Pengaruh Tren Gowes Saat Pandemi ke Komunitas Sepeda

Tren gowes sepeda sepertinya sudah semakin meruah sejak adanya pandemi di Indonesia, terutama di sekitar Ibukota. Namun, buat para komunitas sepeda yang sudah terbentuk jauh sebelum adanya pandemi, bagaimana pengaruhnya, ya? Simak cerita dari Hendi Al Fatih salah satu founder komunitas Indonesia Dahon Boardwalk Owner Group, bro!

Pengaruh Tren Gowes Saat Pandemi ke Komunitas Sepeda

Bersepeda memang bukan lagi hal yang baru, olahraga ini bahkan sudah banyak peminatnya dari dulu. Namun, sejak adanya pandemi yang menyerang Indonesia, olahraga ini semakin diminati banyak orang. Para pesepeda dengan berbagai jenis sepeda pun semakin banyak terlihat di setiap jalan Ibukota dan sekitarnya.

Buat kebanyakan komunitas sepeda yang sudah terbentuk jauh sebelum adanya pandemi, kira-kira adanya pandemi ini punya pengaruh tersendiri ke tren gowes sepeda dan komunitas nggak, ya?

Bagaimana kira-kira pendapat salah satu founder komunitas sepeda Indonesia Dahon Boardwalk Owner Group, Hendi Al Fatih, terhadap tren gowes saat pandemi? Berikut cerita lengkapnya!

Dibentuk untuk Menyatukan Sesama Pengguna

Pengaruh Tren Gowes Saat Pandemi ke Komunitas Sepeda

Image source: instagram.com/id.boardwalker

Indonesia Dahon Boardwalk Owner Group sendiri dibentuk sejak 23 Juli 2017 oleh Hendi Al Fatih bersama kawannya Fauzan (Ojan) Ardhi. Komunitas yang sudah terbentuk selama tiga tahun ini sampai saat ini sudah memiliki anggota aktif sebanyak 270 orang. Di media sosial Instagram yang diberi nama id.boardwalker, komunitas ini sudah memiliki lebih dari 2.000  followers.

“Awalnya saya sama Fauzan kan pengguna Dahon Boardwalk, terus iseng kepikiran gimana kalau kita bikin komunitas untuk forum silaturahmi sesama pengguna dan pencinta Dahon Boardwalk. Jadi biar gampang kalau mau ada sharing seputar Dahon Boardwalk, berbagi tips modifikasi, ataupun cerita pengalaman pakai sepeda ini,” ujar Hendi.

Dalam komunitas ini, jenis sepeda yang digunakan adalah sepeda lipat type Dahon Boardwalk. Hendi juga menjelaskan, jenis Dahon Boardwalk ini mempunyai bentuk yang berbeda dengan Dahon yang lain. Tubingnya bulat lurus yang membuat tampilannya seperti klasik, berbahan chromoly yang kuat, jadi cocok dibawa untuk perjalanan jauh dan bawa perlengkapan yang banyak.

Kegiatan rutin yang biasa dilakukan komunitas ini disebut GoCaPan atau Gowes Cari Sarapan dan biasa dilakukan satu kali tiap bulannya di akhir pekan.

Pengaruh Pandemi ke Aktivitas Komunitas

Pengaruh Tren Gowes Saat Pandemi ke Komunitas Sepeda

Image source: instagram.com/catoer_dib

Semenjak adanya pandemi yang menyerang, aktivitas rutin yang biasa dilakukan oleh komunitas Indonesia Dahon Boardwalk Owner Group sempat terhenti.

“Selama 3 sampai 4 bulanan kira nggak gowes bareng gitu. Paling gowes mandiri aja, sisanya ngobrol online via WhatsApp Group. Intinya walaupun nggak gowes bareng, tapi silaturahmi tetap dijaga,” ungkap Hendi.

Setelah masa Adaptasi Kebiasaan Baru mulai diterapkan, komunitas ini juga sudah mulai kembali melakukan aktivitas rutinnya.

“Kita udah coba gowes bareng lagi dari 12 Juli kemarin. Tapi tetap mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan seperti pakai masker, social distancing, bawa hand sanitizer, dan lain-lain,” ujar Hendi.

Di masa pandemi seperti ini dalam komunitas Indonesia Dahon Boardwalk Owner Group juga punya pengaruh besar. Seperti yang diketahui, banyak orang yang kembali menggandrungi olahraga sepeda ini. Anggota baru pun banyak juga yang ikut gabung ke komunitas yang dibentuk Hendi ini.

“Banyak banget member baru yang nambah mungkin mencapai 50 lebih, followers di Instagram juga nambah, permintaan join group di Facebook juga makin banyak. Bahkan banyak yang tanya, stok sepeda Dahon Boardwalk di distributor kapan ada lagi, karena infonya semuanya stok pada habis,” ujar Hendi.

Ternyata adanya pandemi ini nggak hanya berpengaruh ke komunitas sepeda aja, melainkan juga distributor sepeda jenis Dahon Boardwalk itu sendiri. Jadi nggak heran kalau semakin banyak pengguna sepeda terlihat di jalanan Ibukota dan sekitarnya.

Tren Gowes yang Kembali Digandrungi

Pengaruh Tren Gowes Saat Pandemi ke Komunitas Sepeda

Image source: instagram.com/id.boardwalker

“Saya sih memandangnya positif ya. Temen-temen di luar sana semakin banyak yang bersepeda, polusi udara jadi berkurang. Tapi yang perlu disoroti dan perlu disosialisasikan adalah bagaimana bersepeda yang aman di jalan raya, baik untuk diri sendiri dan nggak membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Hendi.

Hendi juga menambahkan, bersepeda yang aman harus memakai helm, pakai lampu depan dan belakang apabila gowes di malam hari, nggak bercanda sambil gowes di jalan raya, buatlah satu jalur kalau sedang gowes beramai-ramai dan jangan memakan seluruh badan jalan.

Menurut Hendi, hal-hal tersebut perlu di-share selaku komunitas-komunitas yang dasarnya sudah mengerti akan hal itu untuk dibagikan kepada pesepeda-pesepeda yang baru aja suka gowes.

Tentu tren gowes sepeda di masa pandemi ini diharapkan nggak hanya jadi sekadar tren semata aja. Melainkan bisa menjadi kebiasaan yang terus dilakukan untuk ke depannya. Selain berolahraga, dengan bersepeda juga bisa membantu mengurangi polusi udara yang semakin buruk ini.

“Harapannya sih semuanya tetap bersepeda ya, nggak cuma saat pandemi atau era adaptasi kebiasaan baru ini. Bisa dibiasakan menjadi alat transportasi ke kantor juga kan dengan bersepeda (bike2work). Selain membuat kita sehat, tapi kita juga membantu mengurangi polusi, dan bahkan mengurangi kemacetan juga,” ungkap Hendi.

Tips Gowes Aman di Tengah Pandemi

Pengaruh Tren Gowes Saat Pandemi ke Komunitas Sepeda

Image source: instagram.com/hendi_alfatih

Hendi selaku pencinta olahraga sepeda dan founder komunitas Indonesia Dahon Boardwalk Owner Group juga selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan setiap gowes di jalanan.

“Tetap utamakan keselamatan dalam bersepeda, pakai helm, pasang lampu depan belakang, taati peraturan lalu lintas yang ada. Tetap ikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah dalam era adaptasi kebiasaan baru ini,” ungkap Hendi.

Selain mengikuti aturan lalu lintas dan protokol kesehatan, bersepeda juga harus memerhatikan kondisi tubuh supaya nggak kelelahan.

“Please jangan memaksakan diri dalam bersepeda, apabila sudah lelah atau capek, ya istirahat, nggak usah gengsi melihat teman yang lebih kuat. Karena yang paham batas kemampuan kita, ya kita sendiri, bukan orang lain. Ingat, lebih baik di jalan ditertawakan teman, daripada pulang ditangisi keluarga,” begitu kira-kira pesan yang disampaikan Hendi.

Jadi, adanya pandemi ini memang punya pengaruh besar dalam tren gowes ke komunitas sepeda ya, bro. Perlu diingat, jangan lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam bersepeda, bro!

Trending Beginner Extreme solo traveling

10 COMMENTS

SHARE
Yuniarto ( Tato )
Re Stok Minnn
Masni
Stock mana minn ????????????
Bahar
Nice info
Agus Sungkawa
pandemi ini memang punya pengaruh besar dalam tren gowes ke komunitas sepeda
Harsono
Menyehatkan badan
Rdh
Tren yg baguss
Fajar Satritama
Mantaaap mantaaap
Bahar
Nice info
Binthan Pramoedhimas
Trend yg muncul karena pengaruh pandemic Covid-19
Endra korniawan
This is infonesia