Mengenal Teknik Ultralight Backpacking, Biar Naik Gunung Nggak Berat

Naik gunung itu identik dengan tas besar dengan peralatan seabrek-abrek alias banyak banget. Meski demikian, kegiatan outdoor itu tetap digemari banyak orang. 

Mengenal Teknik Ultralight Backpacking, Biar Naik Gunung Nggak  Berat

Tenaga buat sampai ke puncak gunung juga nggak sedikit. Rute menanjak dan menurun kadang bikin energi terkuras. Nggak jarang juga banyak pendaki balik kanan atau tak sanggup lanjut karena kelelahan. Salah satunya beban yang dibawa terlalu berat. Makanya ada peran porter di rute pegunungan yang bikin perjalanan jadi lebih ringan.

Tapi sebenarnya ada juga lho teknik naik gunung yang bikin nyaman dan meminimalisir kelelahan. Namanya teknik ultralight backpacking. 

Diperkenalkan Tahun 1991

Mengenal Teknik Ultralight Backpacking, Biar Naik Gunung Nggak  Berat

Image source: unsplash.com/@blavon

Buat para pendaki pemula, ultralight backpacking ini pertama kali diperkenalkan tahun 1991 oleh Ray Jardine. Dalam buku yang dia rilis dijelaskan tuh teknik ultralight backpacking ini. Bukunya terus dicetak ulang tahun 1999 dengan judul Beyond Backpacking.

Jadi secara umum, teknik ini bukan soal cara mendaki gunung, tapi lebih kepada pedoman berkemas dalam bepergian. Jadi nggak cuma untuk naik gunung aja, tapi bisa diterapkan buat keperluan traveling secara umum.

Pada intinya ultralight hiking atau ultralight backpacking adalah teknik yang menekankan untuk membawa peralatan dan perbekalan dengan berat seminimal mungkin. Sebagai contohnya, jika biasanya kita membawa ransel berukuran 50-60L dalam perjalanan kini kita dapat membawa ransel hanya 20-40L. Nah, kalau jalan-jalan atau petualangan membawa beban yang ringan, sudah pasti bikin perjalanan jadi lebih nyaman.

Apa Itu Ultralight?

Mengenal Teknik Ultralight Backpacking, Biar Naik Gunung Nggak  Berat

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ultralight merupakan cara melakukan perjalanan dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan serta ringkas tanpa meninggalkan prinsip keamanan. Yang harus diingat nih bro poinnya adalah, bawa peralatan yang serba ringan tapi memenuhi segala kebutuhan.

Sama satu hal lagi, ultralight bukan mengurangi peralatan yang dibawa ke alam bebas. Tapi membuat peralatan jadi lebih ringkas dengan fungsi yang lengkap. 

Aman Nggak Sih Kalau Ultralight Backpacking?

Di alam bebas nggak ada yang 100 persen bisa menjamin dari segi keamanan. Tapi paling tidak semua perbekalan dan peralatan harus memenuhi standar keamanan. Tapi peralatan itu cuma sebagai alat bantu dan dalam mengambil keputusan yang tepat merupakan langkah utama kesuksesan perjalanan pendakian gunung.

Peralatan yang dibawa ketika menerapkan ultralight sebenarnya sama dengan pendakian yang umum dilakukan. Seperti  pakaian, alat tidur, shelter, P3K, hingga wadah air. Namun dalam ini terkadang peralatan yang dibawa tidak terlalu fungsional di atas gunung. Jadi diutamakan membawa alat multifungsi. Ini adalah senjata utama bagi para pecandu ultralight backpacking, karena satu barang tersebut dapat menggantikan banyak barang dengan fungsi berbeda-beda. 

Nah, peralatan type peralatan ultralight yang beredar di pasaran beberapa di antaranya bisa didapatkan di Indonesia, cuma memang agak mahal. Tapi jangan berkecil hati bro, lo bisa merancang sendiri peralatan yang dibutuhkan. Misalnya ransel, untuk perjalanan ke gunung harus diperhatikan juga berapa lama durasi pendakiannya

Jadi ransel yang dibawa menyesuaikan kebutuhan. Semakin cepat durasi waktunya, maka semakin simple peralatan dan semakin kecil juga tas yang dibutuhkan. Ini juga salah satu kunci teknik ultralight itu sendiri. 

Maka, rencanakanlah dengan seksama perjalanan lo untuk naik gunung. Lalu cari ransel yang ringan dan simple deh. Oh iya, sleeping bag juga sudah ada yang jenis ultralight berbahan down maupun sintetis. 

Gimana bro, sudah paham kan apa itu ultralight backpacking? Jadi jangan bawa perlengkapan dan peralatan yang nggak perlu ya. 

 

Source: https://berjalanterus.com/mengenal-teknik-pendakian-ultralight-hiking/
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

10 COMMENTS

SHARE
Fajar Satritama
Thx info
Agung Sutrisno
Teknik untuk membawa peralatan dan perbekalan berat seminimal mungkin jadi keinget film mr.bean
Hilman rusdiyanto
info bagus
Agus Sungkawa
Artikel yang sangat bermanfaat
Ldr_Lstyd
nice info
Ilham akbar
Thanks infonya
agung
tq info ya
eNeS
makin kesini tas gede makin ga laku. ribet dan juga berat hehehe
Bahar
Nice info
Rdh
Nice info