Jelajah Nepal Van Java, Menanti Sunrise dari Dusun di Kaki Sumbing

Banyak banget turis-turis yang punya tujuan wisata ke Nepal. Mendaki sedikit sembari memuaskan hobi fotografi. Gimana nggak jadi sasaran mata kamera, keindahan alam dan keeksotisan panorama di sana memang menarik banget buat direkam.

Jelajah Nepal Van Java, Menanti Sunrise dari Dusun di Kaki Sumbing

Tapi, lo nggak perlu jauh-jauh buat melihat suasana desa yang berada di ketinggian. Karena lo bisa menikmatinya di negeri sendiri dengan tujuan traveling ke Jawa Tengah.

Destinasi yang bakal kita bahas itu Nepal Van Java, alias Desa Butuh yang berada di Magelang, Jawa Tengah. Desa ini letaknya di kaki Gunung Sumbing. Udaranya sejuk dan cenderung berkabut.

Sudah terbayang belum nikmatnya menghirup udara pagi di sana? Jadi Dusun Butuh ini merupakan dusu tertinggi di Magelang. Ketinggiannya kurang lebih 1620 mdpl.

Kalau dari pusat kota Magelang, lo butuh waktu 30 menit sampai 45 menit untuk bisa sampai di Dusun Butuh ini. Tapai kalau naik motor, estimasi waktunya bisa lebih cepat. 

Sudah Dibuka Lagi Setelah Dipercantik

Jelajah Nepal Van Java, Menanti Sunrise dari Dusun di Kaki Sumbing

Image source: shutterstock.com/M D Fahmi

Wisata Nepal Van Java ini sempat ditutup pada awal pertengahan Oktober kemarin. Penutupan dilakukan karena kerja bakti supaya lokasinya jadi lebih cantik.

Nggak lama kok, karena per 7 November 2020, wisata Nepal Van Java ini kembali dibuka. Pembukaan kembali ini dilakukan setelah dilakukan perbaikan, pengecatan dan penambahan fasilitas spot selfie.

Di sana penerapan hari libur untuk kunjungan wisata setiap hari Jumat. Lalu berdasarkan Perdes Desa ditetapkan biaya masuknya sekitar Rp8 ribu per orang. Adapun tarif parkir sepeda motor Rp 3.000, kemudian mobil Rp 10.000. 

Setelah dipoles, ada penambahan fasilitas mulai dari penambahan lokasi parkir mobil, pengecatan rumah-rumah warga, ada spot selfie gardu pandang, terus ada ikon dusun berupa naga.

Kenapa Disebut Nepal Van Java?

Jelajah Nepal Van Java, Menanti Sunrise dari Dusun di Kaki Sumbing

Image source: instagram.com/burhambagus

Jumlah penduduk di Dusun Butuh kurang lebih ada 610 Kepala Keluarga dan 2.500 jiwa. Kebanyakan di sana berprofesi sebagai petani dengan menanam sayur mayur segar, seperti wortel, kentang, dan kol.

Dulunya, sebelum menjadi pemukiman tanah di Dusun Butuh merupakan ladang pertanian warga dengan kontur yang terus menanjak naik ke lereng paling atas Gunung Sumbing. 

Seiring waktu, rumah-rumah di Dusun Butuh dibangun dengan mengikuti kontur tanah. Uniknya, posisi rumah ini berdiri teratur mirip terasering yang mengikuti kontur kaki Gunung Sumbing. Beberapa rumah berdiri bertingkat rapi di sepanjang lereng utara Gunung Sumbing, mirip banget sama desa-desa di kaki Pegunungan Himalaya di Nepal.

Sampai akhirnya dijuluki deh Dusun Butuh dengan sebutan Nepal Van Java yang kemudian viral di media sosial. Spot paling ciamik di sini tuh di tikungan sebelum pasar. Dari posisi ini bisa kelihatan lanskap Dusun Butuh secara keseluruhan.

Spot Cantik Menanti Sunrise

Jelajah Nepal Van Java, Menanti Sunrise dari Dusun di Kaki Sumbing

Image source: instagram.com/vigiverindo3

Dusun Butuh ini jadi tujuan utama para wisatawan buat melihat sunrise atau matahari terbit. Kalau mau ke sana, waktu yang ideal itu saat pagi hari.

Setelah matahari terbit lo bisa menikmati cuaca cerah di sana. Cahaya matahari timur bakal cantik banget jadi spot foto. Saat cerah, langit biru juga makin mempercantik pemandangan. Kombinasi langit biru, hijau Gunung Sumbing, dan perumahan penduduk bakal menyempurnakan liburan kalian. 

 

Source: https://travel.kompas.com/read/2020/09/07/081957827/7-tips-berkunjung-ke-nepal-van-java-di-dusun-butuh-magelang?page=all
Urban Places Beginner Extreme solo traveling

11 COMMENTS

SHARE
Sumardiyono
nice good
agung
tq info ya
SRI YAYA ASTUTI
selamat pagi dari desa butuh
Agung Sutrisno
Nepal Van Java sisi lain keindahan kaki gunung sumbing
Yuniarto ( Tato )
Ini si keren
Bahar
Nice info
Sumardiyono
tanks infonya
Ilham akbar
Nice info
Yuniarto ( Tato )
Luarrr biasaaaa
arief
bangga dg negri sendiri