Melihat Suguhan Indahnya Lanskap Indonesia dari Layar Film

Film Hollywood memang juara dari segi kualitas graphic dan special effect yang ditawarkan. Saking kerennya bahkan bisa dibilang hampir tanpa cacat.

Melihat Suguhan Indahnya Lanskap Indonesia dari Layar Film

Tapi kalau bicara soal panorama bentang alam, Indonesia nggak kalah buat bersaing. Potensi alam yang dimiliki Indonesia kerap dipilih sineas Tanah Air untuk menonjolkan kekayaan Ibu Pertiwi dengan paduan unsur budaya.

Bahkan film Hollywood 'Eat, Pray, Love' yang diperankan oleh Julia Roberts dan Javier Bardem juga mengambil keindahan Bali yang nilai eksotis. Untuk film Indonesia sendiri, kita bisa menyimak bagaimana keindahan Pulau Belitung muncul ke permukaan melalui film Laskar Pelangi. 

Masih banyak sebenarnya keindahan Indonesia yang bisa diangkat. Beberapa di antaranya sudah jadi judul film. Apa saja?

Atambua 39 Celsius

Melihat Suguhan Indahnya Lanskap Indonesia dari Layar Film

Image source: lokadata.id

Atambua 39 Celsius merupakan film drama Indonesia arahan sutradara Riri Riza dan Mira Lesmana yang dirilis tahun 2012. Film ini mengisahkan sebuah kota bernama Atambua, kota yang menjadi perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Setelah keluarnya Referendum 1999, Timor Timur resmi berpisah dari NKRI dan berdiri sendiri sebagai Timor Leste. Peristiwa tersebut sontak meninggalkan cerita yang menyayat hati bagi masyarakat yang tinggal di sana.

Lewat film ini, sang sutradara mengajak penonton mengintip peristiwa yang terjadi di daerah perbatasan Indonesia. Pada saat itu, lebih dari 400.000 penduduk baru dari Timor Timur memilih untuk menjadi warga Indonesia dan tinggal di Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Situasi ini menjadi masalah baru bagi penduduk yang harus menyesuaikan diri dengan penduduk lokal. Sampai akhirnya salah satu keluarga yang dikisahkan dalam film ini harus dibatasi oleh dua negara.

Sokola Rimba

Melihat Suguhan Indahnya Lanskap Indonesia dari Layar Film

Image source: tentangsinopsis.com

National Museum of Women in the Arts Washington DC menjadi saksi bagaimana keberagaman budaya Indonesia dan suku pedalaman di tanah air melalu film Sokola Rimba. Film ini menceritakan tentang pengalaman seorang perempuan mengajar anak-anak Rimba. Bangganya, film ini diputar di National Museum of Women in the Arts Washington DC.

Film ini diangkat dari pengalaman Butet mengajar membaca dan berhitung pada anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di pedalaman hutan provinsi Jambi. Film berdurasi kurang lebih 90 menit ini, kita dibiasakan untuk merasakan bagaimana kehidupan di hutan dengan keterbatasan hingga cara berkomunikasi yang unik.

Epic Java

Nggak banyak film Indonesia yang lahir tanpa narasi. Film dokumenter berjudul 'Epic Java' java di bawah bendera Embara Film berhasil mengundang decak kagum penontonya. Mereka yang menganggap keindahan Indonesia hanya ada di Bali, akan terjawab di sini.

Rasa kagum dan syukur akan terus terucap setiap di setiap scenenya. Dalam pembuatannya, film ini mengeksplorasi lebih dari 50 lokasi di Pulau Jawa dalam waktu 365 hari. Yang bikin bangga lagi, film ini berhasil menyabet berbagai penghargaan baik dalam negeri maupun internasional

Cahaya Dari Timur: Beta Maluku

Film ini mengangkat kisah perjuangan Tim Nasional U-15 di Piala Pelajar Asia 1996. Sepanjang film, penonton tak hanya disuguhkan konflik budaya. Melainkan juga menghadirkan keindahan Desa Tulehu, Maluku Tengah.

 

Source: https://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-c025-14-112311_cahaya-dari-timur-beta-maluku#.VFIUJTSsW8Q
https://findiemks.blogspot.com/2012/11/resensi-film-39-derajat-celcius-bukti.html
https://hot.detik.com/movie/read/2013/12/19/094331/2446203/229/film-dokumenter-epic-java-raih-penghargaan-khusus-di-piala-maya-2013
https://www.voaindonesia.com/content/film-sokola-rimba-diputar-perdana-di-amerika/1883462.html
Trending Beginner Extreme solo traveling

6 COMMENTS

SHARE
Yuniarto ( Tato )
indahnya negriku
agung
tq info ya
SRI YAYA ASTUTI
bangga akan indonesia
Agung Sutrisno
Kekayaan Indonesia akan unsur budaya lokal
samsul hadi
Baru tau betapa beutifulnya negeriku
Sumardiyono
mantap jiwa guys