Cerita Menarik tentang Ojek Gunung Sindoro Via Alang-Alang Sewu

Pesona matahari terbit di gunung Sindoro memang paling bikin susah move on. Selain itu, di gunung yang satu ini juga ada ojek gunung ekstrem yang kaya di Gunung Sumbing lho, bro. Seperti apa cerita menarik dibalik ojek Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu? Berikut ulasan selengkapnya!

Cerita Menarik tentang Ojek Gunung Sindoro Via Alang-Alang Sewu

Pemandangan cahaya keemasan di atas gumpalan awan dan didampingi gagahnya Gunung Sumbing pasti bikin lo pengen lagi dan lagi ke Gunung Sindoro. Yup, hal inilah yang selalu dinantikan para pendaki yang berkunjung ke gunung dengan ketinggian sekitar 3136 Mdpl itu.

Nggak hanya itu, di Gunung Sindoro ini ternyata juga ada ojek gunung yang hampir mirip di Gunung Sumbing lho, bro. Ojek gunung ini biasanya bakal mengantar para pendaki dari basecamp sampai di titik tertentu dengan harga yang sangat terjangkau. Sama seperti profesi lainnya, para tukang ojek di Gunung Sindoro ini juga memiliki cerita yang unik dan menarik, bro.

Pada Kamis (29/10) lalu, tim Super Adventure berkesempatan mewawancarai beberapa ojek gunung yang ada di basecamp Pencinta Alam Jelajah Rimba Sindoro Alang-alang Sewu atau yang akrab disebut Pajero, Desa Anggrunggondok, Kec. Kertek, Kabupaten Wonosobo. Daripada makin penasaran, langsung saja simak cerita menarik dibalik ojek Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu berikut ini, bro!

Tarif yang Sangat Terjangkau

Cerita Menarik tentang Ojek Gunung Sindoro Via Alang-Alang Sewu

Image source: instagram.com/ery_yan99

Ojek gunung yang tersedia di basecamp Pajero ini selalu siap sedia mengantarkan para pendaki yang mau mendaki gunung Sindoro. Lo bisa menaiki ojek gunung ini dari basecamp sampai batas pintu rimba yang ditandai gapura Alang-alang Sewu, bro.

Biasanya, para pendaki menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam untuk mencapai titik ini. Sedangkan, dengan jasa ojek gunung lo hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit-an. Lumayan banget kan, bro?

Meskipun harus melalui jalan pemukiman desa sampai area perkebunan yang menantang, harga ojek gunung yang satu ini sangat terjangkau, lho. Para pendaki yang mau menghemat tenaga dan mempersingkat waktu menggunakan jasa ojek gunung hanya dikenai biaya sekitar Rp. 20.000 saja, bro!

“20.000 (rupiah), sama dari dulu pertama buka di sini tetep 20.000,” ujar Pak Sugedi atau yang akrab disapa Pak Suket, salah satu ojek gunung di basecamp Pajero. Tarif tersebut berlaku buat ojek yang naik maupun turun gunung di jalur Sindoro via Alang-alang Sewu, bro.

Ada Daftar Antrian Ojek Gunung

Cerita Menarik tentang Ojek Gunung Sindoro Via Alang-Alang Sewu

Image source: instagram.com/jekpas

Mengingat banyaknya tukang ojek yang mencari nafkah di sini, dan untuk mencegah terjadinya konflik antar tukang ojek gunung, maka dibuatkanlah jadwal antrian ojek gunung di basecamp. 

“Ini kan kalau ada nomer-nomer seperti ini biar enak, biar nggak rebutan gitu,” kata Pak Suket sambil menunjuk ke papan informasi antrian ojek gunung di basecamp Pajero.

Nggak hanya di basecamp, papan informasi antrian ojek gunung juga ada di pos pangkalan ojek di gapura Alang-alang Sewu. Jadi, semua ojek gunung disini udah punya jadwal atau gilirannya masing-masing, bro.

Sudah Ada Sejak Tahun 2017

Ternyata, ojek Gunung Sindoro ini sudah ada sejak basecamp Pajero diresmikan lho, bro. “Semenjak adanya basecamp ini (Pajero), langsung ada ojeknya, sekitar tahun 2017-an lah,” cerita Pak Iman, salah satu ojek gunung di jalur pendakian Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu.

Ia pun turut bersyukur dengan adanya hari libur panjang serta tutupnya jalur pendakian Gunung Sindoro via Kledung kala itu. “Kalau (jalur) Kledung buka, terus nggak ada libur panjang mungkin cuma satu kali aja sampe malem,” katanya lagi.

So, itulah beberapa cerita menarik dibalik ojek Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu. Sudah pernah atau baru mau ke sini nih, bro? Kalau sudah pernah ceritakan kesan dan pengalaman lo di kolom komentar ya!

Urban Action Beginner Extreme solo traveling

4 COMMENTS

SHARE
Yuniarto ( Tato )
keren broooo
Agus Sungkawa
Cerita yang menarik
Heni Oen
wah mantap juga
Bahar
Nice info