Tentang Etika Lingkungan Hidup Beraktivitas di Alam Bebas

Bagi para petualang, mungkin sudah nggak asing dengan kutipan “Jangan ambil apapun kecuali foto, jangan bunuh apapun kecuali waktu, jangan tinggalkan apapun kecuali jejak”. Beberapa hal tersebut menjadi panduan dasar etika lingkungan hidup saat beraktivitas di alam bebas. Sebenarnya bagaimana penjelasan lengkap tentang etika lingkungan hidup tersebut? Simak ulasan selengkapnya!in d

Tentang Etika Lingkungan Hidup Beraktivitas di Alam Bebas

Kutipan “Take Nothing But Pictures, Kill Nothing But Time, Leave Nothing But Footprints” tentu sudah sering didengar di telinga para petualang atau traveler sebagai panduan dasar etika lingkungan hidup saat beraktivitas di alam bebas. Gunung, sungai, danau, lau, atau tempat manapun yang didatangi merupakan habitat bagi makhluk hidup lain dengan ekosistem tersendiri.

Oleh karena itu, sudah kewajiban bagi siapapun yang beraktivitas di alam bebas untuk menjaga kelestarian dan etika lingkungan hidup serta nggak memberikan paparan yang dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup di tempat tersebut. Berikut ini penjelasan mengenai etika lingkungan hidup saat beraktivitas di alam bebas.

Take Nothing But Picture

Tentang Etika Lingkungan Hidup Beraktivitas di Alam Bebas

Image source: shutterstock.com/Twinsterphoto

Alam tentu akan menawarkan banyak hal yang sangat indah. Mulai dari pemandangan, tumbuh-tumbuhan, hewan, hingga ornamen alami. Nggak jarang hal-hal tersebut membuat manusia sangat terdorong untuk mengambilnya dan menjadikannya koleksi pribadi.

Tentu hal itu nggak boleh dilakukan karena akan berdampak buruk pada kelangsungan situs alam tersebut. Mengambil ornamen alam dapat merusak keindahan dan warisan alami di tempat tersebut. Seperti pendaki gunung yang nggak boleh memetik bunga edelweiss. Pendaki sejati pasti mengerti dan nggak akan melakukan hal itu.

Intinya, jangan ambil apapun ketika bertualang ke alam liar, kecuali foto ya, bro.

Kill Nothing But Time

Tentang Etika Lingkungan Hidup Beraktivitas di Alam Bebas

Image source: shutterstock.com/Zakirov Aleksey

Pergi ke alam bebas akan membawa kita masuk ke habitat hewan-hewan liar, termasuk hewan buas dan reptil berbisa. Jadi jika ada ular berbisa di jalur yang dilewati jangan sampai dibunuh. Menghindarlah ketika menemui hewan liar yang menghalangi jalan, atau usir mereka dengan aman tanpa membuat hewan tersebut stress.

Namun jika ada serangga yang sangat mengganggu dan mengetahui bahwa jenis serangga tersebut bereproduksi dengan ratusan atau ribuan telur dalam satu siklus, maka membunuh beberapa ekor nggak berdampak signifikan pada ekosistem. Nyamuk contohnya, tapi untuk mencegah gigitannya lebih baik menggunakan lotion anti nyamuk.

Leave Nothing But Footprints

Tentang Etika Lingkungan Hidup Beraktivitas di Alam Bebas

Image source: unsplash.com/@tsoydottir

Saat mengunjungi suatu tempat, ketika pulang tentu harus meninggalkannya dengan kondisi yang sama seperti awal kedatangan. Jika mandi di suatu perairan di alam bebas, maka sebaiknya nggak menggunakan sabun, sampo, atau zat kimia lain agar nggak mencemari lingkungan.

Cara yang paling baik adalah dengan meniadakan benda-benda yang dapat menjadi sampah sejak awal keberangkatan. Jangan gunakan kemasan plastik atau sachet, tempatkan bahan-bahan makanan pada container yang dipakai berkali-kali atau reusable untuk dibawa.

Cara terbaik kedua adalah membawa kembali sampah tersebut saat pulang. Di lingkungan tropis, sisa-sisa makanan yang dapat membusuk bisa dikubur dengan cara menimbunnya pada tanah. Namun jika waktu tempuh perjalanan pulang nggak lama, maka sisa makanan tersebut lebih baik dibawa untuk kemudian dibuang.

Itulah beberapa etika lingkungan hidup yang perlu dipatuhi saat melakukan kegiatan di alam bebas. Dengan menerapkan prinsip “jangan ambil apapun selain foto, jangan bunuh apapun selain waktu, jangan tinggalkan apapun selain jejak”, maka lo telah melakukan upaya minimal untuk menjaga kelestarian alam, bro.

 

Source: https://penjelajah.com/etika-lingkungan-hidup-saat-beraktivitas-di-alam-terbuka/
In Depth Beginner Extreme solo traveling

3 COMMENTS

SHARE
Heni Oen
jaga sikap dan kelakuan selama mendaki
Yuniarto ( Tato )
etika itu penting
Bahar
Nice info