Ketinting Race, Tradisi Sambut Pergantian Tahun di Sulawesi

Ragam budaya dan suku membuat Indonesia jadi kaya akan tradisi di setiap daerahnya. Sulawesi Selatan ada lho perlombaan yang diberi nama Ketinting. Kalau lo berdomisili di luar Sulawesi, balap Ketinting sudah pasti asing di telinga.

Ketinting Race, Tradisi Sambut Pergantian Tahun di Sulawesi

Ketinting race merupakan acara tahunan yang biasa digelar untuk menyambut pergantian tahun. Tradisi ini masih berlanjut sampai sekarang. 

Kalau masih asing, perahu ketinting ini adalah kapal motor dengan proso panjang  di sisi dan bisa dibenamkan ke dalam air atau diangkat ke permukaan air. Ada banyak variasi mesinnya. Ada yang diisi bensin atau solar sebagai bahan bakarnya. 

Balap perahu ini biasa diadakan di Danau Matano, Luwu Timur. Balapan ini selalu menjadi daya tarik masyarakat di sana. Selain tradisi pergantian tahun, lomba ini juga kerap memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan RI. Tentunya gelaran balap perahu ini juga buat menyedot wisatawan supaya Danau Matano ramai dikunjungi. 

Aturan Balap Ketinting

Ketinting Race, Tradisi Sambut Pergantian Tahun di Sulawesi

Image source: koarmada2.tnial.mil.id

Namanya perlombaan apsti ada aturannya dong. Nah mari kita bahas, kayak gimana sih rules dari balap perahu lokalan di Sulawesi? Jadi para peserta ini wajib menggunakan perahu dan spesifikasi mesin yang sama. Aturannya itu mesin Ketinting haris standar yang kapasitasnya 24 PK. Ukuran perahu mesti 10 meter dan bisa diisi tiga orang

Perlombaan ini pakai sistem gugur yang terdiri dari tiga babak, penyisihan, semifinal, dan final. Jadi pesertanya bisa berulang kali turun buat balap untuk sampai ke babak selanjutnya, atau bahkan berdiri di podium pemenang.

Di situ lah titik keseruan Ketinting race di bumi Sulawesi. Karena kebut-kebutan, nggak jarang deh tuh peserta yang tercebur ke dalam danau. 

Jadi Alat Transportasi

Ketinting Race, Tradisi Sambut Pergantian Tahun di Sulawesi

Image source: mancode.id

Sebenarnya perahu Ketinting ini nggak secara khusus dipakai buat balapan. Banyak juga masyarakat di Sulawesi yang memanfaatkan Ketinting buat sarana transportasi. Kalau lo mampir ke Luwu Utara, lo bakal sering banget melihat perahu Ketinting mengangkut penumpang.  Masyarakat di sana menggunakan Ketinting buat menyeberang antar sungai atau danau.

Bahkan kalau sudah musim liburan, perahu Ketinting juga banyak disewakan untuk wisatawan. Perahu itu biasakan dipakai buat keliling-keliling menikmati panorama Danau Matano. Danau ini tercatat sebagai salah satu danau terdalam di Indonesia yang memiliki kedalaman 590 meter.

Salah satu spot yang kerap menjadi perhatian adalah Gua Tengkorak Danau Matano. Danau ini nggak cuma memiliki danau penghasil ikan air tawar saja, tapi juga cantik banget pemandangan alamnya dan memiliki sejarah kehidupan purba.

Menurut Data Badan Konservasi Lingkungan Dunia (WWF), Danau Matano juga yang terdalam di Asia Tenggara, dan peringkat ke-8 terdalam di dunia. Nah, salah satu spot di Danau Matano yang legendaris adalah Gua Tengkorak. Gua Tengkorak ini menjadi tempat yang unik sekaligus misterius.

Konon Gua Tengkorak ini dijadikan tempat buat meletakan jasad orang yang meninggal sejak ratusan tahun lalu sebelum agama-agama modern masuk ke daerah tersebut. Nggak cuma itu aja bro, keunikan lainnya yakni, katanya, dasar danau terdapat sebuah gua yang di dalamnya berisi benda peninggalan masa lampau seperti tombak, parang, mangkuk dan piring yang berumur ratusan tahun.

Wah, menarik banget ya bro. Cocok nih buat didatangi liburan nanti. Habis nonton balap Ketinting langsung mampir ke Danau Matano. 

 

Source: https://mancode.id/berita/mengenalkan-budaya-balapan-perahu-ketinting/
Urban Action Beginner Extreme solo traveling

11 COMMENTS

SHARE
Bahar
Wow kerennnn
Rdh
Kereeeen
Agus Sungkawa
Wah, menarik banget ya bro.
Heni Oen
kayaknya seru nih
agung
tq info ya
Yuniarto ( Tato )
aya aya waeeeee
Ldr_Lstyd
nice info gan
Fajar Satritama
Kereeen broow
Heni Oen
lautnya bersih
Yuniarto ( Tato )
like ittttt