Serunya Bikepacking, Seni Mengemas dan Gowes Menyusuri Alam

Bikepacking bisa dibilang belum begitu populer di Indonesia. Ada sih yang sudah melakukan bikepacking alias traveling menggunakan sepeda. Tapi jarang banget. Bisa dihitung pakai jari kali ya. 

Serunya Bikepacking, Seni Mengemas dan Gowes Menyusuri Alam

Terlepas dari jalan-jalannya, bikepacking ini juga ternyata mengasah kemampuan lo dalam urusan mengemas segala peralatan untuk keperluan traveling dengan sepeda yang lo tunggangi. So, bisa dibilang, bikepacking juga seni dalam mengemas.

Bayangin aja, ketika lo memutuskan untuk bikepacking, semua peralatan harus 'nempel' di sepeda yang lo gowes. Selain itu, bobot tiap tas juga harus disesuaikan, artinya beban di sepeda juga harus seimbang. Jangan sampai ketika di jalan malah oleng.

Nah, kalau masalah mengemas sudah beres. Gowes menyusuri alam juga bakal terasa enjoy. Kalau di luar negeri, bikepacking biasanya dilakukan antar kota dan jalur yang dipilih juga melintasi panorama alam yang indah banget.

Tapi, sebelum lo memutuskan untuk bikepacking pastiin semua perlengkapan termasuk sepeda dalam kondisi prima. Lo juga harus cek kebugaran berangkat. Nih, coba deh simak apa aja yang harus lo perhatikan buat bikepacking.

Tata Letak Mengemas Barang

Serunya Bikepacking, Seni Mengemas dan Gowes Menyusuri Alam

Pengepakan seluruh peralatan harus diatur sedemikian rupa. Terpenting adalah menjaga bagian depan sepeda tetap dalam posisi rendah. Saran buat lo yang mau coba bikepacking, 'perabotan' yang bebannya berat harus ditaruh di bagian tengah bawah frame sepeda. Tujuannya untuk membuat sepeda stabil ketika berjalan.

Kemudian, bagian setang sepeda juga bisa lo isi dengan tas pengepakan bervolume sedang. Lalu lo bisa tambah lagi beban agak berat di bagian rak depan dan belakang. Nah dalam posisi ini, berat beban harus diperhatikan agar sepeda tetap seimbang.

Terakhir, lo harus meyakinkan kalau semua pengepakan yang nempel di sepeda diikat dengan kuat. Selain menjaga supaya nggak jatuh, ikatan-ikatan tas tadi juga membuat penampilan sepeda lo lebih rapi. Jika sudah, artinya lo siap meluncur!

Mengemas Peralatan Tidur

Mari diasumsikan perjalanan bikepacking akan menempuh jarak cukup jauh. Jika demikian, maka persiapannya adalah alas tidur dan tenda ringan. Di sini seni dalam mengemas dimulai.

Untuk menempatkan semua peralatan tidur atau camping, posisi setang sepeda menjadi spot terbaik untuk menyimpan beban. Atau jika memang kurang nyaman untuk berkendaranya, lo bisa taruh sebagian di bawah jok sepeda atau disimpan di keranjang beban. Seringnya, tas khusus alas tidur disimpang di bawah jok sepeda. 

Peralatan Dapur dan Makanan

Nah ini agak sulit untuk diakalin. Harus pintar-pintar karena semua peralatan masak yang masuk ke dalam pengepakan adalah barang solid. Artinya bukan item yang bisa dilipat. Terus gimana cara aturnya?

Barang-barang ini yang harus ditaruh di bagian frame sepeda paling rendah. Karena bebannya tadi yang sudah pasti berat. Jika sudah, sisa peralatan yang berukuran kecil bisa diletakkan di bagian sudut dan celah frame sepeda. Kalau bisa, lo nggak perlu bawa kompor portable, karena ada cara untuk bikin kompor dadakan seperti yang sudah pernah diulas sebelumnya.

Kompor dadakan itu berguna banget untuk perjalanan traveling tanpa repot harus bawa gas dan kompor. Belum selesai nih, bro. Untuk tas yang menyimpan makanan bisa ditaruh juga dibagian bawah jok sepeda. Tinggal diatur bagaimana posisinya, karena sudah diisi sama alas tidur tadi. 

Pakaian

Mirip dengan backpacking, semua pakaian yang dibawa harus dilipat atau digulung ke dalam tas. Paling tidak, pakaian bukan barang padat yang susah dilipat. Triknya adalah kemas pakain satu per satu dengan memasukkannya ke ruang kosong di dalam tas sepeda. 

Jaga lapisan tas untuk tidak tembus air hujan atau embun. Supaya mudah akses, pilihan tempatnya yakni di taruh di bagian depan atau belakang. Opsinya di bagian setang atau rak. Kemudian pakailah sepatu apa pun yang nyaman.

Tempat Minum

Satu atau dua botol cukup untuk dibawa menemani perjalanan bikepacking. Tapi tentunya, itu tergantung sepeda lo memiliki rak tempat minum berapa banyak.

Tapi lo bisa menambah jumlah rak botol minum di sepeda seperti di bagian belakang sadel. Lo juga bisa memasukan botol ke dalam tas, kalau memang masih ada ruang kosong. Jangan khawatir kehausan ya bro.

Oh iya, dalam perjalanan ini, lo perlu membawa headlamp dan penerangan sepeda lainnya. Sudah pasti lampu-lampu ini difungsikan ketika perjalanan malam hari. Perlu juga lo membawa perkakas untuk memperbaiki sepeda ketika menghadapi masalah di tengah jalan. Inget bro, cari bengkel nggak semudah membalikkan telapak tangan. Obeng, kunci inggris, sampai pompa harus masuk dalam tas yang dibawa dalam perjalanan. 

Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

8 COMMENTS

SHARE
Oki aria adinata
Jenis sepeda yang cocok apa ya untuk perjalanan jauh ...
Rio Fernandez Tamba
Keren nih infona
Rio Fernandez Tamba
Sepeda moror bg oki
Kristian Mustafa
Travel minim budget nih.
Hilman rusdiyanto
Niceinfo
ditra nugraha
nice info nih
agung
tq info ya
Yeni Kurniasih
Nice info