Mengetahui Fakta Unik dan Menarik dari Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta dikenal sebagai rumah sekaligus tempat tinggal bagi sultan dan rumah tangga istananya. Selain memiliki peraturan yang unik saat berkunjung ke sana, Keraton Yogyakarta juga memiliki fakta unik dan menarik, bro. Penasaran apa aja? Simak ulasannya berikut ini!

Mengetahui Fakta Unik dan Menarik dari Keraton Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan satu dari empat wilayah di Indonesia yang memperoleh hak otonomi khusus. DIY setara dengan provinsi, namun dipimpin oleh trah dari Kesultanan Mataram secara turun temurun. Pusat pemerintahannya berada di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, terletak di jantung kota Yogyakarta, DIY.

Keraton Yogyakarta menjadi rumah sekaligus tempat tinggal bagi sultan dan rumah tangga istananya yang terus menjalankan tradisi kesultanan dengan dibantu oleh ratusan abdi dalem. Setelah Yogyakarta mendapat gelar ‘Daerah Istimewa’ di tahun 1950, keraton dipisahkan dari kegiatan pemerintahan dan hanya menjadi Lembaga Pemangku Adat Jawa.

Terdapat berbagai peraturan adat yang harus dipatuhi selama berada di lingkungan keraton. Selain itu, ada juga berbagai fakta unik dan menariknya, bro. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Fakta Unik Keraton Yogyakarta

Mengetahui Fakta Unik dan Menarik dari Keraton Yogyakarta

Image source: https://www.shutterstock.com/image-photo/yogyakarta-indonesia-november-14-2018-old-1367891393

Nggak seperti kerajaan-kerajaan lain di Indonesia, sultan Keraton Yogyakarta memiliki kedudukan sebagai gubernur DIY. Wakilnya adalah Adipati Paku Alam dari Kadipaten Pakualaman. Mereka secara otomatis menjadi pemimpin DIY yang nggak terikat masa jabatan dan tanpa melalui Pemilu. Inilah bentuk keistimewaan DIY dari de facto 1946 dan de jure 1950.

Keraton Yogyakarta dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I dan selesai pada tahun 1790. Bagian utara keraton menghadap Gunung Merapi dan bagian selatan menghadap Samudra Hindia, tempat Istana Pantai Selatan milik Nyi Roro Kidul berada. Kompleks Keraton Yogyakarta dibangun dengan sangat detail dan teliti sesuai cerminan kosmologi Jawa.

Terdapat beberapa aturan unik di Keraton Yogyakarta, yaitu nggak boleh berfoto membelakangi bangunan keraton karena keraton dianggap sebagai simbol raja. Wisatawan juga dilarang berfoto membelakangi abdi dalem dan duduk di sembarang tempat.

Nggak juga diperkenankan mengenakan topi, membawa kereta bayi, koper, atau sesuatu yang beroda. Membawa ponsel dan kamera ke dalam keraton pun harus izin terlebih dahulu, bro.

Keluarga Kerajaan akan mengendarai kereta kencana setiap kali upacara-upacara kebesaran keraton. Terdapat 23 kereta kencana miliki Kesultanan Yogyakarta, semuanya tersimpan rapi di dalam museum Kereta Keraton Ngayogyakarta. Setiap kereta memiliki nama dan kegunaan berbeda-beda. Salah satu yang unik adalah Kereta Kanjeng Nyai Jimat buatan tahun 1970.

Sumber Kekayaan Keraton Yogyakarta

Mengetahui Fakta Unik dan Menarik dari Keraton Yogyakarta

https://www.shutterstock.com/image-photo/december-15-2019-yogyakarta-indonesia-nitilaku-1590621958

Layaknya kerajaan pada umumnya, dahulu sumber kekayaan dari Keraton Yogyakarta berasal dari upeti yang disetorkan rakyat atau negara bawahan. Namun bagaimana dengan sekarang, setelah Keraton Yogyakarta menjadi bagian dari Indonesia? Kedudukan keraton memang nggak sekuat dulu, kini pajak rakyat Yogyakarta dikelola oleh negara melalui Kementerian Keuangan.

Rupanya Keraton Yogyakarta masih memiliki cukup banyak harta kekayaan yang bersumber dari warisan, bisnis, dan sisa bantuan pemerintah kolonial Belanda. Kesultanan Yogyakarta nggak hanya memegang kekuasaan kultural sosial dan politik aja, namun juga ekonomi dan bisnis. Terdapat sekitar 10 jaring investasi bisnis besar, jumlah itu belum termasuk projek di atas tanah kas desa yang lebih besar lagi.

Gaji Raja dan Abdi Dalem

Sultan Hamengkubuwono X mendapatkan gaji sebagai gubernur. Besaran nilainya tergantung pada peraturan pemerintah. Sedangkan Sultan sebagai raja mendapatkan alokasi dana keistimewaan dari pemerintah pusat yang digunakan untuk menggaji 3.000 abdi dalem Keraton Yogyakarta dan 1.000 abdi dalem Pura Pakualaman. Jumlahnya sungguh sangat kecil per orang.

Bagi abdi dalem, bekerja di keraton bukan untuk mencari gaji besar. Tapi mereka tetap senang dan merasa sangat terhormat bisa mengabdi kepada sultan. Abdi dalem yang bekerja di keraton disebut Punakawan, terbagi menjadi dua, yaitu yang bertugas di tepas (kantor keraton) sesuai dengan jam kerja dan Caos yang nggak diwajibkan datang ke keraton setiap hari.

Abdi dalem menerima gaji sesuai pangkatnya, paling rendah adalah Jajar yaitu Rp 15 ribu per bulan, dan tertinggi adalah adik sultan Rp 90 ribu per bulan. Dana alokasi yang diberikan kepada Tepas mulai Rp 1,1 juta hingga Rp 2,5 juta per bulan. Caos paling rendah Rp 150 ribu, tertinggi Rp 400 ribu per bulan. Sultan yang bertahta digaji sebesar Rp 3,8 juta per bulan.

Itulah beberapa fakta unik dan menarik yang dimiliki Keraton Yogyakarta. Mana fakta yang paling unik menurut lo, bro?

 

Source: https://phinemo.com/fakta-unik-keraton-yogyakarta-sumber-kekayaan-hingga-gaji-raja/
Urban Places Beginner Extreme solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
Sumardiyono
nice infonya
dephy
jogja istimewa
Agus Sungkawa
fakta unik dan menarik yang dimiliki Keraton Yogyakarta
Muhammad Romli
Peradaban seajarh yang tetap lestari, jogja istimewa
Senuadi Tandun
histori sejarahnya kudu di rawat
agung
tq info ya
Wafiroel N
makasih infonya gan
Heni Oen
tRadisi keraton yang harus dilestarikan
Ivan harnawan
Mantab. . .nguri nguri budaya jawa