Petirtaan Watugede, Tempat Pemandian yang Punya Cerita Sejarah Menarik

Air yang jernih berkolaborasi dengan udara yang sejuk membuat suasana di petirtaan Watugede terasa sangat menyegarkan dan menenangkan jiwa. Konon, seorang Putri kerajaan jawa kuno yang terkenal dengan kecantikannya pernah mensucikan diri di tempat ini lho, bro. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Petirtaan Watugede, Tempat Pemandian yang Punya Cerita Sejarah Menarik

Petirtaan Watugede atau Petirtaan Ken Dedes berlokasi di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Petirtaan suci ini letaknya kurang lebih sekitar dua kilometer dari Candi Singosari. Konon kabarnya, situs ini pernah dijadikan tempat mensucikan diri Putri Ken Dedes lho, bro.

Nggak heran, kalau tempat ini juga populer dengan sebutan petirtaan Ken Dedes. Segelintir orang juga mempercayai dengan mandi atau bersuci di tempat ini bisa mendatangkan berkah dan awet muda, bro. Berikut ini beberapa informasi terkait petirtaan Watugede yang sangat menarik dan kaya akan nilai sejarah.

Suasana Petirtaan Watugede

Petirtaan Watugede, Tempat Pemandian yang Punya Cerita Sejarah Menarik

Image source: indonesiakaya.com

Rimbunnya pepohonan membuat udara di petirtaan Watugede terasa sangat asri dan menyejukan. Dilansir laman Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur,  petirtaan ini memiliki luas bangunan 112,5 meter persegi dengan luas lahan mencapai 2.516 meter persegi, bro. Para ahli memperkirakan petirtaan Watugede sudah ada sejak abad ke-14 masehi. Masih dari sumber yang sama, kesimpulan tersebut didapat dari latar sejarah petirtaan dan juga gaya hiasannya yang sangat khas.

Saat menyambangi ke dalam petirtaan, lo pasti bakal melihat kolam kuno berbentuk persegi panjang berukuran sekitar 22,50 x 18 meter dengan dua pancuran atau yang akrab disebut jaladwara. Dinding kolam ini dibuat dari batu bata kuno dan beberapa bagian batanya sudah tidak utuh lagi, bro.

Hiasan Petirtaan Watugede

Petirtaan Watugede, Tempat Pemandian yang Punya Cerita Sejarah Menarik

Image source: indonesiakaya.com

Kolam ini memiliki sebuah tangga batu yang memudahkan pengunjung masuk ke dalam kolam. Uniknya, salah satu batu pada tangga memiliki permukaan yang berlubang-lubang, dengan jarak lubang yang sangat rapi, bro. Konon, lubang pada batu tersebut menjadi penunjuk waktu bagi putri-putri raja yang sedang mandi di kolam tersebut. Batu tangga yang berlubang tersebut dikenal dengan nama Watu Dakon.

Beberapa arca juga terlihat menghiasi tepian kolam yang memancarkan air dari mulutnya. Kabarnya, air yang memancar dari mulut arca tersebut nggak pernah kering walau di tengah musim kemarau lho, bro.

Tempat Bersuci Ken Dedes

Petirtaan Watugede, Tempat Pemandian yang Punya Cerita Sejarah Menarik

Image source: indonesiakaya.com

Konon, Petirtaan Watugede ini merupakan Taman Boboji atau tempat mensucikan diri Putri Ken Dedes, istri Tunggul Ametung penguasa kerajaan Tumapel kala itu, bro. Pada saat itu, Ken Dedes biasanya bersuci di petirtaan ini sebelum sembahyang di Candi Sumberawan. Jarak dari petirtaan Watugede ke Candi Sumberawan sendiri diperkirakan lebih dari 5 kilometer, bro.

Hukum Pancung untuk Penyusup

Di dalam area petirtaan ini juga ada sebuah sumur dan palinggih yang kerap dijadikan sebagai tempat meletakkan sesaji bagi para umat Hindu. Tak jauh dari sumur tersebut, juga terdapat tiga buah batu yang konon sering dijadikan sebagai batu pengasah pedang, bro. Pedang yang diasah tersebut merupakan senjata yang digunakan untuk melaksanakan hukum pancung. Duh, extreme banget ya, bro.

Hukuman pancung tersebut konon diberikan kepada lelaki yang nekat menyelinap masuk ke dalam area pemandian. Sebab, pemandian ini hanya boleh dikunjungi oleh Putri Raja beserta dayang-dayangnya saja. Tak hanya itu, di dekat sumur juga terdapat gua yang berfungsi sebagai tempat berlindung bagi para putri saat bahaya mendekat. Sayangnya, gua ini sekarang telah berada dalam kondisi tertutup, bro.

Tetap hargai dan hormati peraturan tempat ini saat berkunjung ke tempat ini ya, bro. Penduduk sekitar pun meyakini petirtaan Watugede ini masih dijaga oleh Ken Dedes hingga saat ini. Tertarik berkunjung, bro?

 

Referensi : travelingyuk.com kebudayaan.kemdikbud.go.id
Urban Places Beginner Extreme solo traveling

7 COMMENTS

SHARE
Yumna Aditya Prakoso
wuihh joss
Cecep Jajang
Ini baru joooss
Hilman rusdiyanto
Mantabbb
Yuniarto ( Tato )
Ada mistisnya juga nih
arief
Keren kita wajib menjaga kelestariannya
nugraha
cerita yg menarik bos
Agung Sutrisno
Petirtaan Watugede misteri kekayaan alam Indonesia kaman dahulu kala