Lebih Dekat dengan Ganasnya Balap Truk di Reli Dakar

Kebayang nggak kalau truk besar ikut balap di lintasan berpasir?  Ternyata seru juga lho ajang balap truk di hamparan jalur berpasir. Iya, ajang balap truk yang menegangkan ini dikenal dalam ajang Reli Dakar. Untuk yang belum tahu, Reli Dakar ini ada tiga kelas, yakni untuk mobil, motor dan satu lagi truk.

Lebih Dekat dengan Ganasnya Balap Truk di Reli Dakar

Untuk kelas mobil sendiri terdiri dari kendaraan berat kurang dari 3.500 kg. Dari situ dibagi lagi menjadi beberapa kategori, mulai dari Group T1 sampai T5. Apa sih artinya? Untuk T1 masih dibagi lagi sesuai dengan tipe mesin (bensin atau diesel) dan jenis Penggerak Roda (penggerak roda 2 atau penggerak roda 4).

Group T2 terdiri dari, yang dibagi lagi menjadi kategori mesin bensin dan diesel. Group T3 Group adalah Kendaraan Ringan. Lalu untuk kelas di atas bobot kendaraan 3.500 kg dibagi menjadi beberapa kategori seperti Kelas Seri Produksi (T4-1), Kelas Modifikasi (T4-2) dan Kelas T5 (Kelas Truk dengan dukungan tertentu).

Satu tim dalam ajang Reli Dakar truk ini akan menempuh jalur yang tidak biasa. Di tengah padang pasir, truk-truk besar ini adu kecepatan untuk sampai garis finish paling awal. Tidak jarang di tengah rute balap, mengalami beberapa kendala. Ada yang truknya terbalik hingga selip ban di jalan berpasir.

Meski demikian, pedal gas truk berbobot lebih dari 3.000 kg itu tetap diinjak dalam-dalam. Seperti apa sih sejarahnya?

Sejak 1991

Lebih Dekat dengan Ganasnya Balap Truk di Reli Dakar

Pada tahun 1991, Hino Motors menjadi pembuat truk Jepang pertama yang bersaing di Dakar Rally. Perlombaan ini terkenal ganas karena dianggap sebagai reli paling melelahkan di dunia dan beberapa tahun hanya 20,5% pesaing mencapai garis finish. Pada tahun 2020, tim Hino menyelesaikan reli untuk ke-29 kalinya secara berturut-turut sejak pertama kali ambil bagian.

Pada tahun 1997, tim Hino mengejutkan dunia dengan sapuan tiga posisi teratas dalam kategori truk secara keseluruhan. Hino kemudian mencatat banyak hasil peringkat tinggi lainnya termasuk tiga runner-up karena terus menjadi pesaing utama di kelas truk Reli Dakar.

Dari 1996 hingga 2002, Hino mendominasi sebagai pemenang kelas 10 liter. Kelas ini dihapuskan sebelum dipulihkan pada tahun 2005, setelah itu Hino kembali mengambil gelar. Dua tahun kemudian, Hino kembali meraih mahkota kelas pada reli 2007 dan meraih kemenangan beruntun 11 tahun dari 2010 hingga 2020.

Kisah Kehidupan Sopir Truk Balap Reli Dakar

Dua tahun lalu, salah satu pembalap utama Hino Team Dakar Rally, Teruhito Sugawara berkunjung ke Indonesia. Pria kelahiran 1972 itu turut hadir dalam pagelaran GIIAS 2018 lalu. Dia datang untuk meramaikan booth Hino yang juga mejeng di pameran otomotif tersebut.

Pada kesempatan itu, Sugawara berbagi pengalaman dan cerita mengenai keterlibatannya dalam reli paling ganas di dunia ini. Sugawara bukan pembalap sembarangan bro, di pernah juara sebanyak dua kali di tahun 2010 dan 2011 dalam gelaran Reli Dakar.

Hino Team Sugawara sendiri menambah rekornya yang cemerlang pada tahun 2018 menurunkan dua kendaraan Hino 500 Series atau New Generation Ranger. Balapan itu melintasi 3 negara di benua Amerika Selatan, antara lain Peru, Bolivia dan Argentina.

Sebagai pembalap yang sudah banyak makan asam garam, Sugawara berhasil finis di peringkat ke enam atau dua peringkat lebih tinggi dari tahun sebelumnya di kategori truk umum. Finis yang dicapai luar biasa di tengah persaingan ketat dan didominasi oleh truk-truk kelas berat dengan mesin yang lebih besar melampaui 10 liter.

Pada balapan tahun 2018, Hino berhasil mempertahankan tradisi juara 9 kali berturut–turut di kelas under 10 liter. Capaian ini bisa dibilang nyaris tidak pernah gagal mencapai garis finish selama 27 tahun keikutsertaannya di Reli Dakar.

Sugawara sendiri pertama kali terjun di Reli Dakar pada tahun 1997. Dulu, dia belum menjadi pembalap, melainkan sebagai mekanik ayahnya yang merupakan pembalap tertua di Reli Dakar saat ini. Nama ayah Sugawara yaitu Yoshimasa Sugawara. 

Di setiap balapan reli, Sugawara yang merupakan mekanik selalu berupaya keras untuk memberikan performa kendaraan yang terbaik bagi timnya. Hasilnya pada tahun 2005 Sugawara baru dipercaya untuk menjadi pembalap tim kedua. Dia jadi satu-satunya tim ayah dan anak yang berlaga di lintasan Reli Dakar.

Seperti disampaikan sebelumnya, kerja keras Sugawara berbuah manis di tahun 2010 dan 2011. Dia berhasil meraih gelar juara Reli Dakar untuk kelas under 10 Liter. Sejak itulah Sugawara menggantikan posisi ayahnya untuk menjadi pembalap utama Hino Team Dakar Rally. Motivasinya tidak pernah luntur, meski sudah menjadi pembalap utama. Dia selalu ingin memberikan balapan yang terbaik selama lomba.

 

Source: https://www.youtube.com/watch?v=hao2Cl7G-QQ 
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
Yumna Aditya Prakoso
mantap gan
SRI YAYA ASTUTI
TRUCK - TRUCK KEREN
Yuniarto ( Tato )
Seru ni pastinya
ditra nugraha
nice info gan
Hilman rusdiyanto
Manttaapb
Firgiawan
Gila Banhet
Agus Sungkawa
Kejuaran dunia mobil truk
Agung Sutrisno
Seru bila truk besar ikut balap di lintasan berpasir
Cecep Jajang
Extrime pasti ini