Serabi Kuntilanak, Jajanan Tradisional Khas Rengasdengklok

Siapa yang nggak tau jajanan tradisional bernama serabi? Makanan yang satu ini memang terkenal di beberapa daerah dengan pilihan rasa yang beragam. Salah satu yang terkenal adalah Serabi Kuntilanak yang menjadi jajanan khas Rengasdengklok, Karawang. Kenapa disebut demikian ya, bro?

Serabi Kuntilanak, Jajanan Tradisional Khas Rengasdengklok

Seperti yang diketahui, di berbagai daerah di seluruh Indonesia selalu ada jajanan tradisional yang menjadi favorit setiap orang. Nah, bicara soal kuliner, Jawa Barat memang nggak pernah kehabisan stok memperkenalkan berbagai macam makanan khasnya. Makanan khas Jawa Barat ini juga memiliki rasa yang beragam.

Salah satu kuliner khas Jawa Barat yang sudah nggak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia adalah Serabi atau Surabi. Serabi sendiri merupakan jajanan tradisional yang cara memasaknya dibakar menggunakan tungku yang terbuat dari tanah liat.

Nah, jajanan yang satu ini bisa ditemui di berbagai tempat atau daerah. Tentu beda tempat dan daerah, berbeda juga rasa yang ditawarkan. Salah satu Serabi yang terkenal di daerah Karawang adalah Sorabi Hijau khas Rengasdengklok milik Bapak M. Kasim. Konon serabi ini juga disebut sebagai “serabi kuntilanak”, bro.

Serabi Legendaris

Serabi Kuntilanak, Jajanan Tradisional Khas Rengasdengklok

Image source: menuwkita.blogspot.com

Memang banyak warga yang menjual jajanan ini, namun serabi buatan Bapak M. Kasim ini menjadi yang paling legendaris di Rengasdengklok. Pertama kali diluncurkan pada tahun 1995, M. Kasim mempelajari resepnya dari orang China di wilayah itu.

Serabi hijau ini juga dikenal dengan sebutan Serabi Kuntilanak, karena tempat berjualannya berada di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Setiap hari pun terlihat antrean pembeli yang ingin menikmati rasa khas dari serabi hijau ini.

Menggunakan Bahan Dasar Alami

Serabi Kuntilanak, Jajanan Tradisional Khas Rengasdengklok

Image source: menuwkita.blogspot.com

Untuk menikmatinya, nggak perlu merogoh kocek terlalu dalam, bro. Dengan Rp 5.000, pembeli bisa merasakan legitnya serabi yang dibuat tanpa bahan pengawet ini. Adapun warga hijau pada serabi yang berasal dari daun suji sehingga memberikan sensasi rasa dan aroma wangi yang khas.

Serabi ini enak dimakan bersama gula (cairan) yang disediakan dengan dua rasa, rasa durian dan gula merah biasa. Kasim menjamin bahwa untuk gula ini pun ia nggak menggunakan zat perasa, akan tetapi asli dari durian dan gula merah.

Karena itu, kualitas rasanya pun tetap terjaga dan tentunya sehat untuk dikonsumsi. Kelebihan lainnya yang juga menjadi ciri khas dalam pembuatannya yakni menggunakan bahan bakar kayu dengan cetakan tradisional dari tanah liat.

Selebihnya, tentu ada formula atau resep khusus dari Pak Kasim yang membuat serabi ini berbeda jika dibandingkan dengan serabi sejenis yang mulai marak mengekor kepupulerannya.

Nggak Memiliki Cabang di Tempat Lain

Serabi Kuntilanak, Jajanan Tradisional Khas Rengasdengklok

Image source: menuwkita.blogspot.com

Namun perlu diketahui, Serabi Hijau ini nggak memiliki cabang di tempat lain, melainkan hanya ada satu-satunya di Rengasdengklok, Karawang. Sekalipun ada yang memiliki nama sama, tetapi cita rasanya bisa aja berbeda.

Mungkin hal inilah yang menjadi penyebab Sorabi Hijau khas Rengasdengklok ini menjadi favorit wisatawan dan masyarakat sekitar. Bahkan, mulai dari kalangan pejabat, masyarakat biasa, hingga mereka yang dari luar negeri pun pernah mencicipi jajanan tersebut ketika singgah di kota ini.

Jadi, nggak heran kalau sudah ada antrean panjang saat toko ini baru buka, karena memang jajanan ini sangat legendaris dan banyak peminatnya. Banyak juga pembeli yang menjadikan jajanan tradisional ini sebagai oleh-oleh.

Nah, itulah jajanan tradisional yang legendaris di Karawang. Kalau lagi jalan-jalan ke Karawang, jangan lupa mampir untuk mencicipi Serabi Kuntilanak ini, bro!

 

Source: liputan6.com
Trending Beginner Extreme solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
Fajar Satritama
Enak tuh kayaknya
Yumna Aditya Prakoso
mantap gan
Heni Oen
wah enaknya nih
eNeS
+62 banyak kali makanan berbau persetanan
Yuniarto ( Tato )
Wow Amazing
Bahar
Nice info
Binthan Pramoedhimas
Unik bgt namanya, orang jd penasaran pgn mencobanya...
Satria Gunawan
Jadi pengen nyoba euy
Hilman rusdiyanto
mantabbbb tu