Para Pendaki Wajib Tahu tentang Frosbite dan Cara Mengatasinya

Bagi orang awam kegiatan naik gunung terlihat mulus-mulus saja. Meski tahu proses perjalanannya berat, tapi serasa mudah ketika melihat sudah sampai di puncak gunung.

Para Pendaki Wajib Tahu tentang Frosbite dan Cara Mengatasinya

Padahal nggak seperti itu juga. Para pendaki gunung itu berhadapan dengan banyak risiko. Salah satunya tiga jenis penyakit yang selalu menghantui. Satu di antara nama penyakitnya yakni frostbite

Frostbite merupakan kondisi di mana jaringan tubuh membeku dan rusak oleh paparan suhu rendah. Kondisi ini akibat radang dingin dan umumnya terjadi pada tangan, kaki, hidung, dan telinga.

Bahayanya, kalau terkena frostbite bisa jadi luka serius. Untuk disembuhkan butuh waktu berminggu-minggu. Pasien bisa kehilangan kulit, jari, dan kaki serta cacat dan berubah warna pada kulit. Dan bahanya, frostbite bisa berkembang jadi hipotermia.

Gejala Frostbite 

Para Pendaki Wajib Tahu tentang Frosbite dan Cara Mengatasinya

Image source: emedihealth.com

Gejala pertama yang dialami penderita frostbite adalah Frostnip. Apa itu? Frostnip biasanya bisa dilihat pada bagian kuku dan jari-jari tangan yang terasa dingin dan beku. Setelah itu merambat ke bagian kulit tubuh berubah warna.

Warna kulit yang semulanya segar menjadi pucat apabila terkena frostbite. Termasuk wajah yang jadi pucat juga. Kalau nggak segera ditangani kulit yang pucat bisa terkelupas. Permukaan kulit jadi terasa lebih licin jika terkena penyakit ini

Gejala kedua jaringan kulit mulai menunjukkan tanda kerusakan yang semakin parah. Kulit bisa melepuh karena dingin. Suhu dingin sulit lagi untuk direndam, rasa seperti menusuk-nusuk permukaan kulit. Itu sebabnya kulit jadi melepuh. 

Kalau sudah memasuki gejala kedua ini, ada kemungkinan mengalami mati rasa. Gejala kedua berpotensi menjadi superficial Frostbite di mana kulit yang membeku, mati rasa, dan kaku untuk digerakkan, berubah warna menjadi kuning keabu-abuan bahkan putih pucat.

Gejala yang ketiga ini bisa dibilang yang paling parah jika menderita frostbite. Kulit yang sudah melepuh kemudian membeku. Bahayanya pembuluh darah di kulit bisa terdampak, salah satunya tersumbat. 

Kalau kondisi sudah separah itu, maka harus cepat ditangani. Jika tidak maka risiko selanjutnya yakni menderita diabetes. Pada bagian pembuluh darah yang terhambat membuat kulit mengalami gangren. Penderita frostbite harus diamputasi kalau terlambat penanganan. Bahkan bisa juga membuat jaringan lain ikut mengalami masalah. Selain penderita menjadi mati rasa, kulit menjadi sangat kaku, kepala mulai pusing, dan bahkan demam berkelanjutan. 

Metode Pengobatannya

Para Pendaki Wajib Tahu tentang Frosbite dan Cara Mengatasinya

Image source: unsplash.com/@peyankov

Sebenarnya pengobatan utama dari frostbite adalah pencegahan. Artinya sebelum memutuskan untuk naik gunung harus dilakukan pencegahan. Misalnya mengenakan pakaian yang menyesuaikan cuaca di gunung. Baju hangat sampai sarung tangan harus dipersiapkan dengan matang. 

Lalu bisa juga minum cairan non-alkohol dan kafein. Batasi paparan terhadap udara dingin. Tapai kalau frostbite sudah terjadi, maka segera cari perlindungan dan sumber yang bisa menghangatkan tubuh. Rendam kulit di air hangat yang bersuhu 40°C. Jangan gunakan air panas karena air panas bisa memperparah luka akibat frostbite.

Jika memungkinkan, hangatkan seluruh tubuh dengan banyak minum air dan angkatlah kulit yang terkena frostbite setelah dihangatkan. Lecet pasti terjadi, tapi jangan direndam. Gunakan kasa perban kering lalu bersihkan area yang mengalami pembengkakan. Kalau sudah segera hubungi bantuan gawat darurat.

 

source: https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/frostbite-adalah-radang-dingin/#gref
In Depth Beginner Extreme solo traveling

8 COMMENTS

SHARE
Agung Sutrisno
Para pendaki wajib tau akibat dan cara atasi hal tsb
Yuniarto ( Tato )
info yg bagus
Bahar
Nice info
Agus Sungkawa
Nice informasi
Vania Susanto
penting banget pengetahuan ini
Bahar
Mantapppp
Bahar
Nice info
Yuniarto ( Tato )
cukup mengerikan juga ya