Mau Jajal Diving Harus Tahu Dulu Teknik Buoyancy, Apaan Tuh?

Keindahan di bawah laut tuh bikin penasaran. Daya tariknya berbeda dan selalu menyimpan misteri. Apalagi katanya, 'museum' terbesar di bumi itu ada di dasar laut.

Mau Jajal Diving Harus Tahu Dulu Teknik Buoyancy, Apaan Tuh?

Nggak cuma biotanya aja, tapi banyak lho benda-benda bersejarah yang ditemukan di dasar laut. Makanya sejumlah peneliti juga harus menyelam ke titik paling dalam di bumi untuk bisa mengungkap sejarah.

Nah, terlepas dari itu, sebagian orang menyelam karena memang ingin menikmati panorama terumbu karang yang cantik dan ikan warna-warni. 

Tapi menyelam ke laut nggak mudah lho. Ada teknik yang harus dikuasai karena lo masuk di alam yang berbeda. Lo butuh tabung gas udara untuk bisa menyelam lebih lama di bawah air. Lo juga harus tau teknik menyelam supaya nggak panik ketika terjadi hal fatal saat lagi menyelam.

Ada satu teknik yang penting banget buat dikuasai saat diving. Dan, ini harus dicermati-baik ya, bro. Namanya teknik buoyancy.

Buoyancy adalah Teknik Mengapung

Mau Jajal Diving Harus Tahu Dulu Teknik Buoyancy, Apaan Tuh?

Image source: UNSPLASH.COM / josue-isai-ramos-figueroa

Harus diketahui ya bro, dalam dunia menyelam, seorang diver mesti bisa menjaga buoyancy agar nyaman selama menyelam. Buoyancy adalah kondisi dimana tubuh kita nggak terlalu berat dan tidak terlalu ringan di dalam air selama menyelam. Simplenya adalah bisa mengapung.

Teknik ini penting untuk di dalam air untuk menjaga kestabilan posisi saat menyelam. buoyancy terasa lebih susah untuk dikontrol karena banyak udara di BCD. BCD adalah Bouyancy Compensator Device, rompi yang dipakai untuk menyelam.

Jika BCD semakin berat, maka akan sulit juga mengatur buoyancy karena si penyelam harus mengatur posisi supaya bisa cepat bergerak ke permukaan air.

Bisa dibilang teknik ini agak sulit. Contohnya, menggunakan pemberat pada BCD seberat 4 kg bisa menyulitkan penyelam untuk bergerak ke permukaan. Sementara jika menggunakan pemberat 2 kg, bisa sih lebih cepat mengatur buoyancy, tapi akan kesulitan untuk melakukan praktik rescue di dalam air karena akan terasa lebih lama turun ke bawah.

Dengan kata lain, teknik buoyancy harus benar-benar dikuasai dan didukung dengan teknik penyelaman yang lain.

Apa Akibatnya Kalau Gagal Buoyancy?

Mau Jajal Diving Harus Tahu Dulu Teknik Buoyancy, Apaan Tuh?

Image source: NSPLASH.COM / RAYYU

Kegagalan dalam mengatur daya apung atau buoyancy bisa saja kejadian. Dan akibatnya bisa banyak banget. Misalnya merusak ekosistem lingkungan di sekitar penyelam. Terus mengganggu partner menyelam. Merasa tidak nyaman, kemudian panik, tidak elok dilihat jika belum ahli mengatur buoyancy.

Nah biar mulus, tipsnya adalah pastikan semua peralatan selam lengkap dan nyaman, terutama penggunaan sabuk pemberat. Lebih berat sedikit lebih baik dibanding kurang.

Saat mulai menyelam ke dalam air, posisi badan harus tengkurang persis seperti posisi penerjun payung. rileks sebentar, lalu atur napas dengan stabil.

Jika sudah, maka berhenti di satu titik kedalaman untuk mengetahui posisi badang cenderung naik atau turun. Gunakan bantuan udara dalam BCD buat mengatur apakah posisinya kurang naik atau kurang turun.

Di momen ini, yang harus diutamakan adalah ketenangan. Pikiran dan gerakan nggak boleh tuh grasa-grusu, intinya harus setenang mungkin. Sampai di sini, lo harus terus latihan. Jika perlu tambah jam selam sebanyak mungkin, supaya terbiasa.

 

source: https://www.cintalaut.com/2016/11/dive-buoyancy-mengatur-daya-mengapung.html
https://makanyadiving.com/cara-mengatur-buoyancy/
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

14 COMMENTS

SHARE
Sumardiyono
nice infonya
Agus Sungkawa
Memberikan penjelasan bagi pencinta diving
Ivan harnawan
Jadi tambah ilmu
Yuniarto ( Tato )
Ada juga yaaaaaa
Heni Oen
baru denger tehnik ini
Senuadi Tandun
penting nih belajar mengapung
Hari Tristiyanto
Nambah pengetahuan
agung
tq info ya
Agung Sutrisno
seorang diver wajib bisa mengapung
Ricko Pratama Putra
Thanks Infonya