Karena Hal Ini Puncak Candi Borobudur Jadinya Ditutup

Sedih banget kalau lokasi wisata yang jadi sorotan dunia ditutup akibat ulah manusia yang tidak paham soal aturan. Pengunjung Candi Borobudur kini sudah nggak lagi bisa berkeliling candi itu sampai ke puncak, karena dibatasi hanya bisa ke lantai delapan saja. 

Karena Hal Ini Puncak Candi Borobudur Jadinya Ditutup

Balai Konservasi Borobudur (BKB) selaku unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa per tanggal 13 Februari 2020 lalu, pihak BKB membatasi kunjungan pada teras lantai 9 dan 10.  Pembatasan ini berlaku untuk semua jenis kunjungan, mulai dari yang bersifat umum, hingga paket melihat sunrise dan sunset sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 

Ternyata hasil temuan dari tim BKB penutupan puncak Candi Borobudur akibat aksi vandalisme pengunjung. Jadi ada banyak bekas permen karet yang menempel pada bebatuan Borobudur. Duh, miris banget.

Selain itu, banyaknya pengunjung yang melanggar peraturan, seperti memanjat dan menduduki stupa, membuat bagian lapik stupa menjadi tergerus atau aus, sehingga timbul kerusakan hingga 30 persen.

Ada 3.000 Noda Permen Karet

Karena Hal Ini Puncak Candi Borobudur Jadinya Ditutup

Kepala BKB, Tri Hartono mengungkap fakta miris di Candi Borobudur. Jadi bro, ternyata hasil penemuan tim BKB ada ribuan noda permen karet yang menempel di bebatuan Candi Borobudur. Nggak tanggung-tanggung, jumlahnya sampai 3.000. "Itu dari vandalisme pengunjungnya yang di pengamatan kita dan selalu kita lakukan pembersihan. Ada semua, teras stupa," kata Tri Hartono. 

Gegara kejadian itu, tim BKB kini Candi Borobudur dilengkapi perangkat pengawasan supaya aksi vandalisme tak terulang. Sebab, berkaca dari kasus yang terjadi, aksi vandalisme ribuan permen karet itu sama sekali nggak terdeteksi. 

Untuk itu, BKB memutuskan kunjungan dibatasi sementara hanya boleh sampai lantai delapan. Tapi perlu dicatat, wisata Candi Borobudur nggak ditutup secara menyeluruh, lo masih bisa datang kok, tapi ya itu tadi, nggak bisa sampai puncak. 

Monitoring Keterawatan Batu Candi Borobudur

Karena Hal Ini Puncak Candi Borobudur Jadinya Ditutup

Selama lantai sembilan dan sepuluh ditutup, tim BKB melakukan monitoring terhadap bebatuan Candi Borobudur. Monitoring yang dilakukan meliputi struktur stupa teras dan stupa induk Candi Borobudur.

"Kegiatan monitoring meliputi monitoring keterawatan batu, monitoring kestabilan struktur, monitoring dampak kunjungan, dan monitoring lajur kerusakan nat batu struktur stupa induk," kata Kepala Seksi Konservasi BKB, Yudi Suhartono.

Dalam keterangan Kemendikbud disebutkan, perilaku pengunjung masih banyak dijumpai yang belum mendukung pelestarian candi, seperti duduk-duduk atau memanjat dinding atau pagar langkan candi atau stupa (padahal sudah diingatkan dan didekatnya ada papan peringatan), coret-coret, menggeser, mencungkil, hingga menggores.

Adapun yang membahayakan kelestarian batu-batu candi, membuang sampah sembarangan, menempelkan permen karet pada batuan candi, merokok dan mematikan puntung di batuan, serta menyelipkan puntung pada nat batuan candi.

Pemantauan Situs di Kawasan Borobudur

Karena Hal Ini Puncak Candi Borobudur Jadinya Ditutup

Pemantauan pada situs-situs di sekitar Candi Borobudur merupakan bagian dari monitoring kawasan Cagar Borobudur yang bertujuan untuk mengamati dan memantau aktivitas berkaitan dengan kondisi keterawatan situs, perubahan lahan dan bentang pandang, serta perubahan fasad bangunan tradisional. BKB sudah berencana melaksanakan pemantauan terhadap kondisi situs Plandi, Samberan, Bowongan, Brongsongan, dan Dipan yang telah selesai diekskavasi.

Khusus situs Brongsongan, sudah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional pada tahun 2014. Letaknya ada di Dusun Brongsongan, Kecamatan Borobudur dan diperkirakan berasal dari kerajaan Mataram Kuno (abad ke-7 sampai 10 M). Pada survei tahun 2010, dijumpai 2 buah yoni berbentuk persegi pada sebuah lahan kosong yang ditumbuhi rumput liar.

FYI bro, dalam buku Kama Sutra dan dalam kaitannya dengan batu candi, Yoni berarti pasangan lingga yang merupakan simbol dari alat kelamin wanita. Pasangan lingam-yoni dalam arti ini juga dikenal pada situs sejarah warisan dunia Mohenjo-daro di Pakistan. Yoni merupakan sebuah objek cekung atau berlubang, yang melambangkan kemaluan wanita. Objek ini merupakan lambang kesuburan. Di beberapa daerah di Indonesia yoni disebut juga lesung batu karena menyerupai sebuah lesung yang terbuat dari batu.

Trending Beginner Extreme solo traveling

12 COMMENTS

SHARE
Firgiawan
Sangat tidak Menghargai Banget nih Para Pengunjung Candi
Syaifullah gotola
Supeeeerrrrrrrrrrr
Agus Sungkawa
Semoga pengunjung sdr akan pnting nya sejarah,tugasnya yg menjaga akan kebersihan di area candi,semoga pengunjung lebih bijak,hrus d buat peraturan tegas,
Hilman rusdiyanto
Haduhhhh
agung
tq info ya
ditra nugraha
sedih, masih ada wisatawan yg kurang bheretika
Fandi c
Parah boss
Yuniarto ( Tato )
Waduh......dampaknya besar juga
Agung Sutrisno
Wisata yg ditutup akibat ulah manusia yang tidak paham soal aturan sangat memprihatinkan.
wildan
Makasih infonya