Temuan Baru Peradaban yang Hilang dengan Teknologi LIDAR di Candi Muaro Jambi

Situs Candi Muaro Jambi memang terkenal memiliki wilayah yang sangat luas. Namun, berkat teknologi yang semakin canggih, jejak peradaban yang hilang di situs ini bisa ditemukan kembali lho, bro. Bagaimana informasi temuan peradaban yang hilang dengan teknologi Lidar di Candi Muaro Jambi? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, bro!

Temuan Baru Peradaban yang Hilang dengan Teknologi LIDAR di Candi Muaro Jambi

Banyak catatan sejarah menunjukan bahwa kompleks Candi Muaro Jambi memang berperan penting dalam penyebaran agama Hindu dan Budha di Nusantara. Dilansir laman Historia dari Line Today, arkeolog Junus Satrio Atmodjo mengungkapkan bahwa awalnya situs Muaro Jambi diperkirakan memanjang di tepi Sungai Batanghari sejauh 7,5 km. Namun, berkat kecanggihan teknologi pemindaian diduga situs itu panjangnya mencapai sekitar 9 km, bro.

Teknologi apa yang digunakan di candi seluas ribuan hektar ini? Apa saja yang ditemukan alat pemindai canggih yang satu ini? Langsung saja, simak informasi temuan temuan peradaban yang hilang dengan lidar di Candi Muaro Jambi berikut ini, bro!

Sekilas tentang LIDAR 

Temuan Baru Peradaban yang Hilang dengan Teknologi LIDAR di Candi Muaro Jambi

Image source: GIS Geography 

Teknologi pemindaian yang digunakan pada kompleks Candi Muaro Jambi ini adalah Light detection and ranging atau yang kerap disebut LIDAR. Hasil pemindaian LIDAR ini adalah data spasial dengan kepadatan dan akurasi tinggi, bro.

Teknologi ini mampu merekam semua objek yang ada di permukaan bumi, bahkan yang tertutup pepohonan sekalipun karena LIDAR menggunakan sinar laser. Jadi, selama masih ada celah cahaya yang bisa menembus ke bawah pepohonan data LIDAR tetap bisa mendeteksi objek tersebut, bro.

Masih Banyak Manapo di Kompleks Candi Muaro Jambi

Temuan Baru Peradaban yang Hilang dengan Teknologi LIDAR di Candi Muaro Jambi

Image source: shutterstock.com/robbihafzan

Sebanyak 82 lebih reruntuhan bangunan kuno ada di wilayah situs Percandian Muarajambi. Di antaranya 11 kompleks candi telah dipugar yaitu Candi Kembar Batu, Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi II, Candi Astano, Candi Kotomahligai, Candi Kedaton, Candi Gedong I, Candi Gedong II, dan Telago Rajo.

Sedangkan, candi lainnya masih berupa gundukan tanah berisi runtuhan bata yang biasa disebut dengan manapo oleh penduduk sekitar, bro. Arkeolog Junus Satrio Atmodjo mengakui para arkeolog sebelum ini kesulitan memetakan sebaran bangunan-bangunan kuno itu. Ia menerangkan bahwa Muaro Jambi memang umumnya dipahami sebagai hutan lebat.

“Hutan ya bagaimana kita memetakan? Kita baru jalan sedikit ketemu pohon besar. Jadi pola-pola yang kita perkirakan belum terlihat,” katanya seperti dilansir laman Historia.

Belum lagi banyak tinggalan kuno yang diyakini masih tersimpan dan belum terkuak. “Seperti apa? Kami pun para arkeolog tidak tahu. Untuk orang-orang yang sudah lalu lalang sejak 1980-an, pertanyaan ini selalu ada di pikiran,” katanya.

Oleh karena itu, demi mengungkap rahasia yang masih tersembunyi di kawasan arkeologi berskala besar seperti Muaro Jambi, atas inisiasi Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, alat yang berupa pemindai laser diterbangkan dengan pesawat Cessna bermuatan dua awak dan dua penumpang pada Desember 2019, bro.

Sangat Membantu untuk Menguak Sejarah yang Terpendam

Temuan Baru Peradaban yang Hilang dengan Teknologi LIDAR di Candi Muaro Jambi

Image source: Historia

Secara teori lima jam terbang bolak-balik data sudah bisa didapat. Tapi, karena cuaca tak bersahabat, butuh waktu lima hari dan 15 kali penerbangan untuk memindai wilayah seluas 7.192 hektar itu. Cakupannya ini meliputi sebagian wilayah di luar Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi, bro.

Selain itu, ternyata LIDAR juga membuat para peneliti mampu mengidentifikasi reruntuhan lebih dari 60.000 rumah, istana, jalan raya yang ditinggikan, dan fitur buatan manusia lainnya yang telah tersembunyi selama berabad-abad di bawah hutan Guatemala utara lho, bro.

Kini dengan teknologi yang sama, kata Junus, untuk pertama kali ia bisa melihat pola struktur bangunan yang tersebar di Muaro Jambi. Sesuatu yang katanya, sejak dulu sangat sukar untuk diketahui, bro!

 

Referensi: https://today.line.me/id/v2/article/Teknologi+Pemindai+Muarajambi-9v7rDr
Trending Beginner Extreme solo traveling

8 COMMENTS

SHARE
SRI YAYA ASTUTI
saksi peradaban
Yuniarto ( Tato )
Mabtapp brooo
Agus Sungkawa
ternyata LIDAR juga membuat para peneliti mampu mengidentifikasi reruntuhan
agung
tq info ya
Agung Sutrisno
Peninggalan sejarah yang wajib dilestarikan
samsul hadi
Mudah2an setelab ketemu tetap lestari
Yuniarto ( Tato )
ara candi juga
Aswar Annas
Luar biasa