Kelar Pandemi, Pulau Sabu di NTT Wajib Jadi Destinasi Traveling Lo!

Pandemi COVID-19 memang masih belum usai, rasa rindu akan traveling pun juga nggak usai-usai ya, bro? Daftar destinasi wisata yang mau dikunjungi pun semakin banyak. Nah, sepertinya lo juga harus memasukkan Pulau Sabu di NTT ke dalam daftar tersebut, bro. Simak penjelasannya berikut ini!

Kelar Pandemi, Pulau Sabu di NTT Wajib Jadi Destinasi Traveling Lo!

Berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia memang nggak pernah mengecewakan setiap orang, bro. Keindahan alam dan budaya yang ada selalu membuat siapa saja takjub dibuatnya. Termasuk destinasi wisata di wilayah timur Indonesia, beragam pulau dengan keindahan laut biru akan membuat lo langsung terpesona.

Provinsi Nusa Tenggara Timur seperti yang diketahui memang mempunyai banyak destinasi wisata yang menakjubkan. Nggak hanya Labuan Bajo, pulau Rinca, dan pulau Padar, tapi pulau-pulau kecil lainnya di NTT juga nggak kalah memesona, bro. Salah satunya adalah pulau Sabu, yang merupakan pulau kecil di antara pulau Sumba dan pulau Timor.

Setelah pandemi ini berakhir, traveling ke pulau Sabu di NTT ini seperti menjadi pilihan yang menarik sih, bro. Berikut ini beberapa alasan mengapa pulau Sabu wajib jadi destinasi wisata selanjutnya, bro!

Akses ke Pulau Sabu Cukup Gampang

Kelar Pandemi, Pulau Sabu di NTT Wajib Jadi Destinasi Traveling Lo!

Untuk menuju pulau Sabu, lo bisa memilih tiga akses masuk, yaitu lewat Kupang di pulau Timor, Ende di pulau Flores, dan Waingapu di pulau Sumba. Ketiga kota ini bisa dijangkau dari Jakarta, namun sementara ini hanya Kupang saja yang bisa ditempuh dengan direct flight.

Kalau memilih berangkat dari Kupang, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 4-18 jam lewat jalur laut, tergantung jenis kapal yang digunakan. Selain dengan kapal, lo juga bisa naik pesawat perintis dari ketiga kota tadi menuju pulau Sabu.

Pulau Sabu Punya Banyak Pantai Eksotis

Kelar Pandemi, Pulau Sabu di NTT Wajib Jadi Destinasi Traveling Lo!

Nggak hanya menikmati keindahan satu pantai, di pulau Sabu ini lo bisa mengeksplorasi banyak pantai, bro. Mulai dari pantai Napae, pantai Wae, pantai Kepo, pantai Rae Mea, pantai Seba, pantai Ege, pantai Raijua, pantai Lobohede, pantai Menanga, dan masih banyak lagi. Masing-masing pantai pun punya daya tarik yang berbeda.

Kalau mau puas menjelajahi beberapa pantai di pulau Sabu, lo bisa meluangkan waktu selama sehari penuh untuk mengunjunginya. Idealnya dalam satu hari, lo bisa mendatangi 4-5 pantai. Tertarik nggak, bro?

Kelabba Madja Menjadi Ikon Pariwisata Pulau Sabu

Kelar Pandemi, Pulau Sabu di NTT Wajib Jadi Destinasi Traveling Lo!

Pulau Sabu juga memiliki ikon wisata yang nggak bisa dilewati kalau lagi berkunjung kesana. Kelabba Madja merupakan destinasi yang menyuguhkan pemandangan hamparan bukit dan lembah berwarna-warni bak lukisan raksasa.

Di sini lo bisa melihat perpaduan warna cokelat, merah bata, abu-abu, dan selingan warna hijau pepohonan dan biru langit, yang membuat Kelabba Madja tampak begitu eksotis. Di salah satu sudut terdapat tumpukan batu yang mirip seperti jamur sehingga menjadi spot favorit untuk berfoto.

Melihat Proses Pembuatan Garam Menggunakan Kerang Kima

Selain keindahan alam yang menakjubkan, aktivitas yang dilakukan oleh warga setempat juga menjadi salah satu daya tarik unik. Ternyata, pulau Sabu menjadi salah satu penghasil garam terbaik di Indonesia.  Para petani garam yang ada di pulau Sabu mengendapkan garam dengan memakai daun lontar dan juga kerang kima. Menarik banget kan, bro?

Biasanya, para petani memproduksi garam untuk kebutuhan mereka sendiri, meski ada juga yang menjualnya. Salah satu yang menjadi lokasi pembuatan garam dengan kerang kima ini ada di pantai Menanga, bro. Boleh dikunjungi saat ke pulau Sabu ya, bro.

Kampung Adat Namata Sebagai Tujuan Wisata Budaya

Nah, setelah berwisata alam, yang wajib menjadi tujuan selanjutnya adalah wisata budaya, bro. Kampung adat Namata menjadi salah satu wisata khas dari pulau Sabu. Seperti halnya kampung adat di lokasi lain, di sini lo diizinkan masuk dan bertanya seputar seluk beluk kampung kepada tetua adat.

Di kampung ini juga terdapat batu-batu megalitikum yang tampak tersusun rapi sebagai tempat pemujaan para leluhur dan lokasi melakukan ritual adat. Berdasarkan aturan setempat, ada beberapa batu yang dilarang untuk difoto oleh pengunjung. Tetap harus mengikuti aturan ya, bro!

Pasti sudah semakin nggak sabar untuk segera pergi ke pulau Sabu di NTT ya, bro? Tapi harus bersabar dulu nih, untuk sementara waktu dimasukkan dulu aja ke bucket list jalan-jalan lo. Traveling-nya setelah pandemi usai aja, ya!

 

Source: idntimes.com
Wilderness Beginner Extreme solo traveling

10 COMMENTS

SHARE
arief
Makasih infonya
SRI YAYA ASTUTI
semoga pandemi ini cepat berakhir. Amin
ditra nugraha
langsung gasss!
Hengky  kik
Semoga Covid-19 segera sirna biar bisa travelling lagi
Panjul nikilos
Wow detinasi yang sangat buagus untuk di taklukkan
Agus Sungkawa
Amazing banget broo
Dewandaru Krisna Wisnu
Semoga pandemi ini segera berhir
Fajar Satritama
Langsung di obrolin inima di group whatsap
Firgiawan
Wawwwww Gas Ahh
Cecep Jajang
Info bagus