Mengenal Sejarah Cliff Diving dan Risiko yang Mesti Dihadapi

Bicara soal cliff diving, udah ada yang tau sama sejarah olahraga ekstrem satu ini, Superfriends? Saking ekstremnya, ada juga risiko yang harus dihadapi, lho. Langsung aja simak ulasan selengkapnya!

Mengenal Sejarah Cliff Diving dan Risiko yang Mesti Dihadapi

Cliff diving merupakan kegiatan ekstrem yang mengharuskan lo menyelam ke dalam air dari tebing yang sangat tinggi dan curam. Olahraga satu ini juga sangat berisiko, bahkan hanya orang-orang yang telah diberi pelatihan yang tepat dan punya banyak pengalaman aja yang mungkin bisa melayang dari ketinggian ekstrem dan bisa mendarat di air dengan aman.

Tapi sebelumnya, lo udah pada tau belum sejarah awal dari cliff diving ini, Superfriends? Sebelum lo mencoba olahraga ekstrem satu ini, simak dulu nih sejarah awal cliff diving serta risiko yang mesti dihadapi.

Sejarah Cliff Diving

Mengenal Sejarah Cliff Diving dan Risiko yang Mesti Dihadapi

Image source: mareeg.com   

Sejarah cliff diving sendiri kabarnya kembali sekitar 250 tahun ke Kepulauan Hawaii. Sebuah legenda mengatakan bahwa Raja Maui – Kahekili II – akan memaksa prajuritnya melompat dari tebing pertama buat mendarat di air yang ada di bawah. Hal ini merupakan cara buat menunjukkan pada raja mereka kalau mereka nggak kenal takut, setia, dan juga berani.

Selain itu, di bawah Raja Kamehameha, cliff diving berevolusi menjadi sebuah kompetisi di mana para pesertanya dinilai dengan gaya, dan gimana mereka bikin percikan sekecil mungkin ketika memasuki air.

Sampai hari ini, olahraga ini emang masih dipandang sebagai aktivitas yang berbahaya, dan bisa mengakibatkan cedera serius atau bahkan kematian kalau nggak dilakukan dengan benar.

Cliff diving pun modern terus berkembang. Misalnya, pada tahun 2015 rekor dunia baru ditetapkan ketika atlet ekstrem Brasil-Swiss bernama Laso Schaller terjun dari ketinggian lebih dari 58 meter dari platform di Maggia, Swiss.

Ketinggian seperti itu udah menjadi sesuatu yang sangat ekstrem dalam sebuah cliff diving, apalagi sebagian besar kompetisi hanya dilakukan pada ketinggian 26-28 meter. Sebagai perbandingan, bahkan penyelam Olimpiade melompat dari ketinggian maksimum hanya 10 meter aja.

Risiko yang Mesti Dihadapi

Mengenal Sejarah Cliff Diving dan Risiko yang Mesti Dihadapi

Image source: panthalassa.org

Seseorang yang melakukan cliff diving, biasanya bakal menempuh waktu sekitar 60-70 mph ketika menabrak air. Hal ini nggak menutup kemungkinan bakal terjadi cedera nyata. Cedera yang paling umum dihadapi seperti memar, lecet, fraktur kompresi, gegar otak, dan bahkan kerusakan tulang belakang.

Karena risiko tersebut, buat melakukannya pertama kali sebaiknya dilatih pada ketinggian yang jauh lebih rendah. Bisa dibilang, lo harus menyempurnakan keterampilan sebelum akhirnya mencoba yang tinggi. Seiring waktu, lo nggak cuma mendapatkan keterampilan yang diperlukan buat mendarat dengan aman di air, tapi juga kepercayaan diri buat coba melompat dari tebing yang lebih tinggi.

Kalau lo berpikir untuk melakukan cliff diving, lo bisa mempertimbangkan saran atlet berpengalaman dalam olahraga ini yang udah sering berkompetisi di seluruh dunia. Para atlet bakal menekankan pentingnya dilatih secara teknis, punya kondisi fisik yang baik, dan menyelam berkali-kali dari ketinggian yang lebih rendah sebelum mencoba terjun dari tebing yang lebih tinggi.

Selain itu, banyak juga faktor yang mesti dipertimbangkan, termasuk cuaca, gelombang, dan dataran – baik di tebing maupun di air. Kondisi angin, khususnya, bisa menjadi peran utama dalam pendaratan dengan aman, meski penempatan bebatuan dan rintangan lain juga penting untuk diperhatikan.

Itulah sejarah awal dan beberapa risiko yang mesti dihadapi mengenai cliff diving, Superfriends. Berani cobain olahraga ekstrem ini?

 

Source: https://id.traasgpu.com/apa-itu-cliff-diving/
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

14 COMMENTS

SHARE
Bahar
Ngeriiii
Maulana Hasanudin
Seru juga nih tp ngeri juga
Agung Sutrisno
Olahraga Ekstrem dan menantang maut
Sumardiyono
amaziing
Heni Oen
cliff diving sama dengan menantang maut
Senuadi Tandun
bisa2 jantung gue ketinggalan
Nasir Arsyad
Ty infox
Muhammad ridwan
Nice infonya
arief
Seru juga apalagi klo maenya di air. Tq infonya
wildan
Terimakasih atas informasinya