Cara Mengirim Sinyal SOS Saat Lo Tersesat di Alam Bebas

Hilang arah di luasnya hutan belantara pastinya bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Selain bertahan hidup, lo juga harus bisa mengirimkan sinyal SOS agar segera mendapat pertolongan, bro.

Cara Mengirim Sinyal SOS Saat Lo Tersesat di Alam Bebas

Aktivitas di alam liar memang selalu menghadirkan tantangan yang luar biasa, bro. Cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu dan sulitnya medan menjadi tantangan yang harus dihadapi para petualang. Tersesat di alam liar pun menjadi resiko yang bisa saja menghampiri saat beraktivitas di luasnya hutan belantara.

Saat situasi hilang arah di tengah liarnya hutan seperti ini, lo harus ekstra waspada terhadap hewan buas dan sulitnya medan. Lo juga harus menghemat logistik yang tersisa untuk mencukupi kebutuhan sampai lo ditemukan oleh tim penyelamat atau warga desa setempat.

Agar bisa segera ditemukan saat tersesat di hutan belantara, lo bisa mengirimkan beberapa sinyal SOS berikut ini, bro. Sebelum mengirim sinyal SOS pastikan lo berdiri di tanah lapang, agar sinyal SOS yang lo kirimkan bisa menjangkau pandangan yang lebih luas.

Asap

cara mengirim sinyal sos dengan asap

Image source: asgmag.com

Jika lo merasa tidak tahu arah di hutan belantara pada siang hari, lo bisa menggunakan asap untuk mengirim sinyal SOS, bro. Kepulan asap dinilai lebih mudah terlihat oleh orang yang berada di sekitar saat siang hari dalam keadaan cuaca cerah. Pastinya lo juga harus membuat warna kepulan asap yang kontras dengan latar di sekitar lo, bro.

Jika lo berada di tanah lapang yang berwarna gelap, buatlah asap putih dengan cara membakar sebagian dedaunan hijau, lumut, atau bahan-bahan lembab lainnya. Sedangkan, jika lo berada di tempat yang terang, buatlah asap gelap dengan menggunakan karet, plastik, atau bahan-bahan sintetis lainnya.

Cermin

cara mengirim sinyal sos dengan cermin

Image source: yachtboatnews.com

Jika lo membawa cermin kecil dan matahari sedang bersinar terang, lo bisa memanfaatkannya untuk mengirimkan sinyal SOS, bro. Walaupun lo nggak membawa cermin kecil, lo bisa mencari benda lain yang bisa memantulkan cahaya matahari, seperti kaleng soda, sabuk yang mengkilat, atau benda-benda lain yang memiliki sifat serupa.

Perhatikan letak matahari dan posisi kemungkinan tim penyelamat berada. Setelah itu, pantulkan cahaya matahari yang bersinar terang ke posisi tim penyelamat. Pantulan cermin yang berkedip ternyata juga bisa dapat dilihat dengan baik oleh pesawat yang berada sampai 160 kilometer jauhnya lho, bro.

Cahaya

cara mengirim sinyal sos dengan cahaya

Saat berpetualang di alam bebas jangan lupa membawa senter untuk menjadi satu-satunya sumber cahaya ketika malam tiba. Selain itu, senter juga bisa dimanfaatkan saat kondisi darurat lho, bro. Oleh karena itu, pastikan lampu senter yang lo bawa terisi baterai penuh dan bisa menyala dengan terang.

Untuk mengirimkan sinyal SOS saat tersesat lo bisa mengedipkan lampu senter sebanyak 60 kali per menit, bro. Isyarat tersebut berarti menandakan bahwa lo memang benar-benar membutuhkan bantuan, dan bukan dikira ancaman akan terjadinya penembakan terhadap pesawat. Jadi, jangan sampai salah ya, bro.

Suara

Jika terlalu lelah berteriak lo bisa menggunakan peluit untuk memberikan sinyal darurat, bro. Yup, membawa peluit sepertinya sering diabaikan dari daftar barang bawaan saat berpetualang. Padahal benda mungil ini sangat bermanfaat saat situasi sulit seperti ini.

Selain lebih keras, peluit dapat terdengar hingga sejauh 1,6 kilometer, bro. Dalam keadaan darurat, lo bisa gunakan sandi morse dalam meniup peluit untuk memberi sinyal SOS kepada tim penyelamat. Caranya, tiup peluit dengan bunyi tiga pendek, tiga bunyi panjang, dan tiga bunyi pendek lagi (…—…). Sinyal ini telah disepakati oleh berbagai perjanjian internasional perihal keadaan darurat, bro.

Kain

Saat tersesat di hutan belantara lo juga bisa menggunakan kain untuk mengirimkan sinyal SOS lho, bro. Lo bisa menggunakan kain dengan warna yang kontras dengan lingkungan kalian atau warna yang kontras dengan warna hijau. Pasalnya, lo harus meletakan kain tersebut di atas semak belukar atau rerumputan yang identik dengan warna hijau. Warna yang kontras tentu saja akan memudahkan tim penyelamat mengetahui keberadaan lo saat tersesat, bro.

Selain itu, lo juga bisa meninggalkan jejak dengan menyobek sedikit kain dan mengikatnya pada batang pohon. Hal ini sangat berguna jika tim pencarian sedang menyusuri hutan mencari keberadaan lo, bro.

Benda-benda Alami

Jika lo membawa logistik yang sangat terbatas, lo bisa menggunakan benda-benda yang disediakan alam untuk mengirimkan sinyal yang mudah terlihat dari udara. Buatlah gundukan menggunakan tanah, dedaunan, batu-batu atau benda apapun yang ada disekitar lo sampai menghasilkan bayangan.

Gundukan ini menandakan bahwa ada seseorang di sana, sehingga tim penyelamat akan mengerti dan bayangan pada gundukan itu memberikan sinyal yang terlihat lebih besar. Buatlah gundukan yang melintang utara-selatan untuk mendapatkan fungsi bayangan dari matahari secara maksimal, bro.

So, itu dia beberapa sinyal SOS yang bisa lo kirimkan saat tersesat di hutan belantara. Semoga kita semua dijauhkan dari situasi tersebut dan semoga tips di atas bisa menambah wawasan dalam keadaan darurat. Tetap utamakan keamanan dan keselamatan saat berpetualang di alam bebas ya, bro.

 

Referensi : https://phinemo.com/sinyal-sos-di-gunung/
Tips Beginner Extreme solo traveling

8 COMMENTS

SHARE
ditra nugraha
makasih infonya, penting banget nih
agung
tq info ya
Cecep Jajang
Baru tau kalau gitu ya cara nya
Yumna Aditya Prakoso
mantappp gan
DEVI TRI HANDOKO
JANGAN PANIK
Mochammad Badrus Sholeh
Mantul rekan
Agung Sutrisno
Saat berpetualang di alam bebas jangan lupa utamakan keamanan dan keselamatan saat berpetualang
Rull
Kereeeen infonya