Salar de Uyuni, Cermin Alami Terbesar di Dunia

Seberapa besar cermin yang ada di rumah lo, bro? Empat meter persegi? Enam meter persegi? Delapan meter persegi? Nah, di tempat yang satu ini, lo bisa melihat cermin alami raksasa dengan luas sekitar 11.000 kilometer persegi, bro. Cermin yang satu ini berupa hamparan padang garam yang terisi air saat musim penghujan. Amazing!

Salar de Uyuni, Cermin Alami Terbesar di Dunia

Dunia memang memiliki berbagai macam tempat dengan keunikannya masing-masing. Saking uniknya, terkadang muncul berbagai fenomena yang sangat sulit diterima dengan akal sehat. Salah satunya Salar de Uyuni di Bolivia, Amerika Selatan.

Nama Salar de Uyuni

Salar de Uyuni, Cermin Alami Terbesar di Dunia

Satu lagi fenomena alam yang sangat unik dan harus lo ketahui, bro. Salar de Uyuni, hamparan padang garam terbesar sekaligus cermin alami terbesar di dunia. Dilansir dari laman obscura, luas Salar de Uyuni mencapai sekitar 11.000 kilometer persegi.

Nama Salar de Uyuni sendiri diambil dari dua bahasa yang berbeda, yaitu kata Salar yang dalam bahasa Spanyol berarti garam. Sedangkan, kata Uyuni diambil dari bahasa Aymara, salah satu bahasa masyarakat Bolivia yang berarti hamparan. Uyuni juga merupakan sebuah nama kota di sekitar hamparan garam yang sangat luas tersebut. Maka, Salar de Uyuni bisa diartikan sebagai hamparan garam yang luas atau hamparan garam di dekat Kota Uyuni.

Sejarah Terbentuknya Salar de Uyuni

Salar de Uyuni, Cermin Alami Terbesar di Dunia

Terletak di daerah dataran tinggi Altiplano, Bolivia, hamparan padang garam ini terbentuk oleh beberapa danau purba yang berubah bentuk sekitar 40.000 hingga 25.000 tahun yang lalu. Dilansir laman kompas, danau purba tersebut bernama Danau Minchin dan diperkirakan pernah menutupi sebagian besar wilayah barat daya Bolivia, bro.

Seiring berjalannya waktu, danau tersebut kemudian mengering secara bertahap, karena minimnya aliran air sungai. Hingga kemudian menjadi Danau Poopo dan Danau Uru-uru yang masih eksis hingga saat ini. Sisa-sisa danau purba yang mengering telah menjadi hamparan garam yang sangat luas seperti sekarang ini.

Kandungan garam Salar de Uyuni disebut-sebut berasal dari  mineral di pegunungan yang larut oleh hujan di masa lampau dan bercampur dengan air danau. Garam yang tidak ikut menguap terus mengendap dan akhirnya memenuhi dasar Danau Minchin hingga menjadi Salar de Uyuni.

Fenomena Cermin Raksasa

Fenomenanya yang sangat unik dan jarang sekali ditemukan di tempat lain, membuat danau ini selalu dipadati wisatawan setiap tahunnya. Ketika musim hujan, air menggenangi hamparan garam yang sangat luas ini. Namun, kedalamannya sangat dangkal, sekitar 15 sampai 50 cm saja, sehingga bisa di pijakkan kaki dan dilalui kendaraan. Hamparan danau garam dangkal inilah yang menghasilkan refleksi seperti cermin raksasa.

Kejernihan airnya mampu memantulkan pemandangan yang sebelumnya sudah indah menjadi lebih menakjubkan dan sangat mempesona. Pantulan langit biru dan gumpalan awan di siang hari membuat ilusi yang sangat sempurna dan tak akan lo temukan di tempat lain, bro.

Dari sudut pandang yang ideal, seseorang yang berdiri di atas Salar de Uyuni seolah berdiri di tengah-tengah cermin yang sangat luas. Beberapa orang yang melihat foto ini pasti mengira ini editan, padahal fenomena ini sangat nyata dan bisa ditemukan di Salar de Uyuni.

Kehadiran spesies unik di sekitar Salar de Uyuni menambah daya tarik tempat fenomenal ini. Dari puluhan spesies unik, burung Flamingo yang paling terlihat mencolok di hamparan padang garam yang luas ini. Warna merah jambunya membuat pemandangan di tempat ini sangat terasa unik dan sangat menggemaskan. Tercatat ada tiga spesies Flamingo Amerika Selatan, yaitu Flamingo Chili, Andes dan James.

Bagaimana informasi terkait Salar de Uyuni yang sangat fenomenal? Menarik banget kan, bro? Semoga bisa menjadi referensi destinasi traveling lo selanjutnya ya. Mungkin lo pernah mengunjungi destinasi serupa di Indonesia? Ceritakan di kolom komentar ya, bro.

 

Referensi www.atlasobscura.com
travel.kompas.com
Wilderness Beginner Extreme solo traveling

13 COMMENTS

SHARE
Yumna Aditya Prakoso
pingin ke sana
arief
Luar biasa ciptaanMu, kereen
wildan
sungguh menakjubkan , luar biasa indahnya ciptaan Mu
agung
tq info ya
ditra nugraha
makasih infonya
Yuniarto ( Tato )
luar biasa nih
Cecep Jajang
Kapan bisa kesana
Dewandaru Krisna Wisnu
Very nice
Agus Sungkawa
fenomena yang sangat sulit diterima dengan akal sehat
Panjul nikilos
Informasi yg sangat ciamik