Photo Credit: expertvagabond.com

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, para backpacker tentu perlu memerhatikan ongkos atau biaya saat melakukan traveling. Lo wajib mengetahui apakah tempat yang didatangi benar-benar menawarkan biaya hidup murah atau tidak. Dilansir dari detik.com, agen asuransi perjalanan asal Inggris Travel Insurance baru saja merilis laporan bertajuk “Backpacker Index – The Cheapest Cities to Visit in Asia”.

 

Laporan tersebut menampilkan peringkat kota di Asia berdasarkan biaya harian untuk bermalam di hostel, tarif naik kendaraan umum sebanyak dua kali, ongkos makan di tempat wisata lokal sebanyak tiga kali, serta biaya konsumsi bir lokal tiga kali dalam sehari.

 

Kota yang menduduki peringkat teratas dalam daftar ini adalah Hanoi di Vietnam. Total biaya yang perlu disiapkan wisatawan untuk menjalani rangkaian kegiatan yang sudah dipaparkan di atas adalah 14,24 pound sterling atau setara dengan Rp 253.000. Cukup murah bukan?

 

Posisi kedua ditempati oleh kota Vientieni yang berasal dari negara Laos. Wisatawan diperkirakan menghabiskan biaya harian sebesar 14,73 pound sterling atau sekitar Rp 264.000. Di bawahnya, ada kota Vietnam dengan total anggaran harian 15,16 pound sterling atau sekitar 270.000.

 

Kota Yangon di Myanmar menduduki peringkat keempat dengan total biaya 15,64 pound sterling atau setara Rp 278.000. Setelah itu, ada kota Pokhara asal Nepal yang bertengger di posisi kelima dengan ongkos harian 15,74 pound sterling atau sebesar Rp 280.000. Mantap bukan?

 

Daftar ini juga diketahui memuat dua kota asal Indonesia bro, yakni Jakarta dan Bali. Jakarta menempati posisi kedua belas dengan biaya harian sebesar 19,24 pound sterling atau sekitar Rp 348.000. Sementara itu, Kuta Bali menduduki peringkat ketujuh belas dengan ongkos harian 21,67 pound sterling atau sekitar Rp 392.000

 

Tips Lancar Jalan-jalan dengan Cara Backpacking

Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini? 

Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini? Photo Credit: theculturetrip.com

Sebelum berangkat backpacking, ada baiknya lo mengetahui beberapa hal penting agar perjalanan liburan berjalan lancar. Apa sajakah hal-hal yang perlu diingat dan dipersiapkan pelancong untuk backpacking? Dilansir dari tempo.co, berikut adalah 3 tips jalan-jalan backpacking bagi pemula

 

1. Membawa Barang untuk Pertolongan Pertama

Untuk mengantisipasi hal tak terduga, traveler perlu menyiapkan barang-barang terkait penanganan kesehatan. Bawalah peralatan yang mudah dibawa seperti perban, antiseptik, obat pribadi, dan lain-lain. Keberadaan barang-barang ini akan menambah kesiapan lo bila sewaktu-waktu mengalami kejadian tak terduga.

 

2. Menaruh Uang di Tempat Terpisah

Uang sangat diperlukan backpacker untuk bisa melakukan berbagai aktivitas liburan. Oleh sebab itu, lo disarankan menyimpan uang di tempat terpisah agar aman sepanjang liburan. Uang yang diletakkan secara terpisah cukup efektif menurunkan risiko kehilangan dalam jumlah banyak. Pasalnya, persediaan uang lo kemungkinan bakal tetap ada karena posisinya berada di tempat berbeda.

 

3. Menjaga Komunikasi dengan Orang Lain

Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini?

Mengapa Backpacking Masih Digemari Banyak Orang Hingga Kini? Photo Credit: dreamstime.com

Menjaga komunikasi selama bacpacking adalah hal yang wajib dilakukan setiap pelancong. Lo perlu rutin menghubungi orang terdekat mengingat perjalanan memakan waktu lama serta tujuan belum begitu jelas. Oleh sebab itu, kabari teman atau orang terdekat dengan pesan singkat karena hal ini berkaitan dengan keamanan diri. Beri tahu mereka soal posisi terkini atau rencana perjalanan berikutnya.

 

 

Demikian informasi seputar backpacking serta alasan mengapa milenial banyak menyukainya. Semoga penjelasan di atas menambah wawasan serta menginspirasi lo untuk lebih sering jalan-jalan kala liburan. Jangan lupa untuk menjajal traveling dan bersenang-senang ya bro!

Feature Image - stocksy.com

In Depth Beginner solo backpacker

6 COMMENTS

SHARE
Ldr_Lstyd
Bener juga nih
Agung Sutrisno
Dengan bajet yg sesuai Traveller milenial, untuk mengalihkan pikiran dari rutinitas harian yang monoton atau tekanan pekerjaan yang berat, backpacking sangat cocok dijalankan.
Agus Sungkawa
Karena sensasinya..bikin ambyar
Yumna Aditya Prakoso
nice info gan
arief
makasih infonya
Cecep Jajang
Keren tapi harus punya mental baja