Geudeu-geudeu, Olahraga Tradisional Mirip Gulat Khas Aceh

Sudah tahu permainan olahraga gulat, bro? Olahraga yang biasanya dimainkan oleh pria-pria bertubuh kekar ini memang membutuhkan keahlian dalam kekuatan. Selain olahraga gulat yang dipertandingkan dalam ajang olimpiade, ternyata ada olahraga tradisional mirip gulat khas Aceh, bro.

Geudeu-geudeu, Olahraga Tradisional Mirip Gulat Khas Aceh

Di Indonesia, ada banyak jenis olahraga tradisional yang dimiliki beberapa daerah. Ada pencak silat yang berasal dari dua daerah yaitu Minangkabau dan Cimande, karapan sapi yang berasal dari Madura, zawo-zawo yang berasal dari Nias, dan masih banyak lagi olahraga tradisional lainnya.

Salah satu olahraga tradisional yang juga nggak kalah serunya adalah Geudeu-geudu. Pernah dengar olahraga ini belum, bro? Geudeu-geudeu atau disebut juga deudeu ini merupakan olahraga tradisional yang berasal dari Kabupaten Pidie, Aceh.

Olahraga Tradisional Mirip Gulat

Geudeu-geudeu, Olahraga Tradisional Mirip Gulat Khas Aceh

Image source: travellink-indonesia.com

Permainan ini bisa dibilang mirip dengan olahraga gulat yang dimainkan oleh kaum laki-laki bertubuh kekar. Geudeu-geudeu merupakan olahraga keras, karena dibutuhkan ketahanan fisik yang kuat, ketahanan jiwa, mental yang kuat, dan juga ketangkasan menyerang untuk menjadi petarung permainan Geudeu-geudeu.

Selain itu, petarung Geudeu-geudeu juga dituntut memiliki kesabaran dan ketabahan. Karena pertandingan ini juga bisa mempengaruhi emosi para petarungnya. Bila emosi petarung nggak stabil, maka pertandingan ini bisa berujung kematian.

Kesabaran para petarung diuji dengan berbagai lontaran kata-kata kasar dari penonton. Namun, sepanjang sejarah pertandingan Geudeu-geudeu belum pernah terjadi pertarungan di luar arena. Artinya, sikap sportif dari para petarung sangat tinggi.

Sejarah Geudeu-geudeu

Geudeu-geudeu, Olahraga Tradisional Mirip Gulat Khas Aceh

Image source: steemit.com

Geudeu-geudeu berawal dari usaha mengasah ketahanan mental dan jiwa lascar kerajaan. Karena sangat berbahaya, olahraga keras ini nggak pernah memperebutkan juara.

Di Pidie dan Meureudu, dahulunya, ketika masa ‘luah blang’ (pascapanen) atau saat bulan purnama, geudeu-geudeu kerap dipertandingkan. Pemuda bertubuh kekar akan berbondong-bondong untuk mengikutinya, meski nggak ada hadiah selain tubuh yang lebam.

Adu fisik ini sendiri hanya sekadar ‘pleh bren’ alias mengendurkan otot-otot yang tegang melalui pertarungan. Para petarung yang memenangkan pertandingan pun merasakan kebanggaan tersendiri.

Dilakukan Setelah Panen Padi

Geudeu-geudeu, Olahraga Tradisional Mirip Gulat Khas Aceh

Image source: steemit.com

Biasanya Geudeu-geudeu ini dipertandingkan antar kampung dan diadakan setelah selesai panen padi. Waktu pertandingan biasanya dilakukan di waktu senggang sore hari, menjelang tibanya saat magrib, dan bisa juga saat bulan sedang purnama.

Perlengkapan Permainan

Permainan ini nggak memerlukan perlengkapan alias dilakukan hanya dengan tangan kosong. Karena permainan ini sendiri hanya melakukan gerakan memukul dan menghempas (membanting).

Arena permainan juga harus bersih dan berbentuk segi empat dengan luas sekitar 25x25 meter. Arena ini biasanya terbuat dari jerami yang berfungsi sebagai matras.

Nggak ada iringan dalam pertandingan, tetapi cukup meriah karena di sekitar arena tersebut terdapat banyak orang yang menonton sambil berteriak memberi semangat.

Sistem Permainan

Dalam Geudeu-geudeu, pertandingan dimainkan oleh satu tim yang terdiri dari tiga orang. Satu orang petarung pertama terdiri dari penantang (ureung tueng) dan dua orang yang menerima tantangan (urueng pok).

Ketika diserang, petarung pertama akan memukul dan menghempas dua petarung lain yang menyerangnya. Dan khusus bagi ureung tueng boleh menggunakan kepalan tangannya untuk memukul di bagian tubuh mana aja, kecuali di bawah pusar

Untuk ureung pok, mereka hanya boleh membanting dan menghempas sambil mereka berpegangan tangan. Jika pegangan tangan ureung pok ini terlepas atau salah satu dari mereka roboh akibat hantaman ureung tueng, maka mereka dianggap kalah.

Begitu juga dengan ureung tueng, apabila ureung pok sanggup menghempas atau membantingnya, maka dianggap kalah.

Dalam pertandingan ini, juga terdapat wasit-wasit yang berdiri secara selang-seling di antara pemain. Tugasnya tentu untuk mengawasi supaya jangan sampai terjadi hal yang nggak diinginkan.

Bagaimana menurut, lo? Olahraga tradisional Geudeu-geudeu ini memang patut untuk dilestarikan ya, bro! Olahraga tradisional apa yang sudah pernah lo coba?

 

Source: portalsatu.com
Urban Action Beginner Extreme solo traveling

16 COMMENTS

SHARE
agung
tq info ya
Yumna Aditya Prakoso
mantap gan
Yuniarto ( Tato )
Keren gesssss
Ldr_Lstyd
nice info
Adam Gilang Fadhillah
KEMEJA SUPER ADVENTURE
Masni
Mantapppp
Shutter
nice infooo
Umar
nice info...
Rdh
Kereeeen
Iqbal
Budaya yang harus dilestarikan