Sudah Tahu Bedanya Mendaki Gunung di Indonesia dan Luar Negeri, Bro?

Aktivitas mendaki gunung sudah menjadi hobi yang rutin dilakukan sebagian orang. Ketahanan fisik dan kesiapan mental pun sangat dibutuhkan dalam aktivitas ini. Makanya aktivitas ini juga nggak sembarangan dilakukan oleh semua orang. Mendaki gunung di Indonesia mungkin terlihat cukup mudah dan akses yang gampang, namun nggak seperti gunung di luar negeri, bro. Simak perbedaannya berikut ini!

Sudah Tahu Bedanya Mendaki Gunung di Indonesia dan Luar Negeri, Bro?

Mendaki gunung itu ibarat bertahan hidup di alam bebas, jadi membutuhkan ketahanan fisik serta kesiapan mental yang mumpuni. Selain itu, terkadang pendaki juga harus mengeluarkan biaya yang kadang nggak sedikit untuk menyalurkan hobinya. Buat yang sudah punya tabungan, hal tersebut mudah aja untuk dilakukan ya, bro. Tapi kalau belum punya tabungan untuk menaklukan gunung-gunung di dunia, masih banyak gunung di Indonesia yang keren, bro.

Tapi buat yang sudah berpengalaman menaklukan gunung-gunung di Indonesia, seperti Mahameru, Prau, Merapi, hingga Rinjani, pasti masih belum puas ya, bro? Memang gunung-gunung di Indonesia sudah terkenal keindahannya. Tapi di luar negeri pun juga banyak yang indah, bro. Tinggal berani atau nggak menerima tantangan mendaki di gunung-gunung di luar negeri.

Buat yang hobi mendaki, berikut ada beberapa penjelasan perbedaan sensasi mendaki gunung di Indonesia dan di luar negeri. Siapa tau lo berniat mendaki ke sana, bro!

Pertama adalah Tentang Prosedur Keselamatan

Sudah Tahu Bedanya Mendaki Gunung di Indonesia dan Luar Negeri, Bro?

Buat yang sering mendaki gunung-gunung seputaran Jawa Tengah maupun Jawa Timur, nggak ada kesulitan berarti untuk mendaki gunung. Cukup datang ke basecamp pendakian, menulis data diri, membayar biaya pendakian yang cukup terjangkau, lalu bisa mendaki gunung dengan bebas.

Sementara di luar negeri, contohnya Gunung Kinabalu Malaysia, pendaki harus daftar jauh-jauh hari ke pengelola yang notabene adalah swasta. Daftarnya pun melalui online, itu pun tergantung kuota harian, jika sudah mencapai 100 orang maka nggak bisa mendapat izin. Waktu pendakian pun nggak bisa lebih dari yang sudah dipilih. Terlebih lagi, biayanya juga mahal, pendaki juga bakal mendapat ID Card dan akan selalu dicek paspor dan ID Card selama pendakian. Cukup rumit ya, bro!

Kedua adalah Masalah Sampah

Sudah Tahu Bedanya Mendaki Gunung di Indonesia dan Luar Negeri, Bro?

Meskipun Nepal merupakan negara yang cukup semrawut, tapi di trek pendakian Pegunungan Himalaya, baik Annapurna Base Camp, Everest Base Camp, dan lain-lain sangat bersih. Jarang sekali bisa menemukan sampah di sana karena banyak tempat sampah yang disediakan di setiap posnya.

Sementara gunung-gunung di Indonesia, kadang masih ada pendaki yang bandel dan buang sampah sembarangan. Jangan begitu ya, bro!

Ketiga adalah Tiket Masuk Gunung di Luar Negeri Cenderung Mahal

Sudah Tahu Bedanya Mendaki Gunung di Indonesia dan Luar Negeri, Bro?

Perizinan pendakian ke gunung-gunung luar negeri relatif mahal. Sebut aja Annapurna Nepal yang bisa menembus Rp 500 ribu per pendaki. Itu belum biaya penginapan dan makan di atas gunung. Atau Kinabalu di Malaysia yang bisa menyentuh Rp 2 juta untuk perizinan sampai penginapan satu malam di Laban Rata (penginapan sebelum ke puncak). Cukup mahal memang, tapi hal tersebut dibarengi dengan fasilitas yang tergolong bagus.

Sementara pendakian gunung di Indonesia tergolong cukup murah, sehingga fasilitas pun terbatas. Dari mulai Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu pun sudah bisa untuk mendaki gunung.

Image source: instagram.com/gautambijay51

Fasilitas yang Disediakan

Sudah Tahu Bedanya Mendaki Gunung di Indonesia dan Luar Negeri, Bro?

Image source: instagram.com/gautambijay51

Di Kinabalu, setiap pendaki harus mempunyai guide meskipun sudah tau bahwa treknya sangat jelas dan cukup mudah. Ada beberapa pos pemeriksaan untuk mengecek ID Card. Makanan yang disediakan pun cukup mewah dan berenergi. Terdapat juga penginapan yang berdiri gagah tepat di bawah puncak. Di depannya pun ada helipad untuk mengevakuasi pendaki yang cedera atau nggak bisa melanjutkan perjalanan.

Sementara di Annapurna Base Camp, ada desa di tiap 2 jam pendakian. Di penginapan sederhana itu, ada juga tempat makan dan kadang ada WiFi juga, bro. Bedanya dengan Kinabalu, makanan dan penginapan di Annapurna terbilang cukup murah.

Fasilitas lengkap di gunung-gunung di luar negeri tersebut bukan berarti menghilangkan sensasi pendakian tapi mempermudah pendakian dan mengurangi risiko yang fatal, seperti kelaparan, sakit, dan kejadian nggak diinginkan lainnya.

Trek Pendakian Gunung di Luar Negeri Sudah Tertata

Sudah Tahu Bedanya Mendaki Gunung di Indonesia dan Luar Negeri, Bro?

Trek pendakian gunung di luar negeri kebanyakan sudah tertata dengan anak tangga yang tersusun dari batu. Hal ini pun juga menguras tenaga terutama bagian kaki, bro. Sementara jika di Indonesia trek pendakian masih alami tanah atau pasir. Jadi akan licin saat hujan dan berdebu saat kemarau.

Nah, dari beberapa perbandingan tersebut, lo jadi tertarik untuk mendaki gunung ke luar negeri, bro? Sudah punya pilihan gunung mana yang mau didaki? Sambil menunggu waktu yang tepat, bisa nabung dulu ya, bro!

 

Source: hipwee.com
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

12 COMMENTS

SHARE
dephy
JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN
Umar
nice info
Shutter
nice info...
Ldr_Lstyd
baru tau nih
Yumna Aditya Prakoso
mantap gan
Agung Sutrisno
Mendaki gunung di luar negri tak semudah di Indonesia karena kondisi alam dan cuaca yang berbeda
Yuniarto ( Tato )
Luar lebih Safety kayanya
Heni Oen
gunung Indonesia banyak pantangan dan jinnya
Rdh
Nice info
Ani
gitu yah..nice