Selamat Datang di Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Berlibur ke Timur Indonesia nggak melulu soal pantai yang bagus atau melipir ke Pulau Komodo. Coba deh liburan ke tempat-tempat bersejarah, pastinya bakal tetap menarik dan meninggalkan banyak kesan pas pulang ke rumah.

Selamat Datang di Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Salah satu tempat keren di NTT tuh ada yang namanya Kampung Bena. Ada yang pernah ke sana? Jadi Kampung Bena ini letaknya persis di bawah kaki Pegunungan Inerie, Desa Tiwuriwu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Di sana, yang paling terkenalnya itu rumah ada dan tradisi nenek moyangnya.

Menarik banget sih kalau liburan ke tempat ini. Selain dapat suasana alamnya, tambah ilmu juga karena tanah yang lo injak itu adalah kampung adat tertua di Flores.

Ada Sejak 1.200 Tahun Lalu

Selamat Datang di Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Image source: instagram.com/betweentwotrees

Kampung ada ini berada di bawah gunung. Memang ciri khasnya begitu, di mana masyarakat lama percaya kalau para dewa tinggal di gunung.

Penduduk di Kampung Bena meyakini keberadaan Yeta, dewa di gunung yang melindungi perkampungan yang mereka tinggali. Sampai sekarang kepercayaan itu masih dipertahankan.

Makanya adat istiadat di sana juga masih kental banget. Termasuk konstruksi bangunan rumah warga Kampung Bena yang masih tetap sama dari zaman dulu. Kurang lebih ada 40-an rumah yang masih berdiri kokoh di sana.

Jadi ciri khas bangunan adat di sana tuh materialnya dari jerami dan kayu. Konon, hunian di Kampung Bena itu nggak banyak berubah dari 1.200 tahun yang lalu.

Memanjang Seperti Kapal

Selamat Datang di Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Image source: instagram/bang_tora

Uniknya lagi dari Kampung Bena itu adalah bentuk kampung adatnya yang memanjang. Kampung ini memiliki bentuk yang memanjang seperti kapal, dari utara ke selatan.

Di bagian tengah kampung lo bisa lihat ada beberapa bangunan yang disebut Bhaga dan Ngadhu. Kalau Bhaga itu dibangun mirip pondok kecil, sementara Ngadhu adalah tiang tunggal yang punya fungsi sebagai tiang gantungan hewan kurban saat pesta adat. 

Pintu masuknya cuma dari utara. Sementara ujungnya tepi tebing yang terjal. Yang harus lo tahu juga, di sana itu ditinggali dari berbagai macam suku, mulai dari Suku Khopa, Ago, Ngada, Deru Solamae, Deru Lalulewa, Wahto, Dizi dan Dizi Azi. Kebanyakan, masyarakat di sana itu kerjanya sebagai peladang, sementara para wanitanya itu menenun.

Kalau lo liburan ke sana, jangan lupa beli kain tenun Kampung Bena sebagai oleh-oleh ya. Lo bisa beli tenun ikat kecil sebagai ikat kepala sampai tenun ikat besar dengan harga mulai dari Rp 50 ribu. Coba bayangin deh, Indonesia tuh kaya banget kan?

Terkenal Penghasil Kopi

Selamat Datang di Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Image source: shutterstock.com/Charlie Sperring

Acung jari buat yang gemar menyeruput kopi lokal. Kalau kalian gemar sama kopi dari Flores, salah satu penghasilnya ada di Kampung Bena ini.

Banyak lho wisatawan yang mengakui kalau hasil kopi di Kampung Bena ini salah satu yang terbaik di Bajawa dan Flores. Di sana, olahan kopinya masih tradisional. 

Nggak cuma turis lokal aja yang datang, banyak turis mancanegara juga rela jauh-jauh datang buat lihat kegiatan penduduknya secara langsung. 

 

source: https://kumparan.com/florespedia/kampung-bena-desa-adat-tertua-di-flores-1552713127680353604
Urban Places Beginner Extreme solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
dephy
masih bener-bener belum terkontaminasi
Yuniarto ( Tato )
Kayanya Seger nih Kopinya
Agung Sutrisno
Kopinya emak dan sangat terkenal
agung
tq info ya
Bahar
Nice info
Yuniarto ( Tato )
6nice bro
Laudu
Nice info
arief
luar biassaaaaa
Sumardiyono
Amazing Brow