Longyearbyen, Kota yang Melarang Warganya Meninggal di Norwegia

Bicara soal kematian, sepertinya manusia nggak ada yang tahu kapan hal tersebut akan terjadi. Kejadian tersebut pun bukan suatu hal yang bisa dikendalikan. Namun, ada satu kota di Norwegia yang justru melarang warganya meninggal, yakni di Longyearbyen. Apa alasannya ya, bro? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Longyearbyen, Kota yang Melarang Warganya Meninggal di Norwegia

Ilmu pengetahuan memang semakin berkembang, banyak juga hal yang sudah bisa dikendalikan oleh manusia. Tapi, setidaknya ada satu hal yang nggak akan pernah bisa ditebak dan dihindari yaitu kematian. Kalau memang sudah tiba waktunya, hal tersebut harus diterima tanpa bisa berupaya, suka atau nggak.

Namun, sepertinya pemahaman ini harus ditolak mentah-mentah oleh warga di sebuah kota kecil arktik di Norwegia bernama Longyearbyen. Pasalnya di kota ini berlaku sebuah undang-undang yang sudah disahkan pemerintah setempat, yang isinya larangan bagi warganya untuk meninggal dunia.

Nggak hanya itu, undang-undang juga melarang warga yang meninggal untuk dikuburkan di wilayah kota. Jadi warga harus tahu kapan kira-kira mereka meninggal, sehingga bisa keluar kota agar bisa segera dikuburkan. Aneh juga ya, bro? Tapi, ternyata ada alasan di balik peraturan itu. Berikut penjelasannya!

Larangan Meninggal untuk Melindungi Warga Lain

Longyearbyen, Kota yang Melarang Warganya Meninggal di Norwegia

Image source: radissonhotels.com

Dilansir New York Post, larangan meninggal di Longyearbyen sudah ada sejak tahun 1950-an. Aturan tersebut berlaku karena kondisi permafrost atau tanah yang membeku, sehingga bakteri dan serangga pengurai kesulitan hidup. Alhasil, jenazah yang dikubur nggak akan pernah bisa membusuk secara alami.

Longyearbyen sendiri hampir selalu bertemperatur rendah dan diselimuti salju karena memang berlokasi di wilayah kutub. Jadi kalau sampai ada yang tetap menguburkan jenazah, maka mayat itu akan selalu utuh. Hal ini tentu akan sangat berisiko jika jenazah yang dikuburkan punya riwayat penyakit, karena virus akan tetap bisa hidup dan berisiko menginfeksi warga ketika tanah yang tadinya beku mencair.

Bahkan virus Flu Prancis yang sempat jadi pandemi pada 1971-1920 masih bersemayam pada jenazah-jenazah yang dikubur sebelum larangan berlaku. Waduh, ngeri juga ya, bro?

Keluarga Bisa Terjerat Sanksi dan Hukuman

Longyearbyen, Kota yang Melarang Warganya Meninggal di Norwegia

Image source: wildlife.no

Larangan meninggal ini merupakan upaya pemerintah supaya nggak ada jenazah yang dikuburkan di wilayah kota, sehingga warga yang masih hidup bisa terlindungi dari berbagai risiko buruk. Bukan artinya seluruh warga Longyearbyen dipaksa harus terus hidup ya, bro.

Meski begitu, kematian dan kuburan masih masuk ke dalam tindakan illegal karena secara tertulis dilarang dalam undang-undang. Namun, jika ada warga yang tiba-tiba meninggal, aturan yang berlaku adalah jenazah harus disemayamkan di bagian lain di Norwegia.

Sementara untuk warga yang “diprediksi akan meninggal”, misalnya yang sudah menderita penyakit kronis, makan akan dikirim ke tempat di mana jenazah mereka akan disemayamkan. Jika ada warga yang sudah diprediksi secara medis usianya nggak panjang lagi dan meninggal di Longyearbyen, maka keluarga yang bersangkutan bisa terjerat sanksi dan hukuman.

Longyearbyen Bisa Dikunjungi Siapa Saja karena Bebas Visa

Longyearbyen, Kota yang Melarang Warganya Meninggal di Norwegia

Image source: unsplash.com/@agusdietrich

Meski punya aturan yang cukup aneh, Longyearbyen cukup ramah terhadap wisatawan yang akan datang. Ibu kota sekaligus pemukiman terbesar di Svalbard ini juga menjadi rumah bagi beruang kutub, bro.

Di tempat ini, hal pertama yang akan dilihat adalah hamparan gurun dan puncak gunung berselimut salju. Selama paruh tahun yang cerah, matahari di sana bersinar 24 jam dalam 7 hari. Sementara di paruh waktu lainnya, hanya kegelapan yang terlihat dengan keindahan aurora.

Jumlah penduduk Longyearbyen terbilang sedikit, yakni sekitar 2.926, jika dibandingkan dengan populasi beruang yang mencapai 3.000 ekor. Penduduk kota ini juga sepertiganya merupakan imigran, karena masuk dan menetap nggak memerlukan visa, asal punya pekerjaan dan tempat tinggal.

Tempat yang Baik untuk Menyimpan Benih

Longyearbyen, Kota yang Melarang Warganya Meninggal di Norwegia

Image source: earth.com

Karena suhu wilayah yang rendah sepanjang tahun, rata-rata suhu hanya 7 derajat celcius pada musim panas. Oleh karena itu, Longyearbyen dinilai cukup ideal untuk membangun Global Seed Vault, sebuah unit penyimpanan sampel benih tumbuhan.

Beroperasi sejak 2008, Global Seed Vault sudah menyimpan lebih dari 980.000 benih dari seluruh dunia. Jika terjadi bencana global yang memusnahkan seluruh tumbuhan, maka benih cadangan tersebut bisa kembali memulai peradaban.

Nah, begitulah alasan dibalik larangan yang cukup kontroversial yang dijalankan untuk keselamatan warga lain yang masih hidup. Jadi semata-mata bukan karena memaksa warganya untuk tetap hidup. Tertarik buat berkunjung ke sana, bro?

 

Source: hipwee.com
Urban Places Beginner Extreme solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
Fajar Satritama
Kalo di negara kita kaya gitu, kira kira warganya akan berdemo berapa jilid ya?
Bahar
Nice info
dephy
dengan aturan yang ada apakah warga akan setia kepada negara?
nugraha
wah orangnya gimana yak hidup gak boleh keluar gitu
Yumna Aditya Prakoso
wah gitu ya gan
agung
tq info ya
Ldr_Lstyd
unik ya wkwk
Yuniarto ( Tato )
Re Stock lagi Dong
Ani
kasihan sekali