Destinasi Wisata Terasering di Majalengka, Sukses Bikin Lo Terpana!

Wisata alam yang hijau dan asri tentu bisa menyegarkan mata. Apalagi kalau jalan-jalan ke daerah persawahan, pemandangan hijau di luas lahan yang terbentang akan sukses bikin hati jadi tenang. Mau menikmati pemandangan hijau persawahan dengan teknik terasering yang menarik? Majalengka punya lokasi menarik tersebut, bro!

Destinasi Wisata Terasering di Majalengka, Sukses Bikin Lo Terpana!

Majalengka dikenal memiliki kondisi geografi yang sangat bagus untuk daerah pertanian. Nggak heran kalau Majalengka terkenal dengan destinasi wisata terasering yang mengagumkan. Kondisi alam yang masih hijau dan asri menjadikan lokasi terasering ini sering disambangi oleh para wisatawan.

Beberapa destinasi terasering di Majalengka ini sangat terkenal dengan keindahan alamnya. Tentu bisa dijadikan destinasi menarik untuk dikunjungi nih, bro!

Terasering Ciboer

Destinasi Wisata Terasering di Majalengka, Sukses Bikin Lo Terpana!

Image source: IG @_sekilaspotret

Terletak di Jalan Ciboer, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka. Terasering Ciboer memiliki pemandangan yang sangat indah karena berada di sebuah lembah yang latar belakangnya langsung menghadap ke Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat.

Di sini lo akan terpesona dengan pemandangan sawah hijau yang bertingkat, mirip dengan keindahan sawah di Bali. Untuk yang suka berfoto ria, banyak spot foto menarik yang bisa lo manfaatkan untuk mendapatkan gambar keren.

Oleh karena itu, jangan sampai nggak menikmati pemandangan indah ini ketika berkunjung ke Majalengka ya, bro. Wajib dicoba!

Terasering Panyaweuyan

Destinasi Wisata Terasering di Majalengka, Sukses Bikin Lo Terpana!

Image source: qupas.id

Nah, destinasi terasering satu ini cukup terkenal di berbagai media sosial para traveler, bro. Terasering Panyaweuyan yang terletak di Kecamatan Argapura ini juga memiliki pemandangan yang nggak kalah indahnya. Uniknya, lahan terasering ini memiliki tanaman yang beragam mulai dari ubi jalar, bawang merah, bawang putih, hingga padi-padian.

Berlokasi di lereng Gunung Ciremai, terasering ini memiliki tinggi kontur yang beragam. Mulai dari 400 mdpl sampai 2.000 mdpl, suasana sejuk pun bisa dinikmati di sini. Dengan pemandangan keindahan alam yang hijau dan lahan berundak-undak, lokasi ini memiliki sudut kemiringan mencapai 25 hingga 40 derajat.

Waktu yang pas untuk datang ke sini yaitu pada pukul 5.30 sampai 8 pagi, sebaiknya datang saat musim hujan karena tanaman sedang tumbuh hijau. Pancaran sinar matahari pagi ditemani dengan suasana sejuk bisa menyegarkan pikiran dan hati, bro. Ada juga spot khusus buat yang mau berfoto dengan latar belakang terasering ini, lho. Dijamin keren sih, bro!

Terasering Sawah Nangklak

Destinasi Wisata Terasering di Majalengka, Sukses Bikin Lo Terpana!

Image source: gramho.com

Masih ada lagi nih bro terasering yang terkenal di Majalengka, yaitu Terasering Sawah Nangklak. Lokasinya yang berada di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh ini konon sering disamakan dengan terasering yang ada di Ubud, Bali.

Persawahan Nangklak ini juga selalu hijau karena memiliki sumber air yang berlimpah yang berasal dari Gunung Ciremai, kecuali saat panen ya, bro. Jadi sebaiknya jangan datang pada waktu panen bro, nanti nggak bisa lihat pemandangan berwarna hijau yang menyegarkan.

Nah, beberapa destinasi terasering di Majalengka tersebut bisa lo jadikan referensi wisata alam penghilang penat, bro. Apalagi dengan tarif murah, lo bisa menikmati pemandangan indah yang mewah!

 

Source: alampriangan.com
hipwee.com
Urban Places Beginner Extreme solo traveling

10 COMMENTS

SHARE
Yumna Aditya Prakoso
keren gan
dephy
sungguh indah sekali
Hilman rusdiyanto
Mantabbb
Kristian Mustafa
Luar biasa indah.
Agus Sungkawa
Alam pegunungan yang masaih alami,semoga yg berkunjung slu menjaga akan keindahan dan kelesatraian
arief
menyejukan mata pemandangan sawahnya
wildan
sejuk liatnya, mantap nih tempatnya
Yuniarto ( Tato )
Bagus ni
Agung Sutrisno
Wisata alam yang hijau dan asri tentu bisa menyegarkan mata
Fajar Satritama
Kesini kuy