MAR 29, 2018

7 Tips Sebelum Membeli Teropong Binocular atau Monocular Yang Perlu Lo Ketahui Bro!

Ingin tahu informasi mengenai teropong dan jenis-jenisnya? Cek saja informasinya di bawah ini bro. Selamat membaca!


Teropong merupakan alat yang bisa lo andalkan ketika ingin melihat benda-benda yang letaknya sangat jauh. Mengenai jenisnya, teropong terdiri dari 2 bagian, ada yang bonocular atau memiliki 2 lensa kembar dan ada juga yang monocular atau hanya memiliki satu lensa.

Untuk menemukan teropong yang tepat, hal pertama yang harus lo lakukan adalah, menentukan kekuatan teropong itu sendiri, misalnya saja 6x24, 7x50, 8x42, 10x42 hingga 12x36. Kedua nomor tersebut menunjukkan pembesaran dan menyatakan diameter lensa objektif.

Pembesaran

Ilustrasi Teropong. Credit sites.google.com

Untuk menentukan nilai pembesaran, bisa dilihat dari nilai yang berada di bagian depannya. Contohnya saja 6x24 yang berarti, nilai pembesarannya 6x. Nomor ini sendiri mengindikasikan tentang pembesaran gambar yang dilihat melalui teropong.

Teropong perbesaran lower biasanya mereka yang 7x dan lebih rendah memungkinkan untuk bidang pandang yang lebih luas.  Yang biasanya digunkan untuk menargetkan benda jauh seperti kapal, pada saat berburu binatang jadi lebih mudah.

Dengan bidang pandang yang lebih luas juga akan mempermudah lo dalam mengikuti gerakan objek yang diamati.  FYI, anggapan jika memilih angka pertama lebih besar akan menguntungkan, sebenarnya kurang tepat. Pasalnya, bagaimanapun juga pemilihan pembesaran harus melihat target dan medan yang akan digunakan, bukan hanya semata perlebaran bidang pandang saja.

Ukuran Lensa

Illustrasi Teropong. Credit :shopgoodwill.com

Setelah nilai pembesaran, jangan lupa untuk menentukan diameter lensa objektif dalam milimeter (mm). Nilai ini terlihat dari angka dibelakangnya. Contohnya saja, 6x24, maka dibaca, pembesaran lensa mencapai 6x dengan diameter lensa mencapai 24mm.

Biasanya, teropong dengan lensa 24mm lebih banyak digunakan oleh pengguna pribadi. Ukurannya sendiri lebih kecil, bahkan bisa masuk dalam saku celana. Makin besar ukuran lensa, maka makin besar pula bidang pandang yang bisa Lo dapatkan dari lensa itu sendiri.

Sesuaikan Dengan Kebutuhan

Ilustrasi Teropong. Credit: pinterest.com

Setelah menentukan nilai pembesaran dan ukuran lensa yang dibutuhkan, saatnya untuk menentukan teropong mana yang akan digunakan. Biasanya, untuk keperluan pribadi lo hanya butuh lensa dengan nilai 6x24 dan 7x50 saja. Sedangkan nilai lebih tinggi, biasanya digunakan oleh militer atau organisasi lainnya.

Perlu diperhatikan, pertimbangkan juga penggunaan bahan dan bobot total teropong itu sendiri. Memang teropong dengan kualitas baik harganya akan jauh lebih mahal ketimbang teropong biasa, tapi setidaknya lo sudah mencegah pemborosan karena membeli teropong yang tidak sesuai dengan kebutuhan awal.

Desain Teropong Porro Prisms Dan Roof Prisms

Contoh Teropong Porro Prisms. Credit: m.indonesian.alibaba.com/

Terdapat dua jenis teropong yaitu porro prisms dan roof prisms. Keduanya menggunakan image erecting prisms untuk memberikan gambar yang jernih.

Teropong poro prisms biasa juga disebut juga sebagai teropong tradisional . Teropong jenis ini memiliki prisma offset, dan dikenali dari tabung teropong yang berbentuk “V”. Teropong reversed porro prisms, di sisi lain, memungkinkan bentuk teropong kompak yang mudah digenggam dan mudah dikenali dari bentuk tabung teropong yang terbalik.

Teknologi yang digunakan dalam teropong poro prisms menghasilkan teropong dengan bidang pandang yang luas dengan lensa objektif yang terpisah cukup jauh. Teropong jenis ini menyediakan kedalaman persepsi yang baik.

Ketika membeli teropong poro prisms, lo mendapatkan barang terbaik sesuai apa yang sudah lo bayar bro. Namun perlu diketahui kalau jenis teropong ini tidak memiliki ketahanan yang lama.

Bila teropong roof prisms umumnya memiliki bentuk lebih kompak dari teropong poro prisms dan memiliki bentuk tabung parallel berbentuk silinder sehingga menjadikannya lebih kompak dan tahan lama.

Eye Relief

Contoh Eye Relief. Credit: authorizedboots.com

Banyak yang bertanya apa yang harus dilakukan jika memakai kacamata saat menggunakan teropong. Kebanyakan teropong dirancang untuk memungkinkan lo melihat dengan nyaman bahkan saat masih memakai kacamata. Ini dilakukan dengan menyediakan eye relief yang lebih panjang.

Eye relief mengacu pada jarak gambar yang di proyeksikan dari lensa ke titik fokus, dengan jarak bervariasi dari 5 mm hingga 23 mm.  Jika lo ingin menggunakan teropong dengan kacamata, coba aja mencari teropong yang memiliki eye relief minimal 15 mm.

Bidang Pandang

Ilustrasi Teropong. Credit: wideopenspaces.com

Bidang pandang atau field of view mengacu pada ukuran jendela tampilan. Pada dasarnya, ini mengacu pada dimensi terluas yang bisa dilihat dari teropong. Sebagian teropong diberikan lensa unik untuk memberikan bidang pandang lebih besar dari teropong lain dengan pembesaran yang sama.

Teropong wide-angled umumnya lebih disukai jika lo mencoba mengamati objek di kerimbunan hutan, atau bisa juga dengan mengamati benda yang bergerak dengan cepat.

Disarankan untuk membeli teropong dengan pembesaran yang lebih rendah jika bidang pandang lebar, penting untuk aktivitas lo, atau membeli teropong wide-angled sebagai gantinya.

Membersihkan Teropong

Ilustrasi Kain Micro Fabe. Credit: id.aliexpress.com

Saat lensa terlihat kotor, pertama-tama cobalah untuk meniup debu dan kotoran yang terlihat sebelum menggosokkan sesuatu pada lensa teropong. Jika dengan meniup masih gagal, gunakan alat pembersih lensa seperti pena lensa atau alat pembersih lensa. Lap dengan lembut kotoran atau bitnik-bintik yang terdapat pada lensa teropong.

Jika kotoran masih membandel, seperti bitnik-bintik air kering, lo bisa menggunakan uap dari nafas lo dan lap dengan kain micro-fabe. Jangan gunakan kaos atau kain sembarangan dalam menggosok lensa lo, karena akan meninggalkan goresan yang tidak akan hilang.

Kesimpulan

Dalam membeli teropong harus liat keperluan lo juga bro. Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih teropong ialah pembesaran (magnification), besar aperture, dan desain teropong. Lalu harus diperhatikan juga cara perawatannya, jangan sampai salah karena akan mengakibatkan gambar lo akan terganggu.

Jadi bagaimana bro dengan informasi yang ada diatas? Semoga lo sudah dapat memilah-milih dalam pembelian teropong. Karena sebuah efesiensi dan efektifitas sangat penting, supaya lo tidak mudah tertipu dan mendapatkan pilihan cocok untuk lo.

 

 


Please login to comment
4 COMMENTS
Sunaryo Widodo
March 30, 2018 at 6:42 AM

Keren banget teropongnya...


yogo purwanto
April 2, 2018 at 8:56 AM

keren bgt


yogo purwanto
April 3, 2018 at 8:29 AM

pengen punya 1


Hengky kik
April 9, 2018 at 1:39 AM

mantaaap