Teknik Jalan Saat Mendaki dan Turun Gunung

Para pencinta alam pasti selalu punya kesan menarik ketika menjelajahi gunung, hutan, atau laut. Penyuka kegiatan di alam, khususnya hiking atau backpacking harus memahami trik maupun teknik ketika mau naik gunung.

Teknik Jalan Saat Mendaki dan Turun Gunung

Teruntuk pemula biasanya nih, kadang ada aja pendaki yang seringkali berhenti di tengah perjalanan karena kelelahan. Kalau sudah begitu, mau nggak mau niat untuk sampai ke puncak akhirnya diurungkan. Dan, memang nggak bisa dipaksakan juga bro.

Jadi kalau mau perjalanan ke puncak gunung mulus harus ada persiapan yang matang. Mulai dari ketahanan fisik, perlengkapan, sampai teknik pendakiannya juga mesti tepat.

Nah, mungkin masih banyak yang abai nih soal teknik jalan saat mendaki dan menuruni gunung. Padahal teknik ini terbilang penting lho bro, biar jalan menanjak jadi terasa ringan.

Berjalan dengan Badan Lurus

Teknik Jalan Saat Mendaki dan Turun Gunung

Image source: unsplash.com/@jnaberle

Saat lo mulai perjalanan usahakan berjalan dengan posisi badan lurus untuk menyeimbangkan badan atas dan bawah. Saat berjalan juga mesti bertumpu pada tumit saat kaki mendarat, kaki harus sedikit membengkok dengan santai, jangan sampai posisinya lurus, dan jatuh sejajar dengan badan.

Lalu jangan mengambil jarak langkah kaki yang terlalu lebar. Karena akan berisiko cedera dan menguras energi. Saat kaki mendarat, maka berat tubuh akan bertumpu pada permukaan kaki sebelum mulai melangkah lagi.

Di momen ini tumpuan berat akan pindah ke kaki sebelah, dimana kaki yang bakal maju menjadi tuas yang kuat untuk mendorong tubuh ke depan. Maka saat melangkan lo bisa menggunakan kelima jari kaki untuk mencengkram pijakan sehingga mendapatkan keseimbangan saat melangkah. 

Lakukan hal ini dengan perlahan, jangan buru-buru bro, karena bisa mengakibatkan cedera karena kaki terlalu keras bekerja. Posisi tangan juga harus diperhatikan ya bro. Usahakan tangan tetap berada di samping badan, bukan di depan pundak. Jangan keliru.

Lebih baik lagi ketika perjalanan mendaki dibantu dengan trekking pole, terutama saat menempuh rute atau medan yang sulit. Trekking pole bakal memudahkan tumpuan badan saat mendorong ke depan jalan.

Teknik Saat Jalan Menanjak

Teknik Jalan Saat Mendaki dan Turun Gunung

Image source: pexels.com/@ajaybhargavguduru

Ketika lo mulai jalan menanjak, disarankan lo tetap menggunakan langkah sedang yang sejajar dengan badan atas dan tidak membungkuk. Posisi badan agak bersandar ke depan, tapi nggak membungkuk. Sesuaikan posisi membungkuk dengan sudut kemiringan rute yang lo lewati.

Setelahnya lo juga harus membuat gerakan mendorong ke depan dengan kaki belakang yang lurus, lalu posisi kaki depan menapak perlahan. Terus kalau lo menggunakan trekking pole, tempatkan di samping badan, jangan di depan ya. Lalu posisinya trekking pole jangan terlalu jauh supaya keseimbangan badan bisa stabil saat melangkah.

Teknik Saat Jalan Menurun

Teknik Jalan Saat Mendaki dan Turun Gunung

Image source: unsplash.com/@tsoydottir

Nah kalau ketemu sama jalan menurun, maka gunakan tumit dulu saat mendaratkan kaki dengan posisi dibengkokan perlahan, bukan lurus. Hal Ini untuk menghindari terjadinya cedera pada sendi-sendi lutut.

Kalau turun dengan bantuan trekking pole, lo bisa memanjangkan jangkauan tongkat untuk memudahkan tumpuan badan saat jalan menurun. Hindari kebiasaan memutar engkel kaki dengan tujuan menyesuaikan kaki ya.

 

Source: https://gunung.id/teknik-berjalan-mendaki-dan-turun-gunung/
Tips Beginner Extreme solo traveling

6 COMMENTS

SHARE
Ldr_Lstyd
nice info
Ilham akbar
NIce info
Bahar
Nice info
Agus Sungkawa
Nice informasi
agung
tq info ya
Allink
Mantapppp