Kelelahan karena Panas Saat Naik Gunung? Begini Cara Atasinya Bro!

Aktivitas naik gunung selain menyenangkan tapi juga berisiko. Perjalanan menuju ke puncak kadang dimulai dari matahari belum terbit sampai matahari kembali lagi terbenam. Medannya juga nggak gampang, bebatuan, jalan menanjak sampai turunan yang curam.

Kelelahan karena Panas Saat Naik Gunung? Begini Cara Atasinya Bro!

Belum lagi faktor cuaca, meski turun hujan, kalau dirasa aman pasti bakal 'digas'. Sama halnya ketika cuaca terik, malah di saat matahari berada tepat di atas kepala, di situ tantangan  ketika naik gunung.

Tenaga bakal terkuras habis. Dan, bakal butuh banyak istirahat. Nah kalau sudah lelah begitu, nggak bisa disepelekan tuh bro.

Kalau sering melakukan petualangan ke pegunungan pasti sudah nggak asing sama istilah heat exhaustion atau kelelahan karena panas. Ini adalah salah fase yang satu rangkaian dengan hipertermia.

Penyakit ini biasanya terjadi ketika melakukan aktivitas intensitas tinggi dengan tingkat kelembaban suhu yang sama tingginya. Heat exhaustion sering terjadi pada cuaca yang terik, saat pendakian gunung maupun perubahan mendadak suhu ruang.

Nah kalau saat pendakian sudah ada gejala-gejalanya, ada baiknya lo istirahat dulu yang cukup. Heat exhaustion umumnya disertai dehidrasi gara-gara paparan panas tinggi. Kalau nggak segera diatasi bisa menyebabkan heat stroke.

Gejala Heat Exhaustion

Kelelahan karena Panas Saat Naik Gunung? Begini Cara Atasinya Bro!

Image source: pexels.com/@jaime-reimer

Sebelum bahas soal gejala, heat exhaustion ini ada dua jenis. Pertama water depletion atau kekurangan air. Kedua salt depletion atau kekurangan garam. 

Kalau kekurangan air itu gejala yang muncul merasa haus sampai tenggorokan kering, lemas, sakit kepala, dan kehilangan kesadaran (pingsan). Sedangkan kekurangan garam yang dirasakan itu mual dan muntah, kram otot, dan pusing.

Tapi secara garis besar, tanda dan gejala heat exhaustion bisa terjadi secara tiba-tiba. Yang umum dirasakan yakni merasa bingung, pusing, kelelahan, kram otot, mual, sakit kepala, hingga berkeringat berlebih. Oh iya, detak jantung juga lebih cepat.

Cara Mengatasi Heat Exhaustion

Kelelahan karena Panas Saat Naik Gunung? Begini Cara Atasinya Bro!

Image source: pexels.com/@roshan-dhimal

Kalau gejala-gejala di atas sudah mulai dirasakan oleh tubuh, maka jangan harus segera diatasi. Terutama kalau lo lagi perjalanan naik gunung.

Pertama-tama yang harus lo lakukan adalah lepas pakaan dan bawa ke tempat sejuk. Kalau suhunya sedang tinggi, baiknya berada di dalam ruangan. 

Pakailah pakaian yang tipis, longgar, dan menyerap keringat. Lebih aman sih pakai pelindung SPF di atas 30 untuk menahan panas matahari.

Kedua, minum minuman yang mengandung elektrolit atau air dingin. Ini penting bro buat jaga tubuh tetap terhidrasi dan mencegah kekurangan air.bSebagai informasi ya bro, paparan suhu dan panas tinggi bisa mempengaruhi kandungan garam dalam tubuh. Hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

Ketiga, cari bantuan medis segera mungkin kalau dua cara di atas belum membuat kondisi tubuh jadi baik. Kalau telat penanganan bisa pingsan dan kena heat stroke.

Nah gimana bro, ilmu baru lagi soal cara bertahan di alam bebas. Meski heat exhaustion nggak melulu menyerang saat aktivitas naik gunung, tapi seenggaknya bisa sama-sama tahu deh, kalau terkena penyakit ini bisa langsung diatas. Toh, pendakian gunung juga rentan banget sama paparan sinar atau suhu matahari. Kalau rencana naik gunung, perhatikan kondisi tubuh ya bro. Jangan dipaksakan.

 

source: https://www.indosurvival.com/2020/06/apa-itu-heat-exhaustion-bagaimana-cara-mengatasinya.html
Tips Beginner Extreme solo traveling

5 COMMENTS

SHARE
Bahar
Nice info
Fajar Satritama
Thx info broo.. sangat bermanfaat meskipun poinnya cuma harus ganti pakean, dan harus minum minuman yg dingin gak boleh kafein dan alkohol
Hilman rusdiyanto
info bagus
Agus Sungkawa
Nice informasi
Ricko Pratama Putra
Makasih tips nya