Nggak Ada Tebing, Rappelling di Jembatan Juga Bisa Kok, Bro

Adagium 'tak ada rotan akar pun jadi' sepertinya berlaku juga di dunia olahraga outdoor. Selalu ada aja ide-ide menarik untuk memuaskan hasrat melakukan kegiatan ekstrem, meski lokasinya kurang ideal.

Nggak Ada Tebing, Rappelling di Jembatan Juga Bisa Kok, Bro

Ini yang kadang dilakukan para pelaku rappelling. Jika pada umumnya rappeling dilakukan di tebing. Tapi karena tidak ada, kegiatan menuruni medan tinggi ke permukaan tanah inipun dilakukan di jembatan. Gokil kan?

Memang secara umum rappeling dilakukan menuruni tebing. Tapi, bukan berarti spot-spot ketinggian lain nggak bisa digunakan sih. Kegiatan ini sangat bergantung pada peralatan. Item paling vital yakni tali karmantel yang berfungsi sebagai jalur lintasan dan tempat bergantung saat menuruni tebing. Sama kok, rappelling di jembatan juga tali karmantel sangat dibutuhkan.

Meski berbahaya, pemahaman atau kemampuan menguasai teknik rappeling sangat diperlukan bagi para pecinta alam. 

Lokasi Jembatan untuk Rappelling

Nggak Ada Tebing, Rappelling di Jembatan Juga Bisa Kok, Bro

Image source: seribujendelahujan.wordpress.com

Ternyata rappelling di jembatan sudah biasa oleh para pegiatnya. Nggak ada yang keliru kok dengan rappelling di jembatan. Karena memang, secara definisi, rappeling itu teknik menuruni bidang vertikal dengan alat bantu utama berupa tali. Bidangnya macam-macam, terutama di tebing, menara, termasuk jembatan.

Di Yogyakarta ada spot rappelling yang belakangan ramai dikunjungi warga. Namanya Jembatan Babarsari. Nggak diketahui secara pasti sih siapa yang menginisiasi kegiatan ini di Jembatan Babarsari. Namun di tahun 1990-an, latihan Rappelling sudah populer di kalangan para pecinta alam dan pramuka

Tinggi jembatan Babarsari mencapai 20 meter dan membelah sungai Tambakboyo. Biasanya, jembatan digunakan untuk melakukan rappelling oleh komunitas pecinta alam di wilayah DIY khususnya Sleman.

Lokasi Rappelling di Jawa Barat

Di Jawa Barat  juga ada spot rappelling di jembatan. Lokasi tepatnya di Jembatan Cirahong, peninggalan Belanda di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Keunikan dari Cirahong yaitu memiliki 2 fungsi perlintasan.

Pada bagian atas, jembatan digunakan sebagai jalur khusus untuk Kereta Api arah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan susunan konstruksi baja rapat sehingga kuat untuk menopang beban kereta. Sedangkan fungsi kedua, Jembatan Cirahong didesain khusus untuk dilintasi oleh kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. 

Sejak saat itu, jembatan juga digunakan sebagai alternatif untuk tempat menuruni tebing tinggi. Dalam kondisi sekarang, perlu ditanamkan perilaku disiplin dalam menyiapkan peralatan seperti yang lengkap, termasuk keamanan.

Lokasi lain di Jawa Barat, aktivitas rappeling juga bisa dilakukan di Jembatan Kuning Bagbagan, Sukabumi. Lokasinya unik dan mengandung unsur sejarahnya.

Adalah Paguris (Petualangan Alam Gunung Rimba Sukabumi) yang berusaha menjadikan area Jembatan Kuning Bagbagan sebagai sebuah objek wisata. Tujuannya sederhana, untuk mendongkrak kembali sejarah dari jembatan tersebut. Serta menyampaikan pesan masyarakat berperan serta saling menjaga.

Jika memang lokasi ini jadi destinasi wisata, bakal banyak wahana yang diperkenalkan. Karena lokasi Jembatan Kuning Bagbagan juga dekat dengan Sungai Cimaja, maka potensi olahraga ekstremnya yakni rafting dan tubing. Nah, kalau mau menikmati keindahan alamnya dari ketinggian, konon akan ada flying Fox dan hammock. Seru kan, bro!

 

source: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/134777/tak-ada-tebing-jembatan-pun-asyik-buat-rappeling
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

7 COMMENTS

SHARE
agung
tq info ya
ditra nugraha
seru banget nih
Yuniarto ( Tato )
Seru Abisssss
Yumna Aditya Prakoso
ga berani
Agung Sutrisno
Definisi rappeling adalah teknik menuruni bidang vertikal dengan alat bantu utama berupa tali. Sering liat kalo pas lewat di jembatan babarsari jogja
Agus Sungkawa
Tetapi keselamatan yg utama di perhatikan .
Rdh
Kereeeen