Biar Nggak Tersesat di Gunung, Hindari Hal-hal Ini Bro!

Mendengar seorang teman yang baru saja turun dari Gunung Rinjani rasanya seru juga. Di atas gunung sana pemandangannya indah banget. Dia bilang bulan depan sudah mau berencana lagi pergi ke sana.

Biar Nggak Tersesat di Gunung, Hindari Hal-hal Ini Bro!

Diceritakan juga proses perjalanan sampai ke puncak Gunung Rinjani. Dia mengambil jalur Aik Berik. Mulai pendakian jam 8 pagi. Waktu di perjalanan alam sudah menyambut dengan cuaca yang cerah. Mampir sebentar ke Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu yang menjadi pintu pendakian Jalur Aik Berik untuk melihat Segara Anak dan Puncak Rinjani.

Singkat cerita pendakian sudah masuk di tengah hutan. Pendakian dari Pos 1 sampai ke pos 3 memakan waktu sekitar 3 jam. Dari cerita seorang teman ini, cuaca tiba-tiba tak lagi bersahabat. Untuk mengejar waktu sampai ke 4 pun dirasa tidak mungkin. 

Hujan gerimis pun turun. Jalur menjadi basah dan harus ekstra hati-hati. Untuk pemula jalur selepas pertigaan Plawangan dan Kondo terbilang rute yang bikin ngeri. Karena hanya jalan setapak dan bersebelahan dengan jurang. Kabut juga juga turun. Mau nggak mau nurut dengan alam. Duduk sebentar sampai hujan berhenti

Dan benar saja, nggak lama hujan berhenti. Pendakian pun langsung lanjut. Tapi lagi-lagi cuaca nggak mendukung. Keputusan final di tengah hutan itu akhirnya sabar sebentar, dan mendirikan tenda untuk bermalam sehari sebelum lanjut ke pos 4.

Cerita di atas sebagai gambaran kalau mendaki gunung juga perlu perhitungan matang. Semata-mata demi keselamatan. Sabar juga salah satu kunci sukses sampai menginjakan kaki di puncak gunung.

Kalau ego pendaki nggak bisa dikontrol, maka fatal akibatnya. Bisa-bisa tersesat di jalur pendakian. Karena tersesat bisa menghampiri siapa saja bro, termasuk pendaki yang sudah bolak-balik mendaki ke gunung juga nggak sedikit yang masih tersesat.

Apa Sih Penyebab Tersesat di Gunung?

Biar Nggak Tersesat di Gunung, Hindari Hal-hal Ini Bro!

Image source: unsplash.com/@raisanastukova

Faktor pribadi bisa jadi salah satu penyebab tersesat di gunung bro. Pertama, mementingkan ego. Untuk sukses sampai ke puncak gunung juga harus sabar bro. Perlu hitung-hitungan yang matang karena yang lo hadapi adalah jalur alam yang sulit diterka-terka.

Belum lagi lo bawa kelompok pendaki lain. Otomatis tanggung jawab bukan cuma buat badan sendiri, melainkan ada banyak kepala yang juga mesti dituntun selamat sampai ke atas. Meskipun skill navigasi sudah hebat, tetap ego nggak boleh tinggi.

Banyak pendaki yang merasa ahli, sampai-sampai lalai akan peraturan dan prinsip pendakian. Karena ego itu, akhirnya persiapan dan perlengkapan bisa diremehkan. Yang paling bahaya adalah selalu merasa kalau jalur yang dilaluinya itu tepat. So, ini harus dihindari ya bro.

Nggak Cari Info Jalur Pendakian

Biar Nggak Tersesat di Gunung, Hindari Hal-hal Ini Bro!

Image source: unsplash.com/@freestocks

Riset sebelum naik gunung itu penting. Terutama buat lo yang baru pertama kali menjajal ke gunung. Sebisa mungkin carilah informasi sebanyak-banyaknya. Di era digital sekarang, akses informasi sudah gampang banget didapat. Jadi bukan alasan lagi deh minim info soal jalur pendakian.

Cari info-info soal jalur pendakian, terus basecamp, pos pendakian, sampai tanda-tanda alamiah penanda jalur. Memang sih saat praktiknya akan ada pemandu, tapi dapat pengetahuan singkat juga nggak ada salahnya kan?

Nggak cuma itu aja, lo juga jangan sampai buta soal ilmu navigasi. Pahami prinsip dasar navigasi mulai dari membaca peta sampai menentukan arah. Karena kalau sudah disorientasi arah, banyak pendaki yang bingung menentukan arah untuk balik ke jalur semula. Dan akhirnya malah tersesat.

Faktor Teknis

Biar Nggak Tersesat di Gunung, Hindari Hal-hal Ini Bro!

Image source: pexels.com/@bhine

Kalau tadi faktor pribadi, ini nih yang faktor teknis yang bikin kadang pendaki tersesat di gunung. Pertama mengambil jalan pintas. Pendaki banyak yang tersesat karena keluar dari jalur yang seharusnya. Ada kaitannya dengan ego tadi, ketika merasa ahli, pendaki jadi memilih jalur pintas agar cepat sampai. Padahal keputusan itu sangat berbahaya.

Termasuk juga terpisah dari rombongan. Ada sweeper dalam pendakian yang berperan penting menjaga rombongan supaya nggak ada yang terpisah. 

Tapi karena rasa nggak sabaran, jadi ada yang buru-buru mendaki sampai nggak memperhatikan anggota lainnya yang bikin tersesat. Nggak terkecuali faktor alam. Cuaca juga bisa bikin tersesat. Kalau kabut sudah sangat tebal, sebaiknya hentikan dulu perjalanan dan buatlah camp sementara.

 

Source: https://www.indosurvival.com/2019/07/faktor-penyebab-pendaki-tersesat-di-gunung.html
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

3 COMMENTS

SHARE
Agus Sungkawa
faktor alam.
agung
tq info ya
Rdh
Nice info