Mitos Tentang Minum Air di Alam Liar yang Harus Lo Pahami

Saat bertualang di alam liar, lo termasuk tim yang suka minum air langsung dari sumber yang ada di alam nggak, Superfriends? Nyatanya, masih ada mitos tentang minum air di alam liar yang belum terlalu dipahami petualang. Apa aja sih mitosnya?

Mitos Tentang Minum Air di Alam Liar yang Harus Lo Pahami

Kalau bicara soal mitos, nggak semua orang bisa mempercayai hal tersebut dengan mudahnya, karena mitos sendiri biasanya belum terbukti secara ilmiah. Apalagi dalam dunia bertualang di alam bebas, mitos rupanya masih tetap eksis dan sering disalahartikan sama petualang. Hal ini tentu harus lo waspadai dan dipahami lebih mendalam, karena kalau salah langkah sedikit aja, maka bisa fatal akibatnya.

Salah satu mitos yang beredar di dunia bertualang adalah mengenai meminum air langsung dari sumber yang berada di alam. Sekiranya ada lima mitos yang beredar di masyarakat, tapi kebenarannya sendiri masih harus ditinjau ulang supaya nggak salah paham, Superfriends. Beberapa mitos ini mungkin udah sering lo denger juga, langsung aja simak ulasan selengkapnya.

Air yang Mengalir (Nggak) Aman Buat Diminum

Mitos Tentang Minum Air di Alam Liar yang Harus Lo Pahami

Image source: medialampung.co.id                           

Minum air langsung dari sumber mata air yang mengalir emang terdengar sangat menyegarkan ya, Superfriends? Tapi, meski airnya terlihat sangat jernih, sebaiknya hindari minum langsung air tersebut kalau emang nggak darurat banget.

Kenapa demikian? Karena sesungguhnya lo nggak akan tau air tersebut benar-benar bebas dari bakteri atau enggak. Apalagi, air mengalir juga mengalami siklus perjalanan yang cukup panjang sebelum akhirnya ditemukan. Bisa aja air tersebut udah melewati bangkai hewan, atau terkontaminasi kotoran dari hewan liar.

Minum Air Laut dalam Jumlah Kecil (Nggak) Aman

Mitos Tentang Minum Air di Alam Liar yang Harus Lo Pahami

Image source: discovermagazine.com    

Ada juga mitos yang beredar bahwa kalau terdampar di laut, maka boleh-boleh aja minum air laut dalam jumlah sedikit. Padahal, hal ini jelas-jelas salah, bukannya melepas dahaga justru lo bisa terkena dehidrasi kalau minum air laut.

Karena dalam satu liter air laut sendiri terdapat sekitar 35 gram garam, sedangkan tubuh manusia dalam sehari cuma butuh sekitar 15-20 gram garam aja. Kalau asupan garam dalam tubuh berlebih, yang ada tubuh jadi kehilangan kelembapan yang bikin lo merasa cepat haus dan dehidrasi. Alternatifnya, lo bisa menyuling air terlebih dulu kalau emang terpaksa harus minum air laut, Superfriends.

Genangan Air di Cekungan Alami (Nggak) Aman Buat Diminum

Mitos Tentang Minum Air di Alam Liar yang Harus Lo Pahami

Image source: westend61.de 

Kalau bertemu genangan air yang ada di dalam cekungan alami seperti ceruk bebatuan dan tanah, sebaiknya jangan coba-coba untuk langsung meminumnya tanpa dimasak dulu, Superfriends. Apalagi kalau genangan itu bukan genangan baru.

Air yang menggenang tentu menjadi tempat berendam bakteri, parasit, dan sumber penyakit lainnya, meminumnya langsung maka sama aja mencelakakan diri sendiri.

Kaktus (Bukan) Sumber Air

Tumbuhan kaktus dikenal tumbuh di daerah yang panas dan kering, tapi ternyata ada mitos yang beredar kalau tumbuhan ini mengandung banyak air. Kenyataannya, air yang ada di dalam kaktus itu berserat dan nggak melimpah, jadi kalau emang mau melepas dahaga, lo butuh membelah banyak kaktus.

Bahkan, kandungan air dalam kaktus sendiri punya tingkat keasaman yang cukup tinggi dan bisa menyebabkan muntah, diare, atau kram. Kaktus emang bisa menyelamatkan hidup kalau terdampar di daerah gurun, tapi jangan mengonsumsinya terlalu banyak, Superfriends.

Salju (Nggak) Aman Dimakan

Kalau lo selama ini mengira salju itu aman buat dimakan sebagai pengganti air minum, anggapan tersebut sebenarnya nggak sepenuhnya salah. Tapi, salju bisa dijadikan air minum setelah direbus atau dimasak terlebih dahulu, Superfriends.

Karena kalau lo memakan salju secara langsung, maka harus melalui proses panas tubuh supaya salju dapat meleleh, tapi semakin tubuh memproduksi panas maka semakin rentan juga terkena hipotermia, karena tubuh akan kehilangan panas tubuh. Selain itu, salju yang ada di tanah juga bisa terpapar bakteri atau organisme berbahaya lainnya.

Nah, itu tadi beberapa mitos tentang minum air langsung di alam liar yang pemahamannya masih salah kaprah. Kesalahan minum air tadi jangan sampai dilakukan ya, Superfriends!

 

Source: https://www.indosurvival.com/2021/01/mitos-meminum-air-di-alam-liar.html
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
Sumardiyono
Nice infonya
Nasir Arsyad
Makasih infox
Hilman rusdiyanto
Mantabbb
Heni Oen
Ternyata tidak spt di film2. Bahaya sekua
Senuadi Tandun
air mengalir.memang berbahaya apalagi jika dekat pemukiman
Yuniarto ( Tato )
Yap bener banget nih
Rull
Niceee infooo min, n gimana cara menyuling air laut min?
agung
tq info ya
Cecep Jajang
Kirain di makan enak ternyata bahaya