Dendy Baratdaya : Memperkenalkan Indonesia Lewat Travelling dan Kopi

Perjalanan benar-benar membuat gue belajar tentang banyak hal luar biasa yang bahkan tidak pernah gue dapatkan di pendidikan formal. Melakukan perjalanan keliling Indonesia sejak enam tahun silam adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidup gue.

Dendy Baratdaya : Memperkenalkan Indonesia Lewat Travelling dan Kopi

Perjalanan awal dimulai ketika gue menapaki beberapa puncak gunung di Pulau Jawa. Misi gue awalnya hanya untuk sebuah pencapaian pribadi, berpetualang ke gunung-gunung yang ada di pulau Jawa.

Backpacking Keliling Indonesia yang Mengubah Hidup

Dendy Baratdaya : Memperkenalkan Indonesia Lewat Travelling dan Kopi

Seiring perjalanan, ternyata semesta mempertemukan gue dengan banyak hal hebat hingga akhirnya misi gue berubah, dari awalnya hanya ingin menjelajahi gunung-gunung di Pulau Jawa, akhirnya jadi sebuah perjalanan panjang dengan misi keliling Indonesia, benar-benar mengelilingi hingga ke setiap pelosok 34 Provinsi di Indonesia.

Perjalanan yang tidak mudah ini akhirnya kian berproses. Mengunjungi setiap tempat di Negara Kepulauan yang sangat luas bukanlah perkara mudah, apalagi tipe perjalanan yang gue pilih adalah backpacking. Perhitungan biaya yang seminim-minimnya dan perhitungan waktu yang tepat menjadi kunci kelancaran perjalanan ini.

Perjalanan keliling Indonesia gue lakukan dengan cara estafet. Estafet pertama adalah menelusuri daerah Jawa mulai dari Jawa Barat sampai dengan Jawa Timur, lalu dilanjutkan dengan menelusuri Indonesia Tengah dan Timur, hingga estafet terakhir gue banyak berpetualang di Pulau Sumatera.

Proses panjang ini membuat gue bisa melihat lebih dekat berbagai keragaman dan kekayaan alam serta budaya Nusantara. Gue selalu takjub akan semua hal baru yang gue temui, orang-orang daerah yang ramah, tempat-tempat unik dan bersejarah yang bahkan jarang dijamah karena letaknya yang di pelosok dan susah dijangkau, membuat gue semakin memahami kalau negeri Indonesia ini benar-benar kaya dan sangat beragam. Di pelosok-pelosok daerah gue seringkali terpaku dan merasakan kecintaan terhadap negeri ini semakin bertambah.

Menemukan Nama Baratdaya

Dendy Baratdaya : Memperkenalkan Indonesia Lewat Travelling dan Kopi

Pernah suatu hari ketika sedang backpacker-an di daerah Maluku, gue tertegun sejenak, betapa sudah jauhnya jarak yang gue tempuh dari kampung halaman di Sumatera Barat sana. Jika dihitung-hitung, tak kurang dari 4.000 kilo meter gue sudah pergi jauh dari kampung halaman.

Lamunan itu kemudian membawa gue ke sebuah nama yang akan gue pakai untuk terus berkarya membagikan cerita perjalanan, Baratdaya namanya! Kenapa? Filosofi singkatnya begini, perjalanan yang gue tempuh sejatinya membutuhkan arah sebagai petunjuk, dan baratdaya merupakan sebuah arah.

Kenapa harus Baratdaya? Kenapa tidak Timur laut atau arah lainnya? Begini, sebagai orang asli Minangkabau yang memang sudah sejak dahulu kala memegang teguh tradisi merantau, gue juga memaknai perjalanan ini dengan sebuah perantauan, dan tujuan utama dari merantau adalah kembali pulang ke kampung halaman dan membawa semua kebaikan yang didapat selama merantau. Dan arah Baratdaya menggambarkan kepulangan gue ketika perjalanan ini nanti sudah berakhir, ke Sumatera Barat, di arah Baratdaya.

Passion Menjadi Pekerjaan 

Dendy Baratdaya : Memperkenalkan Indonesia Lewat Travelling dan Kopi

Proses ini juga membawa gue ke beberapa kesenangan yang kemudian gue dalami sebagai passion. Karena sering menjelajah ke tempat-tempat indah, akhirnya gue belajar fotografi dan videografi secara otodidak. Awalnya memulai dengan kamera ponsel hingga sekarang lebih serius dengan kamera profesional, hingga akhirnya passion ini bisa menjadi sebuah pekerjaan. Iya betul! Sekarang passion gue sebagai traveler akhirnya menjadi pekerjaan utama gue, Travel Photographer dan Content Creator.

Meskipun gue menjalani hidup dengan passion dan menjadikan itu semua pekerjaan yang sangat menyenangkan, di satu sisi gue harus mengorbankan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan jalur pendidikan gue.

Dari tamat SMA gue melanjutkan ke perguruan tinggi dengan jurusan Teknik Mesin, bahkan melanjutkan sampai jenjang master. Pada akhirnya, gue memilih untuk tidak bekerja di sektor formal sesuai pendidikan gue. Alasannya? karena gue ingin menjadi manusia bebas, yang tidak terikat dengan satu pekerjaan yang menurut gue monoton, gue ingin menjalani hidup sesuai passion dan melakukan pekerjaan yang gue suka. Tidak mudah memang, proses panjang yang gue jalani tanpa lelah, keraguan dari orang-orang sekitar, akhirnya perlahan bisa terbayar dengan ketekunan.

Perjalanan juga seringkali mengejutkan gue dengan berbagai cara, salah satunya dengan pertemuan-pertemuan tak terduga dengan banyak orang-orang hebat yang kemudian menjadi tempat gue untuk belajar banyak hal. Percayalah, proses itu nikmat bro!

My Wave Beginner Extreme solo traveling

5 COMMENTS

SHARE
Kristian Mustafa
Keren banget Indonesiaku.
Ldr_Lstyd
keren lurde
Ilham akbar
Keren bangetss
eNeS
proud of you mas.
Ilham akbar
Nice info