Kisah Soe Hok Gie dan Gunung Semeru di Tahun 1969

Sosok Soe Hok Gie mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Lewat film 'Gie' tahun 2005 lalu, nama aktivis Indonesia itu jadi makin dikenal banyak orang.

Kisah Soe Hok Gie dan Gunung Semeru di Tahun 1969

Soe Hok Gie adalah pecinta alam yang sudah mendaki gunung-gunung di Indonesia. Dalam peranannya di sejarah Pecinta alam Indonesia, Soe Hok Gie salah satu orang yang pertama kali menggunakan istilah 'Pecinta Alam' di Indonesia.

Kata itu menggambarkan buat orang-orang yang gemar mendaki gunung dan menyusuri alam lepas. Soe Hok Gie juga yang membentuk komunitas kapus bernama Mapala UI. Mapala itu Mahasiswa Pecinta Alam

Secara nggak langsung, Soe Hok Gie mengajak para mahasiswa untuk mengenal keindahan gunung dan segala aktivitasnya.

Gunung yang Pernah Dijelajahi Soe Hok Gie

Kisah Soe Hok Gie dan Gunung Semeru di Tahun 1969

Image source: kompas.com        

Soe Hok Gie dikenal nggak pernah ragu buat melakukan petualangan di alam bebas. Kalau ada waktu luang, dia selalu meluang waktu dan menyiapkan perkakas buat naik gunung.

Ada dua gunung yang menjadi favorit Soe Hok Gie. Pertama Gunung Gede, lalu Gunung Pangrango. Tapi ada juga gunung-gunung di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sama-sama dia cintai. 

Gunung Slamet juga menjadi salah satu gunung yang pernah dijelajahi. Dia melakukan pendakian itu pada September 1967. Kala itu, Soe Hok Gie melakukan pendakian lewat jalur Kedaung.

Katanya, jalur itu membosankan gegara hutannya yang rapat selama perjalanan dan nggak ada bunga Edelweis yang ditemukan kayak di Pangrango.

Ekspedisinya di gunung juga dilakukan di Ciremai, lalu pernah ke Gunung Sindoro, Gunung Sela, Gunung Galunggung, Merapi dan terakhir di Gunung Semeru.

Napas Terakhir di Semeru

Kisah Soe Hok Gie dan Gunung Semeru di Tahun 1969

Image source: phinemo.com  

Petualangannya menjelajahi gunung di Indonesia terhenti di Semeru. Dia mengembuskan napas terakhirnya beberapa jam sebelum hari ulang tahunnya. Pendakiannya ke Semeru dilakukan para 12 Desember 1969. Matahari belum terik, Soe Hok Gie dan rombongannya berangkat dari Stasiun Gambir pukul 07.00 WIB.

Tim pendakiannya kala itu antara lain Aristides, Herman Onesimus Lantang, Abdurrachman alias Maman, Anton Wijana alias Wiwiek, Rudy Badil, dan dua anak didik Herman yakni, Idhan Dhanvantari Lubis serta Freddy Lodewijk Lasut.

Singkat cerita, rombongan tiba di Stasiun Gubeng Surabaya. Perjalanan ini spesial, karena rencananya akan merayakan ulang tahun Soe Hok Gie yang ke-27 pada 17 Desember.

Nahas, sebelum tepat pukul 24.00 WIB, Soe Hok Gie meninggal dunia. Dia tewas gegara menghirup gas beracun yang massanya lebih berat dari oksigen. Kala itu, tubuh Soe Hok Gie sudah sangat lemas.

Evakuasi jenazahnya terbilang panjang. Kabar kematian Soe Hok Gie langsung tersebar hingga Jakarta. Pada 21 Desember 1969, rombongan dari Jakarta sampai di Gubuk Klakah.

Jenazah Soe Hok Gie sempat dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan. Setahun setelahnya jasad Soe Hok Gie dipindahkan ke TPU Tanah Abang. Namun Pada 1975, sebagian lahan makam itu dibangun kantor Walikota Jakarta Pusat sehingga keluarga memutuskan mengkremasi jasad Gie.

 

Source: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/16/101016465/mengenang-soe-hok-gie-aktivis-yang-meninggal-di-puncak-semeru-karena?page=all
In Depth Beginner Extreme solo traveling

13 COMMENTS

SHARE
wildan
Cikal bakal istilah pecinta alam. Legenda
wildan
Tq infonya
DEVI TRI HANDOKO
Soe Hok Gie adalah pecinta alam yang sudah mendaki gunung-gunung di Indonesia yang terkenal dengan ide dan gagasannya
Nasir Arsyad
Ty infox
Sumardiyono
nice infonya
Muhammad ridwan
Nice infonya
SRI YAYA ASTUTI
SOSOK YANG JADI KEBANGGAAN PARA PENDAKI
Agus Sungkawa
Kisah Soe Hok Gie
Febry Ramadan
Proud of legend 'Gie'
Bimo Waskito
Legenda pendakian