Memahami Karakter Singa Gunung Saat Hiking

Dengkul, keringat dingin, panik bukan main dan mendadak jadi patung. Mungkin itu bakal dirasakan ketika tiba-tiba di tengah perjalanan hiking lo ketemu sama yang namanya singa gunung.

Memahami Karakter Singa Gunung Saat Hiking

Sebenarnya singa gunung atau yang sering dikenal dengan puma nggak menyerang manusia secara langsung. Meski begitu lo harus tetap waspada. 

Lo mungkin nggak akan sadar kalau sudah diintai oleh hewan ini. Bahkan dia datang pun bisa jadi nggak terlihat. Tapi dalam beberapa kasus di luar negeri sana, singa gunung memperlihatkan dirinya ketika mereka timbul rasa penasaran. Bisa jadi Anda sedang dinilai apakah bisa dijadikan mangsa atau bukan.

Tapi perlu digaris bawahi, seandainya berhadapan dengan singa gunung jangan lah lari atau kabur. Karena momen itu yang bisa bikin si hewan buas menandai lo sebagai mangsa. 

Sejatinya singa gunung ini memakan hewan seperti rusa dan domba. Tapi mereka bisa memakan apa saja mulai dari tikus hingga rusa. Hewan ini bisa makan sampai 10 pon daging salam satu hari dan hanya memakan daging.

Apa yang Dilakukan Kalau Ketemu Singa Gunung?

Memahami Karakter Singa Gunung Saat Hiking

Image source: news.okezone.com

Usahakan tetap tenang dan jangan paning. Kalau buatlah suara-suara bising dan bersikaplah seolah-olah lo lebih besar. Kalau lo membawa tongkat trekking lo bisa memanfaatkannya untuk bersiap dari serangan. Lo juga perlu klakson udara untuk membuat si hewan terkejut, termasuk penyemprot.

Meski banyak peralatan yang disiapkan, alat-alat itu bukan untuk perang. Alias hanya sebagai perlindungan dan jangan sekali-kali bertindak lebih agresif.  Etika yang paling tepat ketika bertemu dengan singa gunung adalah melapor ke penjaga atau pengelola taman hutan. 

Namun, peralatan paling akhir yang bisa menyelamatkan adala pisau. Pisau ini satu-satunya cara terakhir untuk bertahan jika diserang oleh hewan buas. Ini terkesan mengerikan, tapi sebagai antisipasi mungkin nggak masalah.

Oh iya, insiden ini mungkin kecil kemungkinannya terjadi di Indonesia. Karena hewan ini biasa dijumpai di Amerika. Tapi namanya pegunungan, bakal ada hewan-hewan buas. Paling nggak penjelasan di atas bisa buat langkah antisipasi kalau lo ketemu hewan buas saat hiking di pegunungan atau bukit di Indonesia.

Kasus Diserang Hewan Buas

Kasus serangan hewan buas di Indonesia sudah beberapa terjadi. Dulu, tepatnya di tahun 2008 itu seorang pendaki wanita ditemukan meninggal dunia yang mana dugaannya diterkam harimau.

Kasus harimau terkam manusia juga kejadian di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) wilayah Sekoci, Besitang, Sumatera Utara (Sumut). Waktu itu korban sedang beraktivitas di lahan.

Tapi setelah dihubungi kok nggak ada jawaban. Nggak lama, korban ditemukan meninggal dengan luka yang mengenaskan. Kalau melihat kasu-kasu itu bro, alam memang harus diwaspadai dan dihormati. Karena di sanalah habitat para hewan. Meski sudah membawa peralatan dan dirasa jinak, naluri hewan bakal terus ada. So, buat lo yang hobi hiking atau mendaki, tetap hati-hati ya.

 

Source: Source: https://hikingguy.com/how-to-hike/understanding-mountain-lions-when-hiking/
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

16 COMMENTS

SHARE
DEVI TRI HANDOKO
binatang buas kita tetap selalu waspada
Fajar Satritama
Kalo udah berhadapan gua mau nyoba pasang kuda kuda dan melawan dengan tangan kosong dah.
Muhammad ridwan
Tetap waspada
agung
tq info ya
Yoga prisma haryanto
Berubah jadi batu
Wafiroel N
terima kasih infonya
DYAH WIDIASTUTI
Thank infonya
Nurma Mugi Nugraha
Ngeri, tapi lebih ngeri harimau Sumatra Min
Sumardiyono
Tank infonya
Heni Oen
pernah ketemu babi hutan, saat itu kita harus pelan2 dan siap cari pohon yang bs dipanjat jika kena kejaran