Mengenal Hodophobia, Fobia yang Bikin Orang Takut Traveling

Traveling mungkin menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian orang ya, bro. Namun, nggak jarang juga yang malah merasa takut untuk bepergian. Bahkan hal ini sudah menjadi fobia, namanya adalah Hodophobia. Penasaran? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Mengenal Hodophobia, Fobia yang Bikin Orang Takut Traveling

Traveling memang sudah terbukti secara klinis memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Nggak bisa dipungkiri, pengalaman asyik dan seru yang didapatkan saat traveling juga bisa memberikan efek positif buat fisik dan mental.

Belum lagi kepuasan diri dan kreativitas yang turut meningkat karena rajin jalan-jalan. Bahkan saat ini, banyak orang yang berlomba-lomba traveling ke tempat-tempat baru dan memotret foto terbaik supaya bisa jadi travel influencer. Lo salah satunya, bro?

Sayangnya, nggak semua orang bisa menikmati keseruan dan dampak positif traveling, bro. Ada orang-orang yang memiliki fobia atau rasa takut berlebihan untuk jalan-jalan dan bepergian.

Hodophobia

Mengenal Hodophobia, Fobia yang Bikin Orang Takut Traveling

Dilansir Health Central, fobia traveling atau Hodophobia terbagi menjadi beberapa kategori. Ada yang takut bepergian dalam jarak tertentu dari rumah, ada yang takut naik transportasi tertentu, dan ada pula yang takut pada segala jenis perjalanan.

Sama halnya dengan fobia lainnya, orang-orang yang mengidap hodophobia juga akan mengalami beberapa gejala ketika menghadapi hal-hal yang mereka takutkan. Seperti mendadak berkeringat, sakit perut, diare, sakit kepala, panic attack, atau sesak napas adalah beberapa di antaranya.

Biasanya orang-orang yang memiliki hodophobia pernah mengalami hal-hal traumatis sebelumnya ketika mereka traveling. Rentetan pengalaman tersebut kemudian menimbulkan reaksi panik dan ketakutan.

Misalnya aja orang tersebut pernah mengalami kecelakaan, tersesat, terpisah, menghadapi pengalaman buruk, pelecehan, atau punya gejala fisik yang nggak baik saat traveling. Seperti mabuk perjalanan atau vertigo.

Menurut Anxiety Panic Health, symptom Hodophobia akan bikin pengidapnya mengalami disorientasi, ketakutan, merasa kesulitan dalam menentukan arah. Kebingungan itu akan bikin pengidapnya kesulitan menyelesaikan hal-hal yang mudah, seperti membaca peta atau check in hotel.

Mengatasi Hodophobia

Bagaimana cara mengatasinya? Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater tentu aja jadi pilihan yang paling tepat. Selain itu, lo juga bisa memulai langkah-langkah kecil. Mulailah belajar keluar dari zona nyaman secara perlahan.

Lakukan hal-hal yang bisa meminimalisir rasa takut. Mulai dari membuat rencana perjalanan, melakukan reservasi untuk kamar hotel sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Begitu pula dengan pesawat dan tempat duduk yang akan ditumpangi.

Lalu, sebelum berangkat, pastikan lo telah mengetahui dengan pasti tata letak di dalam transportasinya. Seperti lokasi toilet, restoran, atau fasilitas lainnya. Bila perlu, informasikan pula pada pramugari apabila lo terbang dengan pesawat.

Jangan juga terburu-buru. Berusahalah tenang dan beri waktu untuk menyesuaikan diri. Tidur yang cukup untuk mengurangi rasa cemas. Minum yang cukup, siapkan juga air minum dalam botol.

Hindari alkohol dan obat-obatan, kecuali yang diresepkan oleh dokter ya, bro. Makanlah dengan benar dan bawa cemilan kesukaan. Dan yang terakhir, jalan-jalanlah dengan orang yang dipercaya. Lo bisa mengajak teman, sahabat, pasangan, atau keluarga untuk menemani perjalanan.

Apakah lo atau orang terdekat ada yang memiliki fobia ini, bro? Semoga informasi di atas bisa membantu dalam mengatasi fobia tersebut dan bisa kembali traveling tanpa rasa takut, ya!

 

Source: kumparan.com
In Depth Beginner Extreme solo traveling

11 COMMENTS

SHARE
Ldr_Lstyd
Kok ada ya phobia travelling
SRI YAYA ASTUTI
ternyata baru tau ada juga orang yang phobia traveling
Cecep Jajang
Unring gak vobia,jasi bisa apa ajah
Yuniarto ( Tato )
Adaaa juga yaaa
Kristian Mustafa
Nice info.
Shutter
kurang piknik ????
Umar
Nice info.
Agus Sungkawa
Mengatasi Hodophobia
Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater tentu aja jadi pilihan yang paling tepat
Bahar
Nice info
nugraha
Menikmati hidup mengalahkan fobia ini