Mampir Yuk ke Candi Sambisari, Wisata Sejarah Bawah Tanah di Yogyakarta

Wisata sejarah ke Yogyakarta itu nggak pernah salah bro. Yogyakarta harus ada daftar traveling utama selain Bali. Percaya deh. 

Mampir Yuk ke Candi Sambisari, Wisata Sejarah Bawah Tanah di Yogyakarta

Kekhasan wisata-wisata di Yogyakarta itu kental dengan budaya tradisionalnya yang nggak bisa lepas dari catatan sejarah. Suasana kotanya menenangkan, keramahan warganya bikin nyaman, keragaman objek wisatanya bikin hati terpikat. Sempurna bro!

Kalau lo gemar wisata sejarah, wajib banget datang ke utara Yogyakarta yang memang menjadi pusatnya peradaban Mataram Kuno. Di sana banyak banget candi-candi yang dibangun. Posisinya berjejer dari kaki Merapi hingga pegunungan baru Agung. Candi-candi itu masih kokoh berdiri sampai sekarang. Salah satunya Canri Sambisari.

Candi Sambisari berada di Jalan Candi Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Uniknya, Candi itu tersembunyi di bawah tanah. Candi ini secara nggak sengaja ditemukan oleh seorang petani yang bernama Karyowinangun. Karyowinangun  waktu itu lagi mencangkul di sawah miliknya dan tidak sengaja ujung cangkulnya membentur bagian candi. Akhirnya para peneliti pubkala berdatangan deh. Kemudian dilakukan penggalian secara berkala. 

Hasil penelitiannya, Candi Sambisari adalah Candi Hindu yang dibangun di abad ke-9 yang merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kun pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung. Rakai Garung adalah raja Kerajaan Mataram Kuno dari Wangsa Sanjaya yang berkuasa di Kerajaan Medang antara tahun 828 sampai dengan 847. 

Candi Sambisari diperkirakan dibangun antara tahun 812-838 masehi. Kompleks candi terdiri dari 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping. Bongkahan pertama candi ini ditemukan pada 1966.

3 Windu Dilakukan Penggalian

Mampir Yuk ke Candi Sambisari, Wisata Sejarah Bawah Tanah di Yogyakarta

Ditemukan pada tahun 1966, candi ini baru selesai dipugar pada tahun 1987. Nama Candi akhirnya disesuaikan dengan nama desa di sana. Lokasinya kira-kira 6,5 meter lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya. 

Sekilas candi ini terlihat seperti sebuah kastil di tengah taman. Karena sekelilingnya dihiasi rerumputan hijau yang tertata rapi. Pada saat penggalian candi, ditemukan juga benda-benda lainnya seperti perhiasan, tembikar, prasasti, dan cermin logam.

Uniknya lagi, dia hanya punya satu candi utama dan terdapat beberapa candi pendamping. Pada bagian sisi luarnya juga terdapat relung Patung Durga Mahisasiramardini, Ganesha, Agastya, Mahakala, dan Nandiswara. Karena menjadi daya tarik di Yogyakarta, Candi Sambisari sekarang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. 

Harga tiketnya murah kok bro, cuma Rp 5.000 saja untuk turis lokal dan Rp 10.000 buat wisatawan mancanegara. Sebelum masa pandemi seperti sekarang, Candi Sambisari dibuka setiap hari untuk wisatawan. 

Yang Bisa Dilakukan di Candi Sambisari

Mampir Yuk ke Candi Sambisari, Wisata Sejarah Bawah Tanah di Yogyakarta

Kalau lu penikmat sejarah, maka dijamin bakal betah di sana. Karena lo bisa berkeliling sembari mengamati detail arsitekturnya. Di sana juga ada museum, yang mana lo bisa melihat foto-foto lingkungan sawah milik petani Karyowinangun sebelum digali, foto-foto proses ekskavasi Candi Sambisari, termasuk foto benda-benda yang ditemukan selama penggalian.

Jangan lupa buat foto-foto bro. Di kawasan Candi Sambisari terdapat hamparan rumput hijau dan taman yang tertata dengan rapi. Kalau masuk musim penghujan, pemandangannya lebih cantik karena tanamannya kelihatan hijau segar. 

Kalau sudah foto-foto, cobain deh merebahkan diri di rerumputan. Lo bisa menikmati gradasi langit berwarna jingga saat matahari mulai terbenam. Asyik banget ya. 

 

source: https://travel.detik.com/domestic-destination/d-5090945/candi-sambisari-wisata-indah-bawah-tanah-di-yogyakarta
Urban Places Beginner Extreme solo traveling

16 COMMENTS

SHARE
Umar
nice info
Shutter
nice info..
Bahar
Nice info
Ldr_Lstyd
pengen kesana
Yuniarto ( Tato )
Nice lahhhh
Iqbal
Semoga candi nya dirawat
Heni Oen
peninggalan sejarah
Heni Oen
harus mampir
SRI YAYA ASTUTI
dulu waktu dijogja, setiap sore sering kesini
nugraha
wah asik banget klo kesitu