Aksi Memanjat yang Anti-Mainstream Bernama Flagpole Climbing

Wall climbing atau rock climbing merupakan extrem sport yang sudah biasa dilakukan. Dua olahraga ini sama-sama membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima. 

Aksi Memanjat yang Anti-Mainstream Bernama Flagpole Climbing

Dalam dunia panjat memanjat ini juga ada kompetisinya yang memiliki tiga kategori. Pertama ada lead climbing, speed climbing dan bouldering.

Tapi tahu nggak, di luar tiga kategori itu ada satu kegiatan memanjat yang anti-mainstream. Bukan memanjat di batu atau di tembok, medianya jauh dari kata biasa. Aksi ini nggak kalah ekstrem. Flagpole Climbing namanya.

Sesuai namanya, ini adalah aksi ngeri memanjat tiang bendera. Sebagai awam pasti melihatnya flagpole climbing lebih ekstrem karena medianya yang tegak lurus dengan diameter bidang panjatan yang kecil pula.

Di aksi flagpole ini, sama juga kayak panjat tebing atau tembok, kekuatan fisik menjadi modal utamanya. Perlu latihan dan nggak asal panjat. Peralatan keamanan juga nggak boleh dikesampingkan.

Bukan Sekadar Panjat Biasa

Aksi Memanjat yang Anti-Mainstream Bernama Flagpole Climbing

Image source: https://www.kansascity.com/news/local/article190751344.html

Flagpole ini bukan olahraga pada umumnya yang banyak digandrungi banyak orang. Melihat catatan perjalanannya, flagpole ini cenderung sebuah profesi yang dibutuhkan di luar negeri sana.

Kalau ada yang bilang kenapa harus memanjat tiang bendera? Seorang pemanjat tiang bendera ini akan berkata, 'Kenapa tidak?'. 

Sterling Murdock mengambil pekerjaan sambilan sebagai pemanjat tiang bendera. Saat kecil dia suka memanjat tiang lampu. Lama kelamaan dan seiring waktu, media panjatnya berubah menjadi tiang bendera. Dan kini dia dibayar untuk melakukan itu.

Kiprahnya di dunia flagpole ini nggak main-main bro. Sudah ada 200 tiang yang dia panjat. Dan, yang paling tinggi sejauh ini dia memanjat tiang yang tingginya 200 kaki atau 60 meter.

Nggak Pernah Merasa Takut

Aksi Memanjat yang Anti-Mainstream Bernama Flagpole Climbing

Image source: https://www.heraldextra.com/news/local/just-hanging-out-climbing-expert-lends-talents-to-help-restore-flagpole/article_a6ea9703-aadd-558b-99e6-0f9f436a7e6a.html

Nggak ngerti lagi sama yang ada di pikiran seorang Murdock. Nggak ada rasa takut ketika dia mulai memanjat tiang bendera. Malahan nih ya, semakin dia terus naik ke posisi paling tinggi tiang bendera, dia merasa jauh lebih tenang. Aneh bin ajaib, ya! Tapi keren, salut buat Murdock.

Satu poin yang ditekankan oleh Murdock ketika mulai memanjat tiang bendera adalah kepercayaan pada perlengkapan yang aman. Ini artinya safety item harus benar-benar melalui proses pengecekan yang baik. Ini juga berlaku sama kegiatan apapun yang urusannya dengan kegiatan-kegiatan ekstrem.

Murdock nggak takut ketinggian. Tapi dia takut sama yang namanya petir. Ketakutan dia bisa dimaklumi sih. Gimana nggak coba, memanjat tiang yang besar banget risikonya. Apalagi kalau cuacanya lagi buruk. 

Suatu ketika Murdock pernah dapat panggilan buat memanjat tiang setinggi 80 kaki atau 24 meter. Nggak ada cahaya petir yang terlihat saat itu. Tapi bunyi gemuruh petir bikin nyalinya ciut. Seketika bulu kuduknya bergidik.

Nggak lama dari itu, dari tiang setinggi 24 meter, Murdock dengan cepat turun ke bawah. Dari ceritanya, gara-gara ketakutan sama petir, dia ngebut turun dari tiang dalam waktu 24 detik saja.

Pengalaman lainnya, Murdock pernah ketiduran di atas tiang selama 10 jam. Gara-gara itu tim darurat sampai datang memastikan Murdock dalam keadaan baik-baik aja.

 

Source: https://kutv.com/features/inside-the-story/inside-the-story-a-day-in-the-life-of-a-professional-flag-pole-climber
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

8 COMMENTS

SHARE
SRI YAYA ASTUTI
kepercayaan pada perlengkapan yang aman
Heni Oen
Butuh mental kuat
Yuniarto ( Tato )
Luar biasa
Sumardiyono
mantaaap
Ricko Pratama Putra
Boleh juga itu
Hari Tristiyanto
Extra ordinary
Yuniarto ( Tato )
Redemnya minnn
Hari Tristiyanto
Ajib nyali level dewa