Sederat Fakta Soal Edelweis, Bunga yang Nggak Boleh Dipetik

Sudah pada tahu kan everlasting flower alias bunga keabadian? Kalau masih bingung, yang bakal kita bahas tuh bunda Edelweis. Iya, bunga ini nggak pernah mati dan nggak boleh sama sekali dipetik.

Sederat Fakta Soal Edelweis, Bunga yang Nggak Boleh Dipetik

Bunga ini biasanya ditemukan di dataran tinggi, seperti di kawasan pegunungan di Jawa, Sumatera, Sulawesi, sampai Lombok. Bunga ini bisa cepat tumbuh di area yang banyak sinar matahari.

Uniknya, bunga Edelweis cuma bisa tumbuh pada bulan-bulan tertentu aja, yaitu bulan April dan Agustus. Tangan-tangan jahil pendaki bikin populasi bunga Edelweis jadi langka. Nggak mau kan bunga cantik ini jadi susah ditemukan? 

So, mohon amat sangat tangannya jangan pada jahil ya kalau lagi mendaki. Cukup dilihat dan jadi spot foto aja. Tapi jangan dipetik, okay?

Bukan apa-apa bro, larangan memetik Edelweis itu bukan sekadar aturan lisan atau dibuat oleh si pengelola taman nasional. Tapi ada Undang-Undangnya yang menyiratkan larangan  kegiatan yang bisa mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional. Terlepas dari itu, masih ada lagi sederet fakta tentang Edelweis. Apa saja sih?

Tumbuh 10 Tahun

Sederat Fakta Soal Edelweis, Bunga yang Nggak Boleh Dipetik

Image source: istockphoto.com/ciud

Fakta ini sedikit banget yang tahu. Coba kenapa sih Edelweis dijuluki bunga abadi? Jadi jawabannya adalah karena bunga ini memiliki waktu mekar yang cukup lama. Sampai 10 tahun, bro.

Makanya disebut bunga abadi. Karena ada aturan Undang-Undangnya, siapa yang memetik bunga Edelweis bisa dikenakan denda Rp 100 juta dan Rp 50 juta. Masih mau ngelanggar? 

Pegunungan yang beruntung bisa ditumbuhi Edelweis antara lain Gunung Lawu, Semeru, Merbabu, Sindoro, Papandayan, Gede Pangrango, dan Rinjani.

Kalau di Rinjani, keindahan Edelweis bisa dinikmati di Plawangan Sembalun. Kalau di Gunung Lawu itu ada di sepanjang jalur menjelas Puncak Hargo Dumilah.

Ditemukan 200 Tahun Lalu

Sederat Fakta Soal Edelweis, Bunga yang Nggak Boleh Dipetik

Image source: wikimedia.org

Di Indonesia sendiri bunga Edelweis ditemukan 200 tahun yang lalu. Pertama kali, penemunya adalah pria asal Jerman yang namanya Georg Carl Reinwardt. Dia seorang naturalis atau seseorang yang mengadakan penyelidikan khusus mengenai binatang dan tumbuhan.

Disebutkan, Georg menemukan bunga ini di lereng Gunung Gede, Jawa Barat pada tahun 1819. Bunga ini memiliki cara bertahan hidup yang kuat, sekalipun di tanah yang sudah tandus.

Jadi bunga ini bisa membentuk mikoriza untuk memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Budi Daya Edelweis

Sederat Fakta Soal Edelweis, Bunga yang Nggak Boleh Dipetik

Image source: radarindo.co.id

Di Indonesia, Gunung Bromo jadi tempat budidaya bunga Edelweis. Lokasi budi daya ini sudah ada dan dijalankan sejak 10 November dua tahun yang lalu. Peluncurannya bertepatan dengan diresmikannya Desa Wisata Edelweis di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Adalah petani bernama Hulun Hyang yang melakukan budi daya Edelweis ini. Dia dan kelompoknya menghadirkan Edelweis yang bisa dijual untuk oleh-oleh para wisatawan. Jual hasil budi daya ini legal dan resmi. Jadi tenang saja bro kalau mau beli.

Kok bisa legal? Karena ada edelweis hasil budidaya ini ada perbedaan fisiknya dengan yang asli tumbuh di pegunungan. Kalau hasil budi daya itu lebih gemuk dan subur dibanding dengan aslinya di dataran tinggi.

 

source: https://travel.kompas.com/read/2020/09/02/080800927/8-fakta-edelweis-bunga-abadi-di-gunung-yang-tak-boleh-dipetik?page=all
In Depth Beginner Extreme solo traveling

13 COMMENTS

SHARE
Sumardiyono
tanks infonya
HendraNusu
Luar biasaaa
agung
tq info ya
Bahar
Nice info
Ricko Pratama Putra
Patut di budidayakan
HendraNusu
Wowwwwwww
Yeni Kurniasih
hrus selalu di jaga jangan di petik
Yuniarto ( Tato )
Wajib tau nih
Muhammad arifudin
Bunga abadi
Cecep Jajang
Ini yang harus di jaga..gak boleh di abaikan