Misteri Hilangnya San Rafael, Air Terjun Tertinggi di Ekuador

Bagaimana bisa aliran air terjun tiba-tiba menghilang? Mungkin kejadian seperti ini agak susah dipercaya, tapi hal ini benar terjadi adanya. Simak pembahasan berikut!

Misteri Hilangnya San Rafael, Air Terjun Tertinggi di Ekuador

San Rafael Waterfall, air terjun tertinggi di Ekuador tiba-tiba menghilang secara misterius. Kejadian ini pertama kali diungkapkan oleh NASA setelah mengamati daratan Benua Amerika menggunakan citra satelit. Dan saat ini yang tersisa dari air terjun San Rafael hanyalah tiga aliran sungai baru yang mengalir di bagian hulu Sungai Coca.

Beberapa sumber juga menyatakan bahwa menghilangnya San Rafael Waterfall terjadi setelah kemunculan lubang misterius di Sungai Coca dan diduga menelan sebagian sumber airnya. Tapi, para ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup (MOE) Ekuador meyakini kalau air terjun tersebut menghilang karena ada perubahan medan di hulu Sungai Coca yang telah mengalihkan pola aliran sungai.

Sampai saat ini, penyebab terjadinya hal tersebut masih menjadi perdebatan. Ada yang berpendapat hal itu terjadi karena fenomena alam, sedangkan sebagian lagi menganggap hal itu disebabkan oleh konstruksi hydropower plant di sungai. Dari pemerintah Ekuador sendiri dalam waktu dekat belum memiliki rencana merekonstruksi air terjun San Rafael supaya dapat kembali mengalir deras.

Objek Wisata Utama

Misteri Hilangnya San Rafael, Air Terjun Tertinggi di Ekuador

Air terjun tertinggi di Ekuador ini memiliki panjang aliran sejauh 45,7 meter ke dasar sungai di bagian hilirnya. San Rafael Waterfall mengalir di persimpangan Pegunungan Andes dan Amazon Basin. Sungai Coca sendiri menjadi pemasok utama debit air terjun tersebut. Pemandangan hutan hujan lebat yang hijau dan asri pun bisa terlihat di sepanjang Sungai Coca.

Nah, karena pemandangannya yang super keren itu juga yang menjadikan San Rafael Waterfall objek wisata utama di Ekuador. Setiap tahunnya, Sun Rafael Waterfall didatangi oleh puluhan ribu wisatawan, bro. Sayangnya, setelah secara misterius menghilang, seluruh akses pariwisata menuju San Rafael Waterfall telah ditutup. Ekuador pun bahkan harus merelakan fenomena alam terbaiknya hilang secara misterius. Wah, sangat disayangkan ya, bro.

Ulah Manusia yang Merusak Lingkungan

Salah satu pendapat yang diyakini melatarbelakangi hilangnya San Rafael Waterfall ini adalah keberadaan hydropower plant di sekitarnya. Hydropower plant atau pembangkit listrik tenaga air (PLTA) tersebut merupakan pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Biayanya yang relatif rendah menjadikannya sumber yang kompetitif untuk energi terbarukan.

Memang sih hydroplant ini bisa menjadi alternatif energi ramah lingkungan karena menghasilkan energi terbarukan. Tapi, kalau pembangunannya nggak berwawasan lingkungan, tentu hal itu malah bisa merusak alam dan lingkungan sekitarnya.

Dengan nggak menerapkan konsep pembangunan berwawasan lingkungan, malah menyebabkan air terjun raksasa ini jadi berhenti mengalir. Dampaknya pun juga akan dirasakan manusia dan alam sekitar, nggak hanya pasokan listrik saja yang hilang, melainkan keberadaan ekosistem alam air terjun yang ikut terancam karena kehilangan salah satu unsur abiotiknya.

Dari kejadian ini, memang sebaiknya kita sebagai manusia harus bisa lebih peduli lagi dengan alam serta lingkungan sekitar. Cukup dengan menerapkan pembangunan berwawasan lingkungan, maka alam bisa dapat terus lestari. Semoga San Rafael Waterfall di Ekuador bisa cepat pulih ya, bro!

 

Source: phinemo.com
Wilderness Beginner Extreme solo traveling

4 COMMENTS

SHARE
wildan
Inspiratif banget infonya, makasih
Kristian Mustafa
Nice Info
Agus Sungkawa
Setiap pembangunan hrus berwawasan lingkungan
Panjul nikilos
memanh alam tidak bisa di produksi