7 Fakta Menarik Suku Sherpa, Para Pemandu dari Gunung Everest

Buat yang pernah mendaki Gunung Everest, sepertinya sudah nggak asing dengan Suku Sherpa. Yap, Suku Sherpa bisa dibilang sebagai teman terbaik para pendaki di Gunung Everest. Mau tahu fakta menarik tentang Suku Sherpa, bro? Simak ulasan selengkapnya!

7 Fakta Menarik Suku Sherpa, Para Pemandu dari Gunung Everest

Berasal dari kata ‘Sher’ yang berarti timur dan ‘Pa’ yang memiliki arti orang, Sherpa sendiri diartikan sebagai orang-orang dari timur. Selama ini, Suku Sherpa memang dikenal sebagai pemandu Gunung Everest, karena diklaim mempunyai daya tahan tubuh yang kuat dan mampu beradaptasi dengan ganasnya gunung tertinggi di dunia tersebut.

Suku Sherpa juga diketahui sebagai suku yang bermigrasi dari Tibet timur ke Nepal ratusan tahun yang lalu. Selain menjadi suku yang mendiami Everest selama ratusan tahun, ada banyak fakta tentang Suku Sherpa yang menarik, bro. Berikut ini fakta menarik Suku Sherpa yang perlu lo ketahui.

1. Suku yang Bermigrasi ke Nepal

7 Fakta Menarik Suku Sherpa, Para Pemandu dari Gunung Everest

Image source: shutterstock.com/Omri Eliyahu

Jauh sebelum Everest menjadi gunung populer di dunia, Suku Sherpa dipercaya telah mendiami Pegunungan Himalaya sejak ratusan tahun lalu. Mereka diperkirakan bermigrasi sekitar 300-400 tahun lalu dan pertama kali menetap di Distrik Solukhumbu, Nepal, dengan komunitas tertua di Desa Pangboche.

2. Nggak Semua Orang Bisa Jadi Sherpa

7 Fakta Menarik Suku Sherpa, Para Pemandu dari Gunung Everest

Image source: inspiredadventures.com.au

Sejak Gunung Everest menjadi terkenal oleh para pendaki, Sherpa sendiri telah bergeser menjadi sebuah profesi yang menjanjikan di sana. Hal ini membuat Sherpa kini identik sebagai “pemandu gunung” yang ada di sekitar Gunung Everest.

Tugas seorang Sherpa biasanya adalah mendirikan kemah, membawa barang, serta bertanggung jawab atas keselamatan kelompok pendaki. Karena vitalnya tugas Sherpa, mereka pun dianggap sebagai teman terbaik para pendaki di Gunung Everest.

Meskipun beberapa orang bisa melamar pekerjaan sebagai Sherpa, hanya etnis Sherpalah yang bisa mencapai puncak Everest untuk mengantar para pendaki. Daya tahan tubuh yang kuat serta bisa beradaptasi dengan Gunung Everest menjadi salah satu alasannya.

3. Memiliki Gaji yang Besar

7 Fakta Menarik Suku Sherpa, Para Pemandu dari Gunung Everest

Image source: inspiredadventures.com.au

Dari tugasnya yang cukup sulit tersebut, Suku Sherpa rata-rata mendapatkan penghasilan sekitar 700 dolar Amerika atau Rp 10 jutaan. Bahkan, Sherpa juga bisa mendapatkan gaji sekitar 3000-5000 dolar Amerika, atau sekitar Rp 44 juta hingga Rp 74 juta dalam setiap musim pendakian.

Bahkan, seorang Sherpa yang sudah senior atau memiliki sertifikasi tertentu, bisa mendapatkan kenaikan gaji hampir dua kali lipat menjadi 8000 dolar Amerika atau sekitar Rp 119 juta. Hal ini tentu sangat wajar, mengingat tanggung jawab yang besar bagi seorang Sherpa, belum lagi ia juga harus bertaruh nyawa di tengah ganasnya Gunung Everest.

4. Tenzing Norgay, Sherpa Pertama yang Sampai Puncak

7 Fakta Menarik Suku Sherpa, Para Pemandu dari Gunung Everest

Image source: minews.id

Di balik kesuksesan Sir Edmund Hillary yang mencapai puncak Everest kala itu, ternyata ia ditemani oleh seorang Sherpa yang bernama Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay pun menjadi Sherpa pertama yang berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1953 yang memandu Sir Edmund Hillary.

5. Memiliki Nama Lain

Selain Sherpa, ternyata suku ini menyebut dirinya sebagai ‘Shar-Wa’. Suku Sherpa juga memiliki nama lain yang terkadang menyulitkan para pendaki, yang diberi sesuai nama-nama hari dalam seminggu. Misalnya aja Pasang, nama yang disematkan pada hari Jumat, dan Pemba untuk hari Sabtu.

Tradisi ini dipercaya dapat membuat Suku Sherpa selalu berada di bawah perlindungan Dewa. Banyak juga Sherpa yang diberikan nama lain, seperti Lhamo yang berarti cantik, atau Gyaltshen yang berarti ucapan berani.

6. Daya Tahan Tubuh Kuat

Kemampuan bertahan di ketinggian ekstrem dengan oksigen yang tipis membuat Suku Sherpa menjadi pemandu yang tepat untuk memandi para pendaki Gunung Everest.

Dalam sebuah studi, dinyatakan bahwa kekuatan Suku Sherpa ada pada genetiknya. Ada mutasi yang membuat tubuh orang-orang Sherpa memiliki metabolisme yang lebih efisien dalam mengelola oksigen.

7. Sherpa Nggak Hanya Ada di Everest

Sherpa diketahui sebagai suku yang sering bepergian dan mereka masih melakukannya hingga kini. Sekitar 600 tahun lalu mereka melintasi jalan dari Tibet Timur ke Desa Solukhumbu di Nepal.

Seiring berjalannya waktu, ketenaran Everest juga membuat kesuksesan Suku Sherpa itu sendiri. Ada lebih dari 5.000 Sherpa sekarang tinggal di luar negeri, bahkan setengahnya ada di New York. Komunitas Sherpa juga dapat ditemukan di Inggris, Australia, dan Jerman.

Nah, itulah beberapa fakta menarik dari Suku Sherpa yang menjadi teman terbaik para pendaki Gunung Everest. Tertarik mendaki Gunung Everest dan bertemu Suku Sherpa, bro?

 

Source: https://kumparan.com/kumparantravel/7-fakta-menarik-suku-sherpa-si-kaum-super-dari-gunung-everest-1quThO2vyPm/full
In Depth Beginner Extreme solo traveling

4 COMMENTS

SHARE
Helmi salim wachdin
Super amazing
agung
tq info ya
Agus Sungkawa
Tenzing Norgay menjadi Sherpa pertama yang berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1953 yang memandu Sir Edmund Hillary.
Bahar
Nice info