Anak Dolan: Memperkenalkan Pariwisata Tersembunyi Indonesia Lewat Fotografi

Berawal dari kecintaan gue terhadap fotografi jurnalis. Pada 2007 gue memutuskan keluar dari rumah untuk merantau ke Ibukota Jakarta dari Jombang, Jawa Timur. Ini adalah awal perjalanan solo traveling gue, kalau orang Jawa Timur bilang “Bonek” (bondo nekat) atau bermodalkan nekat.

Anak Dolan: Memperkenalkan Pariwisata Tersembunyi Indonesia Lewat Fotografi

Dengan bermodalkan sebuah camera pocket, gue memberanikan untuk menjelajah Ibu kota. Belum tahu arah tujuan gue di Jakarta, karena saat itu gue tidak ada keluarga atau juga teman, ya namanya modal nekat.

Perjalanan tak terduga inilah awal dari semua pengalaman dimulai. Di Jakarta, dengan tujuan mencari kerja dan untuk mencari modal agar gue bisa keliling Indonesia, itulah cita-cita awal gue. Dengan mengalami berbagai proses, akhirnya lahirlah AnakDolan.

Filosofi di Balik Nama Anak Dolan

Anak Dolan: Memperkenalkan Pariwisata Tersembunyi Indonesia Lewat Fotografi

Layaknya kopi, nama Anak Dolan pun punya filosofinya loh! Kalo ditanya apa sih Anak Dolan? Untuk artinya sendiri “Anak” itu “anak/bocah laki/perempuan” dan “Dolan” dalam Bahasa Jawa berarti “bermain” tapi dalam cakupan yang luas atau bisa juga diartikan “jalan-jalan”. Lain hal dengan “Dolanan”, kalau dolanan hanya di sekitar tempat itu aja dan tidak jauh. Kebetulan saya anak laki-laki, jadi artinya bocah laki-laki yang suka jalan-jalan.

Anak Dolan sendiri fokus dalam mengeksplor Indonesia, tidak di luar negeri. Kenapa? Karena Indonesia itu luas dan kaya, luas daerahnya dan kaya dengan kultur, bahasa, keanekaragaman karakter masyarakatnya, kan sayang kalau nggak dijelajahi. Saking luasnya mungkin jatah umur kita tidak akan cukup  menjelajah seluruh Indonesia.

Ada perbedaan Anak Dolan dengan travel influencer? Anak Dolan sendiri tidak menjadikan “branding” sebagai influencer tapi menjadikan travel informasi yang mungkin banyak orang yang belum tahu. Pada 28 Oktober 2010 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, nama Anak Dolan saya patenkan di sosmed Instagram dan blog yang sekarang menjadi www.anakdolan.com , dan YouTube. Di tahun 2012, Anak Dolan mulai aktif bermain sosmed. Untuk awal, menjelajahi sosmed hanya dengan stok-stok foto yang sudah ada sebelumnya. Di tahun inilah mulai banyak respon dari banyak masyarakat.

Fotografi Masuk Desa

Anak Dolan: Memperkenalkan Pariwisata Tersembunyi Indonesia Lewat Fotografi

Perlahan Anak Dolan banyak respon baik dan bisa kejar "goals"-nya. Apa itu? Nah, dari awal Anak Dolan punya goals fotografi masuk desa, yang artinya sebenarnya bisa banyak. Tapi bagi Anak Dolan sendiri, fotografi masuk desa adalah lewat fotografi desa yang punya budaya dan potensi pariwisata dapat terbantu. Dengan kata lain, dapat memberikan informasi perjalanan khususnya destinasi Indonesia yang mungkin banyak orang belum tahu, dan memperkenalkan pariwisata di desa-desa yang belum terjangkau agar dapat terbantu meningkatkan sektor pariwisata di daerah-daerah yang pernah Anak Dolan kunjungi.

Nggak mudah memang, dan gue sudah melewati banyak hal. Untuk mencapai hal itu tentunya dibutuhkan konsistensi untuk melakukan perjalanan, bahkan sebulan bisa  melakukan dua kali perjalanan atau lebih. Mencari link, berkenalan dengan berbagai macam komunitas traveling, membagi waktu dan tenaga antara Anak Dolan dan kerjaan agar keduanya dapat berjalan, seperti memanfaatkan dengan baik tanggal merah, cuti bersama, dan tanggal kejepit….hehehe!

Pengorbanan dan Pengalaman Pahit

Anak Dolan: Memperkenalkan Pariwisata Tersembunyi Indonesia Lewat Fotografi

Nah, ada saat-saat dimana lo harus meninggalkan waktu berkumpul dengan keluarga, budget perjalanan cari sendiri, dapat teguran dari kantor.

Hingga ada pengorbanan yang tidak bisa dilupakan sampai saat ini, adalah saat gue melakukan perjalanan ke pelosok desa dan jauh dari kota bahkan masih minim dengan transportasi, gue dapat kabar Ibu yang sangat gue cintai meninggalkan gue untuk selama-lamanya dengan waktu yang bersamaan. Gue nggak bisa pulang ke rumah melihat beliau untuk terakhir kalinya.

Pengalaman pahit lain seperti tersesat di hutan, malam-malam sendirian di tempat antah berantah, sampai pernah juga mengalami penolakan dari warga desa karena mereka takut dengan orang asing seperti gue.

Gue nggak akan berhenti di sini aja, karena gue berharap Anak Dolan nantinya akan mengajarkan apa itu arti travel jurnalis yang sebenarnya gue yakini. Anak Dolan juga pengen ada semangat yang menular buat para traveler lain nya tidak hanya menjelajah tapi bagaimana kita bisa berbagi. Kemudian, gue juga berharap kalau Anak Dolan bisa bantu desa-desa yang punya potensi pariwisata untuk memajukan perekonomian desa tersebut dengan pengelolaan yang baik pula.

Pencapaian yang Berbuah Manis

Anak Dolan: Memperkenalkan Pariwisata Tersembunyi Indonesia Lewat Fotografi

Ada impian bahkan ini menjadi janji Anak Dolan untuk membuat pendidikan sekolah fotografi di desa-desa yang berpotensi pariwisatanya, agar kelak masyarakat desa bisa memajukan desanya lewat photo/video dan sosmed tanpa harus membayar orang kota untuk membuat promosinya. Karena pendidikan adalah hak semua masyarakat. Masyarakat desa harus pintar, sigap dengan kemajuan teknologi dan sosmed.

Anak Dolan selalu bersyukur sudah dikenal banyak kalangan masyarakat, dan mendapat dukungan dari tempat kerja sekarang. Pernah juga berkesempatan untuk menjadi pembicara di stasiun TV swasta, di acara travel, bekerjasama dengan brand besar seperti Super Adventure juga tentunya dan hingga Kementerian Pariwisata, majalah travel seperti Natgeo Indonesia, dan dari situ jadi banyak yang endorse deh….hehehe.

Misi Belum Usai

Anak Dolan: Memperkenalkan Pariwisata Tersembunyi Indonesia Lewat Fotografi

Tapi perjalanan ini belum usai sampai di sini, passion gue sebagai pejalan yang ingin selalu mengenalkan tempat-tempat eksotis dan kekayaan budaya negeri ini akan terus berlanjut, dan impian bisa keliling Indonesia harus tercapai. Aminn.

Itu dia sedikit banyak mengenai perjalanan Anak Dolan hingga saat ini yang mungkin bisa menginspirasi lo. Ratusan kilometer dan puluhan perjalanan yang luar biasa sudah gue lalui, tentunya Anak Dolan adalah sisi lain dari kehidupan gue dan akan terus menjadi passion gue! Now, I DARE you to make your own story, I’ll see you on the next adventure, Lur!

My Wave Beginner Extreme solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
Bahar
Woowww keren
Yumna Aditya Prakoso
mantap bgt gan
agung
tq info ya
Ani
wow keren
Agung Sutrisno
Perjalanan yang luar biasa
Stefanus Wijaya
cool, semoga impian bisa keliling nusantara tercapai yah.
Heni Oen
dolanan fotonga bagus bagus
Syahrul Ramadan
Wow keren
Yuniarto ( Tato )
niceeeeeee