Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Saat Pendakian

Mendaki gunung tentu perlu persiapan yang matang. Mulai dari perlengkapan yang harus dibawa sampai kondisi fisik yang prima. Maka dari itu, perlu juga memahami cara pertolongan pertama untuk masalah kesehatan saat pendakian, bro.

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Saat Pendakian

Aktivitas mendaki gunung bukan merupakan olahraga ringan yang bisa dilakukan sehari-hari. Perlu adanya persiapan fisik maupun mental. Bahkan, sebelum melakukan pendakian, biasanya dianjurkan untuk melatih fisik dengan mencoba beberapa olahraga ringan supaya kondisi fisik lebih prima saat mendaki.

Namun walaupun pada awalnya merasa sehat, kadang kala nggak ada yang tahu apakah fisik akan tetap dalam kondisi prima saat mendaki gunung. Terkadang banyak masalah kesehatan yang menimpa pendaki. Pada saat seperti itu, penanganan pertama apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal-hal yang nggak diinginkan?

Supaya bisa menghadapi kondisi seperti itu, simak teknik pertolongan pertama saat pendakian untuk beberapa masalah kesehatan yang umum terjadi.

Hipotermia

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Saat Pendakian

Image source: reddoorz.com

Pada suhu udara yang sangat rendah di puncak gunung, permasalahan yang biasa terjadi adalah hipotermia. Masalah kesehatan ini merupakan turunnya suhu tubuh secara drastis yang dikarenakan lingkungan yang sangat dingin. Gejalanya yaitu gigilan yang hebat, perasaan melayang, pandangan yang buram dan detak nadi yang lambat.

Penanganan: Apabila hal ini terjadi, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah dengan membawa si penderita hipotermia ke tempat yang hangat dan beri minuman hangat. Yang perlu diingat, usahakan agar korban tetap tersadar sehingga dapat mengetahui bagaimana kondisi yang ia rasakan.

Pingsan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Saat Pendakian

Image source: Keswick MRT

Masalah ini kadang terjadi pada saat proses pendakian. Daya tahan tubuh yang nggak cukup kuat dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran sementara karena otak kekurangan oksigen, kondisi perut belum cukup terisi, atau terlalu memaksakan diri mengeluarkan banyak tenaga.

Penanganan: Secepat mungkin baringkan si penderita dalam posisi terlentang dan tinggikan kaki melebihi jantung. Sebisa mungkin buat pernapasannya longgar dengan melepas ikatan ransel atau hal lain yang mengganggu pernapasan. Setelah siuman, beri ia air minum untuk menenangkan diri. Air minum hanya diberikan setelah siuman, jangan berikan saat masih pingsan karena berisiko tersedak.

Kram

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Saat Pendakian

Image source: skyrunninguk.com

Saat mendaki gunung, kinerja kaki menjadi dua kali lipat ketimbang berjalan seperti biasa di tanah yang datar. Pada saat seperti ini, masalah yang umum sering terjadi adalah kram. Tertariknya otot dan terasa kaku menjadi hal yang menghambat perjalanan pendakian.

Penanganan: Posisikan kaki si penderita senyaman mungkin, lalu pijat perlahan telapak kakinya dan bagian yang terasa kram. Pada bagian yang terasa kram, pijatlah berlawanan arah dengan bagian yang sedang kontraksi. Usahakan bagian jempol kaki penderita untuk digerakkan ke depan (seperti menunjuk namun menggunakan jempol kaki).

Terkilir

Jalur pendakian dan medan pendakian yang cukup berat menjadi hal yang sudah biasa dihadapi seorang pendaki. Pada medan yang demikian, kaki terkilir adalah masalah yang kerap muncul karena terpeleset atau terjatuh saat mendaki.

Penanganan: Lakukan RICE, yaitu istilah dokter yang menjelaskan tentang Rest, Ice, Compression, dan Elevate. Pertama istirahatkan, kemudian tempelkan kantong es atau apapun materi yang dingin, lalu kompresi dengan membalut kaki yang terkilir supaya nggak banyak goncangan, dan terakhir dengan meninggikan badan yang terkilir tersebut untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi.

Asma

Penyakit asma kerap kali sering menyerang para pendaki gunung tanpa disadari, khususnya yang memang mengidap asma. Penyakit ini terjadi karena adanya penyempitan/gangguan saluran pernapasan yang biasanya gejalanya timbul sesak nafas, irama nafas nggak teratur, terjadinya perubahan warna kulit menjadi pucat dan kesadaran yang menurun.

Penanganan: Jika gejala tersebut mulai nampak, baiknya segera menenangkan si penderita, bawa ke tempat yang sejuk, posisikan ia menjadi setengah duduk. Bila kondisi parah, segera beri oksigen bantuan atau segera cari bantuan orang untuk membantu mengatasi hal tersebut.

Mimisan

Berada di ketinggian gunung, udara dingin yang menusuk tulang sudah menjadi santapan utama. Karena suhu yang ekstrem, kadang hidung seseorang keluar darah atau biasa disebut mimisan. Gejala yang dialami berupa nyeri pada hidung dan kadang disertai rasa pusing.

Penanganan: Mintalah si penderita untuk menekan cuping hidung dan mintalah untuk bernapas melalui mulut. Pada saat ini pula, bersihkan hidung bagian luar dari darah dan buka setiap 5 atau 10 menit. Jangan pernah dongakkan kepala karena bisa berakibat tersedak karena darah yang keluar masuk kembali ke saluran pernapasan.

Nah, beberapa pertolongan pertama mengenai masalah kesehatan yang biasa dihadapi saat pendakian tersebut bisa jadi informasi buat dipahami, bro. Pastikan kondisi tubuh benar-benar prima saat mau mendaki ya, bro!

 

Source: phinemo.com
Tips Beginner Extreme solo traveling

6 COMMENTS

SHARE
Bahar
Nice info
Yuniarto ( Tato )
Goddddddd
Fajar Satritama
Mantaaaaap lah
Heni Oen
infonya bermanfaatnih
Hilman rusdiyanto
info bagus
Ricko Pratama Putra
Info yang bermanfaat