Ini Hal yang Membedakan Carstensz Pyramid dan Puncak Jaya

Sudah rindu mendaki gunung lagi setelah lama di rumah, bro? Beberapa lokasi pendakian memang sudah kembali beroperasi, pendaki pun sudah bisa melakukan kegiatan pendakian asal memenuhi syarat yang diberlakukan. Kalau lo berkeinginan menapaki Puncak Carstensz dan Puncak Jaya di Papua setelah pandemi, ketahui dulu beberapa hal yang membedakan kedua puncak tersebut. Simak dulu selengkapnya, bro!

Ini Hal yang Membedakan Carstensz Pyramid dan Puncak Jaya

Bisa menapaki kaki di Puncak Carstensz dan Puncak Jaya di Papua mungkin menjadi salah satu impian para pendaki. Kedua puncak tersebut merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia. Puncak Carstensz Pyramid yang memiliki ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut ini juga masuk ke dalam jajaran tujuh gunung tertinggi di lima benua yang diburu para pendaki. Sedangkan Puncak Jaya, memiliki daya tariknya sendiri, yaitu salju abadi.

Seorang pemandu gunung profesional, Rahman Mukhlis mengatakan, kedua puncak tersebut berada pada satu kawasan yang sama, Pegunungan Sudirman. Untuk sampai ke kedua puncak tersebut, pendaki harus menuju Base Camp Danau-danau.

Rahman sendiri sudah tiga kali menapaki Puncak Carstensz dan sekali mendaki Puncak Jaya. Berdasarkan pengalaman tersebut, ia menjelaskan perbedaan mendasar yang perlu diketahui pendaki mengenai kedua puncak tersebut. Berikut ulasannya!

Karakteristik

Ini Hal yang Membedakan Carstensz Pyramid dan Puncak Jaya

Image source: mtnprofessionals.com

Puncak Carstensz dan Puncak Jaya memiliki perbedaan karakter. Carstensz merupakan tebing berbatu sedangkan Puncak Jaya merupakan hamparan luas bersalju.

Carstensz sendiri merupakan tebing dengan ketinggian sekitar 600 meter, Puncak Carstensz juga sempit seperti puncak tebing. Bagian kanan kirinya pun merupakan jurang terjal.

Sedangkan di Puncak Jaya, terdapat glasier yang menyelimuti permukaan tanah. Jadi kalau di Puncak Jaya ada salju abadi, sedangkan di Carstensz nggak ada, bro.

Teknik Pendakian

Ini Hal yang Membedakan Carstensz Pyramid dan Puncak Jaya

Image source: katalogwisata.com

Perbedaan karakteristik pada kedua puncak ini, tentunya membuat teknik pendakian keduanya juga berbeda. Carstensz yang merupakan tebing berbatu, memerlukan beberapa teknik pemanjatan seperti ascending, teknik untuk naik menggunakan tali, dan descending, teknik untuk turun menggunakan tali.

Selain itu, jurang-jurang terjal juga harus diseberangi dengan teknik khusus, seperti teknik tyroleans (penyebrangan horizontal dengan tali). Namun sejak 2015, sudah tersedia Burma Bridge buat melintas jurang.

Sedangkan pada pendakian Puncak Jaya, lebih mengutamakan teknik trekking atau berjalan. Permukaan glasier yang terdapat pada jalur menuju Puncak Jaya harus dilalui dengan teknik berjalan seperti moving together. Jadi, setiap pendaki akan terhubung dengan pendaki lainnya menggunakan tali karmantel yang dikaitkan ke harness masing-masing.

Moving together sendiri ditujukan untuk menjaga langkah antar pendaki. Selain itu, ketika ada salah satu pendaki yang tergelincir, pendaki itu akan tertahan karena dirinya terhubung dengan pendaki lain.

Peralatan Pendakian

Ini Hal yang Membedakan Carstensz Pyramid dan Puncak Jaya

Image source: outsider.ie

Perbedaan teknik pendakian yang diperlukan untuk mendaki Puncak Carstensz dan Puncak Jaya, membuat peralatan yang diperlukan juga berbeda. Untuk melewati glasier di Puncak Jaya, biasanya setiap pendaki menggunakan crampon atau alas sepatu bergerigi dan kapak es.

Sedangkan pada pendakian Puncak Carstensz, karena tekniknya memanjat tebing batu, cukup menggunakan peralatan ascender, descender, dan peralatan pendukung pemanjatan lainnya.

Rahman yang pertama kali mendaki Puncak Carstensz pada tahun 2012 ini mengaku, di antara keduanya, pendakian Carstensz dinilai lebih berat. Meskipun demikian, kedua puncak tersebut memiliki tantangan yang sama, seperti kabut, salju, dan ketinggian yang ekstrem.

Nah, bagaimana menurut lo, bro? Beberapa hal yang membedakan Puncak Carstensz dan Puncak Jaya tersebut bisa menjadi acuan lo sebelum bersiap mendaki puncak tertinggi di Indonesia ini. Sudah siap mendaki lagi?

 

Source: travel.tempo.co
In Depth Beginner Extreme solo traveling

11 COMMENTS

SHARE
Shutter
nice infoo
Rdh
Nice info
Yumna Aditya Prakoso
wah ngeri gan
eNeS
Latihan ke raung dulu ni..
Yuniarto ( Tato )
luar bias
Yuniarto ( Tato )
Amazing ..........
nugraha
mencerahkan sekali
Bahar
Nice info
Agus Sungkawa
Perbedaan yg cukup mendasar
agung
tq info ya