Kisah Arief Wismoyono, Atlet Trail Run Indonesia yang Mendunia

Superfriends, lo udah kenal belum sama atlet trail run Indonesia yang mendunia, Arief Wismoyono? Simak kisah dan juga prestasi yang udah diraihnya selengkapnya berikut ini!

Kisah Arief Wismoyono, Atlet Trail Run Indonesia yang Mendunia

Trail running atau lari lintas alam menjadi salah satu olahraga yang butuh kondisi fisik dan mental yang prima. Gimana nggak? Olahraga ini menggabungkan lari, dan kalau ada tanjakan curam, lo juga mesti mendaki. Buat menjadi atlet train run, tentu lo dituntut buat melewati berbagai rintangan yang dihadapi di gunung.

Salah satu atlet trail run Indonesia yakni Arief Wismoyono, yang namanya udah dikenal di kancah internasional karena prestasi dan juga aksi heroiknya. Penasaran sama prestasi dan aksi heroik apa yang udah dilakukan? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Sosok Arief Wismoyono

Kisah Arief Wismoyono, Atlet Trail Run Indonesia yang Mendunia

Image source: asiatrailmaster.com  

Kalau lo termasuk orang yang suka dan mengikuti dunia trail run, mungkin udah nggak asing lagi sama sosok Arief Wismoyono. Seorang pelari gunung asal Bandung ini bergabung dalam komunitas BDG_Explorer. Nggak cuma tentang trail run, tapi komunitas ini juga menjadi perkumpulan pencinta olahraga outdoor lainnya.

Arief pertama kali mencoba lari di gunung sekitar tahun 2014 lalu, yaitu di Tangkuban Perahu. Walaupun sebelumnya ia belum pernah mendaki gunung sama sekali, tapi ia sangat menikmati lari di gunung. Dari situlah ia akhirnya menekuni olahraga ini.

Di tahun yang sama, Arief akhirnya menjajal perlombaan trail run Mesastila Peaks Challenge 2014 dan berhasil meraih finish pertama. Setelah perlombaan ini, prestasi-prestasi lain pun juga berhasil ia raih.

Atlet Trail Run Nomor 1 Se-Asia di Tahun 2015

Kisah Arief Wismoyono, Atlet Trail Run Indonesia yang Mendunia

Image source: phinemo.com     

Prestasi yang diraih Arief pun sangat membanggakan, ia seenggaknya udah pernah mengikuti puluhan perlombaan dan berhasil menjadi pemenang seenggaknya di 25 perlombaan.

Beberapa contoh prestasi besarnya adalah menjadi pemenang di ajang Bromo Tengger Semeru 102 Ultra, Mount Rinjani Ultra 2015, Ijen Trail Run 2015, Mesastila Challenge & Ultra 2015, dan masih banyak prestasi lainnya. Lebih membanggakannya lagi, di tahun 2015 Arief jadi pelari trail run nomor satu se-Asia, lho. Ia bahkan mengalahkan India, Guyana, Kanada, dan negara Asia lainnya.

Setelah sukses menjadi atlet nomor satu di tahun 2015 dan duduk di posisi kedua pada 2017, ternyata di tahun 2016 ia berada di posisi keempat, Superfriends. Walaupun posisinya turun dari tahun 2015, tapi ternyata ada cerita pilu dan heroik di balik itu semua.

Merelakan Kesempatan Juara Demi Menolong Sesama

Yang menarik dari kisah menurunnya posisi Arief adalah ia rela mengesampingkan gelar juaranya untuk menolong sesama pelari yang terserang hipotermia. Kayak kisah-kisah di film gitu ya, Superfriends?

Awalnya Arief berada di posisi ketiga setelah Jan Nilsen dan Dzaki Wardana saat sampai di puncak Merbabu. Pada saat itu, kondisi di puncak emang sangat gelap dan berkabut karena sedang badai. Jarak pandang pun nggak lebih dari 2 meter.

Ia memutuskan buat menunggu Ozi, teman pelari yang udah terbiasa berlatih di Merbabu. Namun Arief merasa kesulitan buat menemukan jalur lari, itulah mengapa ia memutuskan buat menunggu Ozi dan berencana turun lewat jalur Cuntel mengikuti Ozi.

Tapi saat di perjalanan antara menara pemancar, Arief melihat lampu kelap-kelip. Setelah dicek ternyata ada empat orang yang diam kedinginan dan sedang dibalut emergency blanket, bahkan salah satunya adalah rekan larinya dari Bandung.

Arief memutuskan buat kembali ke puncak buat mencari tenda dan memberitahukan kondisi mereka pada panitia. Beruntungnya, Arief bertemu pendaki dari Semarang yang bersedia membantu korban hipotermia tersebut. setelah membuatkan tenda dan memastikan kondisi mereka membaik, Arief pun melanjutkan perlombaan meski kondisi udah nggak fit.

Melenceng dari Target

Awalnya Arief menargetkan paling nggak berada di posisi ketiga, itu karena di perlombaan sebelumnya di Ijen Trail Run 70K ia sudah berhasil jadi juara. Jadi kalau berhasil masuk dalam posisi ketiga di MPC 2016, akan ada kemungkinan buat memenangkan ajang Asia Trail Master 2016. Namun ternyata, target tersebut melenceng jauh hingga ke posisi 11 dengan durasi waktu lari 29 jam 43 menit.

MPC 2016 sendiri merupakan perlombaan kedua Arief, sedangkan pertandingan ketiga yang diikuti adalah CM50 Clark, Filipina. Walaupun sempat kehilangan semangat, tapi dia berhasil meraih posisi kedua di CM50 Clark ini.

Sesungguhnya, kemenangan itu bukan soal berada di posisi pertama, tapi ketika lo berhasil jadi sesuatu bagi orang lain dan kasih makna tersendiri buat mereka.

Nah, itulah kisah menarik dan heroik dari Arief Wismoyono, atlet trail run Indonesia yang namanya mendunia. Semoga pengalaman heroik dari Arief bisa mengajarkan lo buat selalu positif ya, Superfriends!

 

Source: https://phinemo.com/kisah-inspiratif-arief-wismoyono-sang-atlet-trail-run-indonesia-yang-mendunia/
In Depth Beginner Extreme solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
Sumardiyono
Nice infonya
Agung Sutrisno
Olahraga yang butuh kondisi fisik dan mental yang prima.
Agus Sungkawa
Segudang prestasi
Bahar
Nice info
bahar22
Nice info
Heni Oen
hebat Indonesia mendunia
Bahar
Nice info
Bahar
Nice info
bahar22
Nice info